
"Wah~"
"Keren banget rasanya terbang!"
Adena menikmati perasaan melayang di udara yang belum pernah dia alami sebelumnya.
Melirik ke bawah melihat cahaya lampu dari kota Jakarta yang begitu indah.
Agler membawanya terbang mengelilingi kota Jakarta dengan kecepatan 5 kali kecepatan suara. Kekuatan pikiran melindungi tubuh Adena dari gesekan udara yang sangat cepat.
"Sayang ...." Adena kembali ke mode manja, sepertinya dia ingin meminta sesuatu lagi dari Agler.
"Iyaa apa?"
"Mau ITU ga di sini?" Adena bertanya dengan malu.
"ITU?" Agler kembali bertanya apa yang di maksud dengan ITU oleh Adena.
"Iya ITU ..."
Agler baru mengerti apa yang dimaksud Adena tentang "ITU". Entah apa yang membuat Adena tiba-tiba meminta seperti itu di tempat setinggi ini.
"Boleh banget!"
Adena tersenyum melihat Agler yang begitu bersemangat. Dia tidak menyangka Agler suka sekali dengan tubuhnya,Adena berharap Agler mencintai dirinya bukan karena fisik tetapi hati dan sikapnya.
Mereka berdua melakukan pertempuran di langit pada ketinggian 20.000 kaki di bawah permukaan tanah.
"Aaahhh~~"
Pertempuran berlangsung selama 5 jam hingga waktu menunjukkan pukul 03:00 AM. Mereka berdua kembali ke rumah untuk istirahat malam.
......................
"Hoaamm~"
Agler melihat ke samping kasur dan tidak melihat keberadaan Adena ada disampingnya. Melihat jam pada Smartphone-nya ternyata sudah jam 12 siang.
"Tumben gua bangun siang."
"Kayanya efek pertempuran melawan Draith dan Adena hmm."
Biasanya Agler akan bangun di dini hari dan jarang bangun tidur di siang bolong seperti ini.
Ngomong-ngomong tentang pertempuran semalam melawan jutaan Draith, Dirinya mendapatkan 3 tiket lotere yang berarti 3 kali kesempatan untuk memutar lotere.
Tidak sabar apa yang akan dia dapatkan memutar lotere kali ini.
"Gunakan 1 tiket lotere sistem!"
[Mulai Memutar Lotere...]
Mesin lotere berbentuk bundar diselimuti cahaya warna-warni seperti pelangi, mulai berputar dengan cepat.
Putaran semakin pelan hingga akhirnya berhenti di suatu hadiah.
[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Binatang Psikis Great Red dari High school DxD]
"Akhirnya dapet pet!"
"Great Red?"
[Great Red : Naga sejati yang sangat kuat yang tinggal di celah dimensi. Mempunyai julukan "kaisar Dewa Naga Merah" karena dia mempunyai kekuatan untuk menyemburkan api yang dahsyat dari mulutnya dan juga sisiknya bisa menahan serangan sihir, bisa memanipulasi mimpi dan ilusi]
[Apakah Tuan Rumah Menerima Hadiah?]
"Terima!" seru Agler dengan penuh semangat.
Kesadaran Agler tiba-tiba dipaksa memasuki sebuah ruangan hitam tetapi berbeda dengan cosmo miliknya, kemudian ruangan itu berubah menjadi tanah berumput hijau yang luas tetapi Agler dapat melihat Gunung Berapi yang jauh darinya.
Agler merasakan momentum yang kuat dari Gunung Berapi itu.
Menatap pada Gunung itu dengan hati-hati, dan bersiap untuk bertempur.
Titik merah besar muncul dari gunung berapi seperti sedang terbang menuju tempatnya.
Garuda Surplice menempel pada tubuhnya, dia siap untuk bertarung kapan saja.
Titik merah mulai terlihat jelas seperti apa sosok titik itu.
Agler dapat melihat Naga barat dengan sisik berwarna merah mengkilap di seluruh tubuhnya kecuali di bawah leher, dada hingga bawah ekornya. Naga itu memiliki dua pasang sayap. Terdapat tanduk di moncong kepalanya, dan matanya berwarna kuning. Memiliki empat kaki dan leher yang panjang. Panjang keseluruhan Naga ini berukuran 100 meter.
Naga itu mendarat di depan Agler lalu mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan mengaum dengan kencang.
Gruoaahh!!
Mengaum menyatakan bahwa dia kuat.
"Great Red?"
"Saya Tuan."
Suara Great Red terdengar di kepalanya.
"Telepati?"
"Betul Tuan."
Great Red menundukan kepalanya kepada Agler. Menandakan dirinya patuh dan setia kepada Agler yang merupakan tuannya sekarang.
Mendekat menuju kepala Great Red mencoba menyentuh sisik kepalanya.
Great Red tetap diam tidak bergerak, membiarkan Agler menyentuhnya.
Dengan penasaran Agler mengetuk sisik yang keras ini dengan sebagian kecil kekuatannya.
"Lumayan keras."
"Great Red, apakah kamu bisa bertarung de-...."
[Ding! Tempat ini adalah Psychic Beast Space, tempat untuk menyimpan binatang psikis yang tuan rumah dapatkan dari sistem]
[Tuan rumah dilarang untuk menghancurkan tempat ini atau properti milik sistem]
Sistem memotong ucapan Agler dan memberinya peringatan.
"Oke ngerti."
"Apakah bisa ngeliat atribut Great Red?"
[Bisa tuan, dengan cara fokus melihat kepada Great Red dengan dekat]
"Oke."
Panel atribut transparan muncul di atas kepala Great Red.
[Binatang Psikis : Great Red]
[Ras : Naga Merah Legendaris High school DxD]
[Potensi : Planet]
[Tingkatan : Planet Medium]
[Kemampuan : Tubuh Super, Penerbangan, Serangan Semburan Api, Telepati, Persepsi, Aura Naga, Barrier Power, Manipulasi Mimpi dan Ilusi, Umur Panjang/Keabadian, Booster, Kerusakan penetrasi, Resistansi Racun, Resistansi Sihir, Membuat Portal atau Lubang Cacing]
"Kuat banget!"
Melihat banyak kemampuan yang ada di Great Red Agler merasa senang karena dia mempunyai rekan yang kuat, semakin kuat semakin baik.
"Potensi Planet? apa itu sistem?"
[Potensi adalah batas atas kekuatan binatang itu sendiri atau puncak kekuatannya]
[Potensi dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu : Kota, Pulau, Negara, Planet, Galaksi, Alam Semesta]
[Setiap Tingkatan dibagi 3 Level yaitu Kecil, Medium, Besar]
"Apakah Kekuatan penuh Great Red bisa menghancurkan Planet sedang?"
[Betul Tuan!]
"Jackpot kah gua?"
"Kekuatan gua masuk ke dalam tingkatan apa sistem?"
[Tuan Rumah berada di tingkatan Pulau Medium dan Potensi Alam Semesta]
"Masih kalah sama Great Red?"
"Gua harus semangat nyelamatin manusia biar gua juga semakin kuat!"
Agler memotivasi dirinya sendiri semakin kuat dan agar bisa mengalahkan musuh yang kuat.
"Masih ada dua lagi."
"Kayanya gua nanti aja deh muter loterenya."
Memandang naga di depannya dengan puas, lalu berkata kepada Great Red, "Red tunggu di sini dulu, saya mau pergi dari ruang ini sebentar, nanti saya akan memanggil kamu keluar."
"Dimengerti Tuan!"
Agler mengusap moncong kepalanya dengan lembut.
Great Red menikmati sentuhan tuannya karena dia merasa nyaman dengan Agler.
"Bagaimana cara keluar dari psychic beast space ?"
[Tuan hanya perlu memfokuskan pikiran kepada kenyataan]
"Oke."
Memfokuskan pikiran dan kesadaran Agler kembali ke kehidupan nyata.
Melihat meja di kamarnya terdapat sarapan roti dan susu buatan Adena.
Kertas putih ada disamping piring yang adalah berisi pesan dari Adena bahwa dirinya sudah pergi kuliah tadi pagi, dan yang membuat sarapan adalah Nayla serta anak-anak lain ikut membantu.
Tersenyum lepas merasa bahagia dengan hal sekecil ini.
Segera memakan sarapan itu lalu menulis surat bahwa dirinya akan keluar untuk meningkatkan kekuatannya selama beberapa hari dan juga menyuruh Adena untuk mengandalkan Jarvis selama dirinya tidak ada.
Dengan cepat melesat terbang keluar menuju Luar Angkasa.
"Sistem bagaimana cara memanggil Great Red keluar?"
[Tuan Rumah bisa memanggil nama Binatang yang ingin dipanggil di dalam hati]
"Oke gua ngerti."
Agler berkata di dalam hati, "Keluar Great Red!"
Portal besar berbentuk lingkaran berwarna merah muncul di depan Agler, Sosok Great Red perlahan keluar dari portal itu.
Beberapa detik kemudian sosok Great Red dengan sempurna muncul di depan Agler sambil mengepakkan sayapnya.
Dia melihat sosok Great Red yang begitu besar dan mendominasi, Agler masih merasakan kepuasan mendapatkan Great Red.
"Tuan ada apa?"
"Apakah kamu bisa membuat portal menuju matahari?"
"Bisa tuan, tapi saya tidak bisa mengikuti tuan ke matahari karena tubuh saya tidak kuat menahan energinya."
"Oke, setelah membuat portal aku akan mengembalikan kamu ke ruang psikis."
"Siap tuan saya laksanakan!"
Dengan kemampuannya Great Red membuat portal hitam setinggi 2 meter muncul di depan Agler.
Melihat ini Agler mengangguk puas dengan kekuatan Great Red. "Oke, Terima kasih Red, sekarang kamu bisa kembali."
"Sama-sama Tuan."
Tubuh Great Red masuk kembali kedalam portal lalu menghilang.
Melihat ini, Agler segera masuk ke portal yang menuju matahari.
......................
Agler keluar dari portal dan melihat matahari yang begitu besar di depan matanya.
Kostum superman hitam menyelimuti dirinya Agar penyerapan energi matahari semakin kuat.
Agler merasa sedang dibanjiri oleh energi matahari yang kuat, merubah tubuhnya semakin kuat tak terhingga.
"Masih kurang!"
Agler terbang menuju permukaan matahari yang begitu panas tetapi tubuhnya hanya merasakan kehangatan yang membuatnya nyaman tak terbayangkan.
Tanpa sadar dirinya tertidur di permukaan matahari selama 3 hari.