Savior System

Savior System
Bab 147 : Pameran Naga


[Ding!]


[Misi Sepuluh Ribu Dunia Telah Dikeluarkan!]


[Misi: Bunuh Drago dan Dapatkan Bewilderbeast Drago.]


[Hadiah: 3x Tiket Lotere, 300 Savior Coin.]


[Hukuman: Tidak Diketahui.]


[Apakah Anda ingin menerima misi?]


"Tahan, Sistem." Agler berkata lalu menunduk merenung sesaat mengenai misi ini. "Bewilderbeast? Drago?"


"Terdengar familiar di telingaku," gumam Agler mengingat satu nama yang pernah dia dengar.


"Aha! Aku tahu itu." Satu ingatan terbesit di kepalanya, lalu dia berkata, "Apakah itu dunia Bagaimana cara untuk melatih nagamu?"


[Benar, Tuan. Misi saat ini adalah dunia itu.]


"Sebentar, Sistem. Aku ingin bertanya mengenai misi ini." Agler mengubah wajahnya terheran.


"Bewilderbeast bukannya aku sudah mendapatkannya?"


[Benar. Tujuan Sistem untuk meminta Tuan Rumah mendapatkan Bewilderbeast milik Dragon adalah agar Bewilderbeast itu tidak lagi menjadi ancaman di dunia tersebut.]


Mendengar alasan dari Sistem, Agler mengerti apa yang dimaksud.


"Baiklah, tidak ada yang salah untuk menambahkan mitra dan teman."


Memegang dagunya sambil sedikit mengangguk. Dipikir lagi memang bukan hal buruk untuk merekrut naga itu, semakin banyak pendukung semakin baik.


[Apakah Anda yakin ingin menerima misi ini?]


"Tentu aku terima!" Agler berkata dengan semangat.


Tak bisa dia tolak untuk bepergian ke dunia lain.


Akhirnya dia berkesempatan untuk pergi ke dunia fiksi yang pernah dia tonton di kehidupan sebelumnya, dia tidak sabar untuk bertemu pemeran utama di sana.


[Mulai memindahkan...]


Cahaya putih bersinar di sekujur tubuh Agler, sosoknya perlahan mulai memudar bersamaan dengan cahaya yang terus bersinar semakin terang.


Beberapa detik kemudian cahaya yang terang menghilang tanpa meninggalkan jejak.


...----------------...


"Kita melakukannya!"


Seorang pemuda berambut cokelat sedang menaiki seekor makhluk bersayap yang besar. Wajahnya penuh kepuasan karena telah melakukan yang hebat.


Makhluk bersayap berwarna hitam ini melakukan manuver yang keren sebelum mendarat di tanah, seorang pemuda itu turun dari punggung makhluk itu lalu melemparkan sebuah benda seperti pedang yang diselimuti api pada bilahnya.


Senjata berapi itu tertancap di depan tangan seorang pria yang hendak mengambil sesuatu.


Seorang pria itu terkejut saat dilempar benda berapi itu, lalu menatap tajam pemuda yang tidak jauh di depannya.


Ketika hendak berbicara, makhluk yang lebih besar yang ada di belakangnya bergerak.


Hidung makhluk besar itu menghembuskan nafas pada pemuda yang melempar pedang, setelah itu mengeluarkan nafas es hijau dari mulutnya.


"Oh, Tidak!" Pemuda itu berteriak dan ingin mundur menghindari serangan ini, tetapi tidak sempat.


Makhluk besar yang menjadi tunggangannya itu berlari mendekati Pemuda itu.


"Argh!"


Mereka berdua terkena serangan nafas es dan terperangkap oleh es yang membeku.


Melihat ini, seorang wanita tua turun dari punggung hewan aneh dan segera menghampiri es besar yang menutupi pemuda tersebut beserta makhluk besarnya. Wajah wanita tua itu nampak sedih dan panik, sambil memukul es berwarna hijau yang keras ini berharap sesuatu akan terjadi.


Pria yang melihat ini, hanya tertawa dan tersenyum senang. Sesuai dengan keinginannya, pemuda yang bertarung dengannya akhirnya terkena serangan makhluk besarnya.


"Tidak, Tidak, Hiccup!" Wanita ini memanggil nama seseorang sambil mencoba menghancurkan karang es.


Nama itu tidak lain dan tidak bukan adalah pemuda yang terkena serangan es dengan makhluk hitam besarnya, yakni Toothless naga hitam yang dapat berkamuflase di malam hari.


Wanita yang mencoba menolong adalah Valka, ibu dari Hiccup.


Seorang pria tua dan wanita juga melihat ini dengan sedih dan khawatir.


Tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi.


Sinar biru muncul dari karang es berwarna hijau, sinar biru itu terus memancar dari dalam dan semakin terang. Suara dengungan memberitahu sekitar bahwa ini akan meledak.


Ibu Hiccup yang melihat ini langsung mengubah ekspresinya dan segera mundur.


Tak lama kemudian.


Boom!


Es besar itu meledak, melemparkan bongkahan es kecil ke segalah arah.


Asap menutupi sumber ledakan sementara.


Orang-orang berpakaian seperti di zaman viking memusatkan pandangannya pada es yang meledak barusan.


Beberapa detik berlalu, asap menghilang, dan kemudian seseorang bersorak tiba-tiba.


Sontak yang lain pun ikut bersorak karena melihat Pemuda yang terkena es masih hidup.


Naga hitam yang bersama terkena es telah berubah, Toothless menjadi lebih kuat. Kini Toothless memiliki warna tambahan pada tubuhnya, yaitu berwarna biru di kepala, dalam mulutnya, dan beberapa bagian tubuhnya.


Roarrr!


Toothless meraung keras menunjuk pada makhluk besar di depannya yang mirip dengan makhluk yang dimiliki oleh Agler.


Di depan Toothless adalah seekor naga Alpha atau Bewilderbeast, namun warnanya lebih gelap dengan yang dimiliki Agler.


Setelah meraung, Toothless melirik Hiccup yang sekaligus memberi isyarat padanya.


Sosok Toothless melompat sambil mengepakkan kedua sayapnya beberapa kali, ia mendarat dan berdiri di atas es yang memanjang ke atas.


Lalu Toothless meraung kembali dengan intens.


Roarrr!


Raungan ini membuat bewilderbeast marah dan tidak ingin kalah, dia pun membalas dan meraung keras ke arah Toothless.


Grahhh!


Dua makhluk ini, yang memiliki perbedaan ukuran besar yang sangat jauh berbeda saling mengaum satu sama lain.


"Dia menantang Alpha itu!" Hiccup berkata sambil memandangi Toothless yang tidak jauh di depannya.


"Untuk melindungimu!" sahut Valka ibu Hiccup.


Mereka berdua menatap Toothless dengan kagum.


Bum!


Toothless menembakkan bola plasma dari mulutnya menuju Bewilderbeast.


Bewilderbeast memekik kesakitan karena ditembaki serangan ini.


Tidak peduli naga besar di depannya menjerit kesakitan, Toothless terus menembaki bola biru plasmanya dan terus menyerang.


Grahh!


Tubuh besar Bewilderbeast bergerak tidak jelas karena kesakitan sehingga kontrol terhadap naga yang terbang di belakangnya menghilang.


Naga-naga yang terbang di belakangnya mendapatkan kembali kesadarannya.


Bum!


Bum!


Kumpulan naga di belakang Bewilderbeast Drago langsung melihat Toothless yang masih menyerang Bewilderbeast setelah kesadarannya kembali.


Roarr!


Toothless meraung keras yang ditujukan kepada naga-naga yang berada di belakang naga besar Bewilderbeast.


Segera naga-naga itu terbang kepada Toothless dan berpindah untuk membantu Toothless.


"Tidak!" Drago panik melihat naga-naga yang terbang kepada Toothless.


"Tidak, Tidak, Tidak!" Drago berteriak sambil mendekati Bewilderbeast miliknya.


Setelah mendekat, Drago naik ke gading besar Bewilderbeast sambil berteriak pada naganya, "Bertarung kembali! Bertarung lagi, balas dia!"


"Ada apa denganmu!" Drago berteriak marah pada Bewilderbeast miliknya yang tidak bisa berbuat apa-apa.


Tatapannya berpindah pada naga-naga yang semuanya telah berpindah dan mendukung Toothless.


Orang-orang yang berpakaian seperti suku Viking ini ikut muncul dan berjalan ke depan, seolah mereka telah bangkit dari kekalahan, hal ini bertepatan dengan naga yang telah berpihak pada Toothless yang mendukung orang-orang ini.


Kini, naga dan manusia benar-benar bersatu dan saling membantu, tampilan ini sangatlah menakjubkan.


Toothless berhenti menyemburkan nafas plasmanya dan turun ke tanah.


Melihat ini Hiccup segera naik dan menunggangi Toothless.


Kemudian Toothless kembali lagi dan naik ke atas es yang tinggi ini.


"Sekarang kamu mengerti! Ini adalah apa yang didapatkan dari kesetiaan naga!" Hiccup berkata dengan lantang dan tegas sembari menatap serius pada Drago yang berdiri di tubuh Bewilderbeast.


Drago hanya melihat Hiccup sembari menarik nafas dengan berat.


"Biarkan ini berakhir sekarang!" kata Hiccup dengan tegas tanpa takut.


"Tidak akan, itu tidak akan!" jawab Drago dengan wajah yang tidak mau.


Di detik saat Drago ingin menyuruh Bewilderbeast menyerang dan memulai pertempuran.


Suara lain mendahuluinya dan terdengar oleh telinga semu orang yang ada di sini.


"Itu pasti terjadi."


Seketika suasana itu menjadi hening, secara bersamaan orang-orang melihat ke atas langit, karena sumber suara berasal dari atas kepala mereka.


"Apa itu?!" Valka terkejut saat melihat sosok yang berbicara.


Seorang pemuda yang memakai baju perang aneh yang belum pernah dilihat oleh orang-orang di sini sedang melayang di udara tanpa bantuan apa pun.


Wajah pemuda ini sangat tampan, wanita-wanita teman Hiccup bahkan tidak sadar mereka memerah karena tersipu.


Semua orang membelalak, mereka tidak mengerti dengan orang ini.


"Siapa kamu!" Hiccup bertanya dengan suara yang keras pada pemuda yang melayang di atas naga-naga yang sedang terbang.


"Aku? Aku adalah temanmu, Hiccup." Pemuda itu tersenyum ramah dan menjawab pertanyaannya.


"Temanku?" Hiccup bingung dengan jawaban pemuda ini.


Kemudian dia melihat pemuda ini perlahan turun dari ketinggian tinggi.


Naga-naga itu segera mendekati pemuda itu untuk meminta disentuh, sesuai dengan keinginan naga ini, Pemuda itu mengulurkan tangannya dan menyentuh sebagian kepala naga-naga ini.


Tidak lama pemuda itu mendarat di tanah.


"Kau turun dahulu, Hiccup." Pemuda itu meminta Hiccup untuk turun dari es panjang itu.


"Oke," balas Hiccup.


Toothless turun di depan Pemuda ini dan mencoba mengendus-endus.


Hiccup setelah melihat pemuda ini beberapa detik langsung memiliki kesan yang baik dan tidak merasa bahwa pemuda di depannya adalah orang yang jahat.


"Kenalkan, aku adalah temanmu Hiccup, namaku Agler," ucap Pemuda itu lalu mengulurkan tangannya.


Pemuda ini adalah Agler yang baru saja sampai di dunia ini.


Melihat tangan yang mengulur ke arahnya, Hiccup segera menjabatnya, dan berkata, "Aku Hiccup. Dari mana kamu tahu aku?"


"Nanti aku akan memberi tahu soal itu, Hiccup. Saat ini kita harus mengalahkan orang jahat itu." Agler menunjuk Drago yang berdiri di tubuh Bewilderbeast dan berkata.


"Tidak, Tidak." Tiba-tiba Agler menggelengkan kepalanya. "Tapi aku yang akan mengalahkannya."


"Kerja bagus, Toothless!" Agler mengusap kepala Toothless lembut.


"Hei jangan sendiri, kita bisa bersama-sama." Hiccup memanggil Agler untuk tidak melakukan hal itu.


"Tidak, Hiccup. Kau cukup melihat apa yang aku lakukan." Agler menjawab tanpa memandang Hiccup, pandangannya masih terpaku pada sosok Drago.


"Berani sekali kau, bocah!" Drago masih diselimuti kemarahan dan kesombongan, dia berkata sambil menunjuk Agler.


"Ck, ck." Agler mendecakkan lidahnya sembari menggelengkan kepala.


Kemudian dia berjalan ke depan.


Dalam pandangan semua orang, sosok Agler perlahan meninggalkan tanah tempat mereka berpijak.


Agler terus terbang semakin tinggi hingga dia berhenti di ketinggian yang sama dengan tinggi Bewilderbeast Drago.


"Keluarlah naga-nagaku." Agler berkata tanpa emosi, tetapi terdengar oleh semua orang.


Seketika portal merah terbuka di langit yang penuh awan.


Selanjutnya segerombolan naga merah muncul dari portal itu dan keluar bersamaan.


Naga-naga merah dan beberapa warna yang lain keluar dan memenuhi langit sekitar daerah suku Hiccup.


Dalam sekejap naga-naga menutupi langit hingga beberapa kilometer. Lalu portal itu menghilang.


"I-ini!" Hiccup terperangah menatap naga-naga yang muncul dari sebuah lubang merah di langit.


Matanya beralih pada Agler yang melayang tinggi di langit.


Semua orang pun ikut terkejut, bahkan Astrid terpesona melihat ini, teman-teman Hiccup memandang tidak percaya pada naga yang terbang dan bergabung dengan naga asli dunia ini.


Mereka semua belum pernah melihat naga yang muncul ini.


Jumlah total naga pasukan Toothless tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan naga yang datang dari lubang merah.


"Kenapa ini?!" Drago berkata dengan nada yang tidak percaya, dia benar-benar putus asa sekarang.


"Ini adalah naga-nagaku, tapi sepertinya kamu masih belum menyerah. Aku harus menunjukkan nagaku yang lain," kata Agler sambil menatap main-main Pria berambut panjang dan berpakaian suku Viking ini.


"Keluarlah Ancalagon, Bewilderbeast, dan Ghidorah!"


Sekali lagi sebuah portal muncul kali ini berwarna hitam total.


Seekor monster yang mirip dengan Bewilderbeast keluar dari portal itu, namun terlihat sedang dicengkeram oleh sesosok makhluk.


Naga berkepala tiga bersisik emas dengan ukuran yang besar, lebih dari 230 meter, muncul sambil membawa Bewilderbeast di kakinya.


Graaahhhhhh!!!


Ketiga kepala ini mengaum kencang, menandakan bahwa ada kehadiran dirinya di dunia ini. Naga ini adalah Ghidorah.


Naga-naga yang banyak ini terdiam dan menunduk saat mendengar raungan yang menggelegar.


Sehabis mengaum, naga berkepala tiga ini turun merendahkan ketinggian dia terbang. Naga-naga yang Agler dapatkan dari dunia Solev memberikan jalan untuk Ghidorah. Cengkraman kaki Ghidorah terlepas dan membuang Bewilderbeast ke laut dekat pulau suku Berk atau suku Hiccup.


"Naga apa ini?!" Tuffnut dan Ruffnut kembaran yang berbeda jenis kelamin berkata tanpa sadar setelah melihat Ghidorah.


Keduanya adalah penunggang naga berkepala dua, pantas dia tertarik dengan Ghidorah.


"Apakah itu Alpha?!" Valka bertanya pada Hiccup.


"Sepertinya, warnanya sama dengan Bewilderbeast milikmu, Ibu." Hiccup menjawab.


"Ta-tapi, dia sudah mati. Apakah ini Bewilderbeast yang lain, selain dua yang telah kita lihat sekarang ini." Valka bergumam bingung sambil melihat ke laut tempat Bewilderbeast dijatuhkan oleh Ghidorah.


Tidak sampai di situ, hal yang luar biasa terjadi dari lubang hitam ini.


Sebuah kepala naga yang sangat besar, keluar dari lubang hitam yang menggantung di langit, lalu secara perlahan naga itu keluar memperlihatkan keseluruhan tubuhnya.


"I-ini, apakah masih bisa disebut naga?!" Hiccup berkata tanpa disadari olehnya saat melihat sosok naga paling besar yang pernah dia lihat sebelumnya.


Seekor naga yang memiliki besar yang di luar bayangan orang-orang di sini, ukuran total tubuh sekitar lebih dari 700 meter. Tampilan naga ini sangat mendominasi.


Tapi, Ghidorah dan Naga ini masih memiliki tingkat kekuatan yang berbeda, Ghidorah menang jika bertarung dengan naga besar ini.


Benar, ini adalah Ancalagon yang cepat tumbuh karena sering makan di ruang psikis yang menyediakan makanan tanpa habis.


Semua orang terpana ketika melihat sosok Ancalagon yang besar, sebagian orang-orang ini ketakutan sampai kakinya bergetar tak mampu berdiri.


Drago ketika melihat ini langsung merasa putus asa yang paling dalam, tubuhnya seketika lemas, bahkan dia berlutut dia atas tubuh Bewilderbeast.


Sekarang dia tidak punya kesempatan untuk menang.


Bewilderbeast milik Drago pun terdiam, dia merasakan hawa berbahaya dari ketiga naga yang paling besar.


Agler yang melihat ini langsung tersenyum.


"Kau tidak ingin semua ini berakhir? Atau kau ingin melanjutkan pertempuran DENGANKU?" Agler sengaja berkata dan sengaja menekankan kata terakhirnya.


Seringai yang mengerikan muncul di wajah Agler, dia menatap Drago seperti memandangi seekor semut yang mudah untuk dibunuh.