Savior System

Savior System
Bab 149 : Hadiah yang Memuaskan


Hampir tiga hari Agler tinggal di suku Berk, beberapa pengalaman yang hebat dan menyenangkan dirasakan olehnya di sini.


Setelah satu hari semenjak Misi Sepuluh Ribu Dunia telah selesai dia kerjakan, orang-orang suku Berk melakukan perayaan pesta kemenangan dengan makan-makan di malam hari.


Pada kesempatan ini Agler memperkenalkan makanan pada orang-orang yang berpenampilan seperti orang zaman viking ini. Nasi goreng, Bakso, Cilok, Seblak, Pizza, Rawon, Papeda, dan beberapa makanan khas Indonesia dan negara lainnya, Agler keluarkan dan membiarkan orang-orang ini mencobanya.


Ekspresi wajah mereka saat mencoba makanan itu semua sesuai dengan keinginan Agler, mereka bersorak dan berteriak karena makanan yang dia keluarkan terasa begitu lezat.


Makanan yang aneh seperti pizza yang pipih dan bakso berbentuk bola mereka begitu tertarik, makanan yang lain pun mereka coba, tidak ada yang mereka bilang tidak enak dari semua makanan.


Bir The End of History Brewdog Brewery dia keluarkan untuk mereka jumlah total yang dia keluarkan hampir dua ratus botol.


Agler menghabiskan lebih dari 200 Savior Coin untuk mengeluarkan ini semua.


Orang-orang di sini bergembira dan menari-nari, beberapa wanita mengajak Agler untuk menari bersama, namun dia menolak. Dia tidak ingin menari, sudah cukup hanya dengan melihatnya.


Hari kedua semua orang mempersiapkan mengadakan lomba menunggangi naga untuk diadakan pada hari ketiga, Agler membantu mereka dengan membuat bangku penonton dari tumbuhan dan beberapa logam untuk armor para naga di sini.


Suku Berk sudah tidak aneh lagi dengan Agler yang dapat mengeluarkan sesuatu yang menakjubkan, meski begitu mereka masih merasa takjub dan luar biasa dengan apa yang Agler tampilkan.


Terlepas dari kehebatan Agler yang di luar pemahaman mereka, semua orang tetap bersosialisasi dengan Agler, tapi mereka bersikap sopan.


Agler sudah memperingati mereka untuk perlakukan dia layaknya seorang teman. Tetapi, mereka tidak bisa seperti itu.


Hari ini adalah hari ketiga Agler tinggal, hanya tersisa setengah jam untuk pergi.


Duduk di bangku penonton, memandang Hiccup dan kawan-kawan terbang bersama dengan naga mereka masing-masing, mereka sedang berlomba memasukkan domba ke dalam sebuah lubang atau keranjang. Siapa yang paling cepat, dia adalah pemenangnya.


Beberapa menit berjalan, Agler masih memandangi mereka semua dengan wajah yang tersenyum, meski permainan ini sangat sederhana namun rasa seru getaran kebersamaannya begitu terasa.


Mengambil handphonenya dari ruang sistem, Agler mengambil gambar saat Hiccup bersama dengan Toothless memasukkan domba ke salah satu keranjang.


Orang-orang sontak bersorak gembira, suku di sini begitu erat asas kekeluargaannya, mereka saling bekerja sama dan saling berduka dan suka bersama. Semuanya orang di sini sangat peduli meski tidak semuanya, pasti ada saja orang yang diam-diam benci orang-orang yang baik ini.


[Ding!]


[Pengingat waktu yang tersisa untuk pergi dari dunia ini adalah tiga menit lagi.]


[Harap Tuan Rumah bersiap.]


Suara mekanis terdengar dari benaknya, Sistem mengingatkan dirinya bahwa waktu hampir habis untuk tinggal di dunia ini.


Respon Agler hanya tersenyum dan mengangguk, sudah waktunya ia pergi.


Saat dia keluar daei bangku penonton, Hiccup berpapasan melihat Agler yang berjalan keluar.


Tiba-tiba timbul perasaan yang tidak enak, Hiccup meminta orang-orang untuk memberhentikan acara ini untuk sesaat.


"Agler!" panggil Hiccup dari jauh dan menghampirinya bersama Toothless.


Di depan bangku penonton, Agler sedang berjalan ingin menghampiri tangga, berniat untuk turun dari bangku penonton yang tinggi ini dan pergi. Tapi dia terhenti saat melihat Hiccup, Astrid, dan teman lainnya datang menghampirinya.


Mendarat di samping tempat pengumuman juara, Hiccup dan yang lainnya turun dari punggung naganya masing-masing dan pergi ke Agler.


"Agler! Kau mau ke mana?" Hiccup berhenti di depan Agler dan dia bertanya penuh rasa ingin tahu.


Agler tidak langsung menjawab, melainkan dia diam terlebih dahulu dan melihat Hiccup serta teman-teman yang lainnya datang.


"Aku sudah memberitahukan mengenai waktu aku akan pulang dan kembali ke tempat asalku. Sekarang adalah waktunya aku pulang." Agler berkata dengan serius pada Hiccup yang ada di hadapannya.


Mendengar perkataan Agler, orang-orang suku Berk langsung mengubah wajahnya menjadi sedih, mungkin mereka terbiasa dengan kebaikan Agler dalam membantu orang-orang suku Berk, mereka merasa kehilangan jika Agler pergi.


Hiccup dengan temannya pun langsung merasa sedih, wajahnya memelas dan pasrah, sejujurnya Hiccup ingin menahan Agler untuk tidak pergi, tapi dia berpikir dua kali, dia tidak bisa menahan seseorang atas keputusannya.


"Jangan bersedih, mungkin aku akan kembali ke sini lagi dan bertemu kalian semua." Menepuk pundak Hiccup dan Agler berkata sambil tersenyum.


Mata Hiccup berbinar saat Agler berkata seperti itu.


Memastikan apa yang dikatakan Agler itu tidak salah, Hiccup berkata, "Benarkah? Kau tidak berbohong, bukan?"


Teman-teman Hiccup menatap Agler dan menunggu jawaban darinya.


Melihat ini, Agler mengangguk dan menjawab dengan jujur, "Benar, aku usahakan untuk kembali ke sini lagi."


Sebetulnya Agler belum pasti mengenai apakah dia bisa pergi ke dunia ini lagi atau tidak, tapi dengan Sistem semuanya bisa saja terjadi.


Dia berharap semoga itu akan terjadi.


"Syukurlah." Hiccup menghela napas panjang setelah mendengar ucapan Agler.


Wajah orang-orang di sini juga berubah menjadi lega, tak begitu sedih seperti di awal tadi.


"Jika ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Jangan terlalu sedih, Hiccup." Agler menepuk-nepuk bahu Hiccup beberapa kali sebelum dia akhirnya bergerak mundur dalam beberapa langkah menjauhi mereka.


Para suku Berk terdiam dan matanya terfokus pada Agler yang mundur ke ruang yang luas.


Berdiri di ujung depan bangku penonton, memandang kembali semua suku Berk. Hiccup dan teman-temannya


Dalam pandangan mereka semua, tangan Agler terentang lebar. Mereka semua belum mengerti apa yang dilakukan oleh Agler.


Namun, di detik berikutnya.


Belakang baju Flugel yang Agler kenakan terdapat tiga pasang sayap yang membuka lebar.


Enam buah sayap yang putih dan bersih ini sangat besar, melebihi sayap Toothless.


Adegan ini membuat Hiccup dan orang-orang semuanya tercengang, mulut mereka terbuka sangat lebar dengan mata yang membelalak terkejut.


Dua sayap tumbuh lagi dan ini berbeda dengan enam yang di awal. Sayap ini terbuat dari api biru-ungu yang berkobar, selain itu lebih panjang dan lebar. Tapi, sayap ini tidak membakar sesuatu di sekitar, ia mengatur suhu sayap Phoenix ke suhu hanya beberapa derajat celsius.


Mengibaskan kedelapan sayapnya di belakang punggungnya, Agler siap untuk pergi dari dunia ini.


Angin yang dihasilkan oleh sayap-sayap ini begitu besar, baju, rambut, bendera, dan kain berkibar akibat angin ini, meski begitu angin yang dihasilkan oleh empat pasang sayap Agler ini tidak merusak, sebab Agler menahannya.


[Hitung waktu mundur: 10, 9, 8 ....]


Waktu mundur dimulai, hanya beberapa detik sebelum Agler pulang.


"Selamat tinggal semuanya," ucap Agler sambil melambaikan tangan kanannya.


Hiccup dan para suku Berk merespon Agler dengan lambaian tangan kembali.


Melihat ini Agler tersenyum cerah. Penampilan Agler saat ini terlihat suci, dengan sayapnya nampak seperti seorang malaikat bersayap delapan.


Whooshhh!


Dengan kepakan semua sayapnya, seluruh tubuh terangkat cepat menuju langit yang masih berwarna biru, cahaya putih cerah nampak di titik Agler terbang, dan akhirnya sinar putih menghilang.


"I-ini?" Astrid tak bisa berkata-kata lagi setelah melihat Agler menghilang di atas langit.


Hiccup dan teman lainnya pun sama, mereka hanya bisa menatap langit tempat Agler lenyap meninggalkan dunia ini.


Para naga pun nampak sedih setelah kepergian Agler. Efek gelar King of Dragon secara tidak langsung membuat kesan pertama naga terhadap Agler manjadi positif dan baik.


"Apakah kita berteman dengan makhluk yang belum kita ketahui?" Hiccup yang telah tersadar lebih awal bertanya pada temannya yang belum pulih.


Tuffnut menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya sendiri, menatap Hiccup dia berkata, "Sepertinya begitu, tapi dia mengaku bahwa dia seorang manusia."


Astrid yang mendengar suara mereka langsung pulih dan bergabung dengan obrolan mereka. "Mungkin saja dia itu adalah manusia tetapi berbeda, mengingat dia bukan dari dunia ini, mungkin dunia yang dia tinggali semuanya memiliki bentuk yang sama dengan Agler."


Pernyataan yang diberikan oleh Astrid itu masuk akal, Hiccup dan kawan-kawan mengangguk.


"Dia memiliki begitu banyak naga, jika naga di sini dihitung jumlahnya, itu masih kalah dengan total naga yang dia punya. Ingat, dia memiliki dua Alpha yang menurut kita sangat besar, namun Agler masih memiliki yang lebih besar, salah satunya sebesar gunung." Snotlout berbicara penuh kekaguman pada Agler. Dia berharap suatu saat nanti bisa seperti Agler yang luar biasa.


"Tidak peduli dengan apa Agler itu, dia tetaplah teman kita." Hiccup memandang teman-temannya dengan wajah serius. "Jika dia memang begitu spesial, kita harus membuat tanda bahwa Agler pernah datang ke sini, bukti jika seseorang yang aneh dan begitu spesial datang ke sini dan menolong suku Berk."


"Bagaimana dengan kalian?" tanya Hiccup pada temannya.


"Kau ingin membuat ukiran seperti ayahmu, namun bergambar mirip Agler?" Snotlout bertanya kembali.


"Benar, atau mungkin yang lain, kita pikirkan lagi yang lebih cocok." Hiccup mengangguk.


"Aku setuju!" Gobber tiba-tiba ikut berkumpul dan menyumbang suara.


"Aku juga!" Tuffnut mengungkapkan pendapatnya.


"Aku pikir itu baik-baik saja."


Semua orang setuju dengan tawaran Hiccup dan mereka semua segera menyimpan rencananya. Sekarang waktunya melanjutkan perlombaan.


...----------------...


Cahaya putih bersinar terang muncul secara tiba-tiba di permukaan matahari, sampai-sampai sinar ini lebih unggul dari sinar yang terpancar dari matahari.


Bayangan manusia muncul setelah cahaya menghilang, sesosok pemuda bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek muncul.


Pemuda itu berbaring lagi di panasnya permukaan matahari.


"Mereka begitu baik, seperti di filmnya, Hiccup dan temannya adalah orang yang baik dan peduli dengan para naga."


Agler yang telah sampai di dunia nyata segera berbaring dan bergumam seraya mengingat lagi apa yang terjadi di dunia Hiccup.


Sangat berkesan selama tiga hari di sana sehingga membuat Agler masih memikirkan kebahagiaan di sana.


"Aku punya tiket lotere sekarang. Mumpung aku masih merasa senang hari ini, lebih baik aku memutar lotere." Agler pikir sekarang waktu yang baik untuk menarik hadiah dari lotere.


"Kalau begitu aku akan memutar lotere!" Agler memutuskan untuk memutar lotere sekarang.


"Ada berapa tiket lotere yang aku miliki sekarang, Sistem?" tanya Agler pada Sistem.


[Tiket Lotere tersedia 4 buah.]


Agler tersenyum mendengar ini, cukup banyak, lotere sebanyak ini bukanlah masalah.


"Aku ingin memutar lotere sekarang!" Agler berkata dengan tegas.


[Ding! Memulai memutar lotere ....]


Sebuah benda bulat yang selalu dia lihat setiap dia memutar lotere, kini muncul lagi.


Benda itu mengeluarkan empat bola dengan warna yang berbeda dan melayang di hadapan Agler.


Bola ini tidak meleleh meski sekarang ada di permukaan matahari, pada dasarnya bola ini adalah hologram yang tak berwujud dan dapat meleleh karena suhu panas.


Satu per satu bola itu memancarkan sinarnya dan mengungkapkan isi di dalamnya.


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Item Buah Gura Gura no Mi dari Whitebeard One Piece!]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Item Cup dari Narusawa Ryoka Occultic;Nine!]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Binatang Psikis Karathen dari Aquaman DC universe!]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Karakter Tsunade dari Naruto Shippuden!]


[Tiket Lotere Telah Digunakan!]


Agler melebarkan kedua matanya setelah mendengar suara Sistem yang menyebutkan isi dari keempat bola yang mengambang ini.


[Apakah Anda ingin mengintegrasikan hadiah satu per satu?]


"Boleh," ucap Agler tanpa sadar.


[Mulai mengeluarkan Gura Gura no Mi ....]


Mendengar suara mekanis ini, Agler langsung tersadar dan langsung menghilang di tempat ia berbaring sebelumnya, tiba-tiba di muncul di langit Aquater tanpa pengintaian dari segala pihak. Jarvis otomatis menjaga privasinya terhadap penguasa di dunia ini


Sebuah cahaya muncul di hadapannya, tangan Agler terulur untuk mewadahi buah ini ketika jatuh.


Cahaya memudar dan menunjukkan satu buah yang aneh, buah itu langsung jatuh tepat di telapak tangan Agler.


Buah berbentuk seperti pir, tetapi memiliki pola di sekujur buah juga berwarna biru sepenuhnya. Buah ini sangat aneh, tapi Agler telah melihat yang serupa sebelumnya.


[Gura Gura no Mi: Buah Iblis dari Dunia One Piece yang memiliki kemampuan untuk memberikan pemakannya kekuatan mengendalikan getaran atau gempa. Dapat membuat pulau bergoyang, laut Tsunami, cuaca badai, dan gelombang kejut yang sangat kuat. Seberapa kuat buah ini, itu tergantung pemiliknya. Kelemahan air laut telah dihilangkan.]


[Silahkan dikonsumsi.]


Tanpa bertele-tele, buah ini segera Agler makan tanpa tersisa.


Mengabaikan bau busuk dan kotoran, ia memakannya hingga tuntas tanpa ada yang tersisa.


Tidak menunggu beberapa detik untuk menyatu, suara Sistem terdengar lagi.


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Mendapatkan Kemampuan Manipulasi Getaran!]


Gelombang hangat yang asing menyebar ke setiap sel yang ada di tubuh Agler, seolah sesuatu yang asing itu menyatu pada sel di tubuhnya.


Proses ini berlangsung tidak lebih dari dua menit, sesuatu yang asing menghilang dengan sendirinya.


"Apakah ini yang disebut kekuatan milik WhiteBeard?" Agler melihat ke sekujur tubuhnya yang telah mengenakan pakaian Superman hitam.


"Aku merasa sedikit kuat," gumam kecil Agler. "Aku tidak sabar untuk mencoba kekuatan ini.


"Tapi sebaiknya aku menerima hadiah berikutnya." Agler langsung berubah pikiran dan berkata.


"Hadiah selanjutnya itu apa, Sistem?" tanya Agler pada Sistem.


[Item Cup dari wanita berdada besar yaitu Narusawa Ryoka.]


"Uhuk! Uhuk!" Agler tersedak setelah mendengar hadiah selanjutnya.


"Simpan di ruang penyimpanan sistem terlebih dahulu, nanti aku akan ambil." Agler berkata dengan malu.


[Item telah diletakkan di dalam ruang sistem!]


"Oke-oke. Kembali ke hadiah selanjutnya, Sistem." Agler berkata dengan wajah tidak sabar. Kalau dirinya tidak salah, hadiah ketiga ini cukup luar biasa.


[Karathen: Seekor makhluk laut purba yang sangat besar dan hidup, dan salah satu makhluk paling kuat di Bumi DC Universe. Makhluk ini menjaga Triden of Altan selama ribuan tahun lamanya, memiliki sifat yang setia dan integritas. Ukuran tubuhnya adalah 2 mil setara dengan 3.218 meter.]


"Sial! Lebih besar dari Ancalagon!" seru Agler yang tercengang setelah mengetahui ukuran makhluk ini.


Perbandingan ukuran dengan makhluk yang besar yang dia punya, yakni Ancalagon, sangatlah jauh berbeda. Bayangkan makhluk berukuran tujuh ratus meter dengan tiga kilometer disandingkan bersampingan, sangat nampak jelas Karathen jauh lebih besar.


Semoga saja Ancalagon tidak minder dan tetap percaya diri dengan ukuran tubuhnya.