Savior System

Savior System
Bab 41 : Memusnahkan Draith Pt 06


Setiap Golem yang beregenerasi akan mengkonsumsi energi bola elemen yang ada di tubuhnya.


Seperti halnya FlameGolem yang telah hancur berantakan, tetapi di detik berikutnya Golem itu menjadi utuh kembali.


Dan itu bukan tanpa sebab, melainkan karena Bola Api yang ada di dadanya belum padam dan FlameGolem masih bisa beregenerasi dengan menggunakan energi Bola Api-nya.


Semua FlameGolem dengan cepat mundur sejauh 2 kilometer dari Drithaur yang sedang mengamuk.


Drithaur melangkah ke depan, dengan cepat berlari menuju FlameGolem yang terdekat darinya.


Empat kaki itu melangkah seperti badak yang sedang berlari kencang, bertujuan untuk menyeruduk dan menghempaskan apapun di depannya.


Tanah yang terlihat kokoh langsung retak setelah dilalui oleh Drithaur.


Energi merah yang menyerupai asap kabut berwarna merah dan dapat dilihat dengan mata telanjang keluar dari seluruh bagian tubuh Drithaur.


Aura itu dapat merusak apapun yang disentuh oleh energi itu.


Jika ada manusia biasa didekatnya dan tak sengaja terkena energi ini, sudah pasti manusia itu hancur tanpa dia sadari.


Tidak lama jarak Drithaur sudah sangat dekat dengan salah satu FlameGolem.


Mengayunkan mace rantainya dengan cepat hampir tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa.


Bola berduri dibungkus energi merah yang terikat oleh rantai langsung terlempar ke arah tubuh FlameGolem.


Spontan FlameGolem melindungi dirinya dengan kedua tangannya yang disilang ke depan.


Serangan Drithaur menghantam keras lengan FlameGolem, diikuti oleh suara bergemuruh, kedua tangan Golem hancur seketika, seperti tidak ada pertahanan sama sekali ketika dipukul oleh bola itu.


Jelas sekali perbedaan tingkat kekuatan diantara mereka berdua, dilihat dari ukuran saja kita bisa tahu siapa yang lebih kuat.


Tapi tidak berhenti sampai disitu, bola berduri itu terus menghantam hingga ke bagian kepala Golem.


Tubuh atas Golem hancur berantakan dan menyisakan bagian pinggang sampai kaki golem yang masih mempertahankan postur berdiri.


Bola Api di dada FlameGolem juga terkena pukulan hebat itu dan langsung terlempar jauh sampai ratusan meter.


Setelah mendarat dan berhenti di tanah, Bola Api itu mulai memadatkan tanah yang ada di sekelilingnya untuk membentuk kembali tubuh Golem.


FlameGolem lainnya segera mendekati Golem itu,


Membuat formasi barisan melengkung di depan golem, untuk menjaga proses pembentukan kembali tubuh golem.


Jika bisa dilihat, jelas sekali Bola Api menjadi jauh semakin kecil dari sebelumnya.


Ukuran diantara Bola Api FlameGolem yang lain dan Bola Api FlameGolem yang dihancurkan Drithaur sangat kontras perbedaannya.


Energi merah itu mengikis sebagian energi Bola Api ketika berbenturan terjadi.


Memandang jauh ke arah FlameGolem yang sedang menjaga FlameGolem yang sudah dia hancurkan tadi.


Grrrrrr.....


Menahan amarahnya, niat membunuh dan aura tak tertandingi semakin mengental.


Energi merah yang dikeluarkan dari tubuhnya bertambah banyak.


Perlahan memutarkan senjata mace di depan tubuhnya, lalu putaran menjadi cepat hingga membentuk pusaran angin.


Energi merah bercampur dengan pusaran yang dihasilkan.


Membentuk tornado merah yang kuat.


Tornado energi merah itu semakin besar dan panjang.


Amogus.


Tanah dibawahnya langsung tergerus hancur oleh Tornado itu.


Tornado energi merah dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat, terbang ke depan menuju barisan FlameGolem.


Jauh dipinggir Terrain, Agler yang melihat pemandangan ini dan langsung membangkitkan minat bertarungnya.


"Masih belum cukup, masih ada jurus yang harus dicoba!"


Menoleh ke sepuluh ThunderGolem-nya yang terlihat estetik dan keren.


"Masuk ke mode Speed-LightingGolem dan serang monster itu ketika serangan-nya sudah selesai!"


Setelah kata itu keluar, LightingGolem segera mengalirkan sebagian energi Bola Petir di telapak tangannya menuju kedua kakinya.


Benang petir kuning menyelimuti kedua kakinya yang ramping, lalu menjalar dari atas ke bawah dan sebaliknya.


Bola Petir di kedua tangan menjadi lebih kecil, dan itu berubah bentuk menjadi Belati Petir dengan besar ukuran 2 meter di kedua telapak tangannya.


Menggenggam Belati Petir di tangannya, sepuluh LightingGolem langsung menghilang ditempatnya.


Hanya bisa melihat debu berterbangan di posisi LightingGolem tadi.


Sepuluh FlameGolem membentuk bersama Perisai Vektor Besar terbuat dari tanah yang dipadatkan dan sedikit bulatan api di tengahnya.


Perisai Vektor yang besar dengan tinggi 35 meter dan lebar 20 meter berdiri kokoh di atas tanah, dipegang satu tangan oleh sepuluh FlameGolem yang saling bertumpuk ke atas.


Tangan yang lain memanjang ke permukaan tanah sebagai penopang perisai agar tidak terdorong ke belakang.


Kemudian Tornado Energi merah milik Drithaur bertabrakan dengan Perisai FlameGolem.


Tabrakan tersebut menghasilkan angin yang kencang, dan tanah yang dipijak para FlameGolem retak dan menguburkan kaki dan tangan yang untuk menopang perisai.


Perisai tidak bisa bertahan lama menahan kekuatan yang dihasilkan Tornado energi merah yang merusak ini.


Garis tanda-tanda ingin hancur muncul di seluruh bagian perisai.


Drithaur akhirnya menghentikan putaran senjata mace-nya.


Pada detik yang sama, Perisai Vektor Besar milik FlameGolem hancur seketika, Tornado yang tersisa langsung meruntuhkan FlameGolem yang ada di balik Perisai.


Tubuh FlameGolem hancur dan Bola Api mereka semua terbang ke segala arah.


Graaaahhhhh!


Mengaum ke atas langit menyatakan kemenangan, Drithaur menghentakkan kaki depannya ke tanah dengan rasa bangga.


Zrett!...


Dengan sekelebat bayangan hitam dan kuning di sekitar Drithaur, tiba-tiba terdapat luka goresan dangkal sepanjang 5 meter di samping tubuh belakang Drithaur, darah hijau mulai menetes keluar.


Luka itu seperti luka sayatan oleh senjata tajam.


Terlalu cepat untuk dilihat sampai Drithaur tidak bisa melihat sosok yang menyerangnya.


Drithaur merasakan sakit dan sedikit sengatan dalam waktu yang bersamaan.


Mengaum!


Dia menjerit kesakitan karena luka yang ada di tubuhnya.


Energi merah langsung mengisi luka itu, darah berhenti mengalir keluar dan luka yang robek perlahan menutup dan akhirnya dalam hitungan detik luka itu hilang sepenuhnya tanpa ada bekas.


Ternyata Drithaur memliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri.


zrettt... zrettt... zrettt...


Beberapa luka kembali muncul lagi di sekujur tubuh Drithaur.


Tetapi energi merah dengan cepat menyembuhkan luka-luka itu.


Drithaur akhirnya melihat sosok yang menyerangnya, dan itu adalah ThunderGolem dalam mode speed yang melukainya dengan menggunakan Belati Petir di kedua tanganya.


Melihat pemandangan ThunderGolem yang terus menyerang dan Drithaur yang sedang mengayunkan mace-nya ke sekitarnya berharap dia bisa memukul ThunderGolem.


Agler menggelengkan kepalanya.


"Terlalu sulit untuk membunuh monster ini dalam waktu cepat!"


Menggunakan mata Tenseigan-nya dan dia dapat melihat adegan energi merah yang menyembuhkan luka Drithaur.


Mengangkat tangan kanannya ke depan, Agler mulai mengendalikan Bola Api FlameGolem.


Sepuluh Bola Api FlameGolem yang terjatuh di tanah bergerak naik ke atas.


Terbang melayang dan berkumpul di satu titik, Bola Api bergabung satu persatu menjadi Bola Api yang besar dengan diameter 7 Meter.


Tanah di sekitarnya terkoyak dan melayang menuju Bola Api itu.


Bola Api mulai membentuk tubuh barunya.


Dalam beberapa menit, sosok Humanoid yang terbuat dari tanah di dadanya terdapat Bola Api yang besar, memiliki 6 lengan dengan kepalan tangan di lilit oleh Api dan tinggi 35 meter muncul berdiri di tanah.


Terlihat mendominasi dan lebih kuat.


Jurus ini Agler namakan dengan sebutan Six Arm-FlameGolem.


FlameGolem mulai bergerak, menekukkan kaki lalu meloncat jauh menuju Drithaur.


Tanah yang jadi pijakan untuk meloncat langsung menjadi lubang retakan.


Melayang jatuh ke bawah dan FlameGolem mendarat tepat di depan Drithaur.


Lalu satu persatu ThunderGolem muncul mengelilingi Dithaur.


Mengaum!


Drithaur mengaum nyaring ke arah Six Arm-FlameGolem dan ThunderGolem yang mengelilinginya.


Pertempuran sengit akan segera dimulai.