Savior System

Savior System
Bab 36 : Memusnahkan Draith Pt 03


Setelah Tiga Draith raksasa itu mendarat di tanah, mereka menoleh ke kiri dan kanan.


Draith raksasa itu tidak menemukan Draith lainnya selain mereka bertiga.


Merasa ada yang tidak beres di tempat ini, mereka bertiga melihat lagi sekelilingnya dan akhirnya menemukan sesosok kecil yang menggantung di udara, jauh di depannya.


Tiga Draith raksasa mulai berjalan mengarah ke sosok itu berada. Setiap mereka melangkah maju ke depan menyebabkan sekitar tanah yang diinjaknya bergetar.


Setelah melihat mereka yang sedang berjalan mendatangi dirinya, Kesadaran Agler segera kembali memasuki Ruang Binatang Psikisnya.


"Ada apa dengan Saviorman?" tanya Presiden Prancis di dalam helikopter.


"Tidak tahu pak," jawab Jendral.


"Kenapa Saviorman diam saja? apakah dia takut melawan tiga monster itu?" Presiden berpikir tentang apa tujuan yang dilakukan oleh Saviorman itu.


......................


Kesadaran Agler muncul di Ruang Binatang Psikisnya dan segera mencari dimana Great Red. sekarang.


Terbang ke arah Gunung Berapi tempat pertama kali Great Red muncul.


Dan Akhirnya Agler menemukan Great Red yang sedang tidur di kaki Gunung.


Great Red merasakan keberadaan Agler dan dia segera bangun dari tidurnya.


Agler pun mendarat di depan Great Red.


"Apakah ada sesuatu tuan?"


"Ya, Apakah kamu ingin bertarung?" tanya Agler.


"Saya suka sekali bertarung Tuan!"


"Oke, tapi mungkin musuh yang kamu lawan jauh lebih lemah dari kamu, tetapi ada energi aneh yang dimiliki musuh. Mungkin kamu akan tertarik," kata Agler.


"Energi aneh? sepertinya menarik apa yang dikatakan tuan."


"Kalau gitu aku akan mengirimkan kamu keluar sebentar lagi."


"Siap Tuan."


Agler mengangguk ke arah Great Red dan segera kesadarannya kembali ke dunia nyata.


......................


Agler perlahan jatuh di tanah, lalu dia menjentikkan jari tangannya, seketika singgasana yang terbentuk dari es muncul di belakangnya. Di singgasana itu terdapat bentuk kepala naga di kedua pegangan tangannya dan tempat Agler bersandar berbentuk kepala naga yang sedang membuka mulutnya.


Segera duduk di singgasana es nya dengan nyaman sambil menaiki kaki kanannya di singgasana-nya dan menonton tiga Draith yang sedang berjala mendatangi dirinya.


Draith raksasa itu berjalan mendekati sosok itu, semakin dekat dan juga semakin jelas apa sebenarnya sosok itu.


Ternyata itu adalah manusia yang mereka benci, Draith itu saling memandang dan tiba-tiba berlari menuju Agler.


"Semangat banget dah."


"Sayangnya lawan lu bukan gua...."


"Keluar Great Red!"


Portal besar muncul seratus meter di belakang Agler.


Seluruh manusia kaget dan khawatir dengan Agler karena dibelakangnya muncul Portal besar lagi, mereka kira itu adalah portal dari monster yang sama.


Beberapa Detik kemudian, Kepala Naga dengan sisik merah dan mata kuning keemasan keluar dari portal besar itu.


"Itu Naga sungguhan?!" tanya Presiden Prancis lagi kepada Jendral.


"Mungkin!" jawab Jendral.


"Apakah itu dari pihak Saviorman?" Presiden Prancis menebak.


"Sepertinya seperti itu pak, ada kemungkinan naga itu adalah rekan Saviorman."


Sementara itu di Negara Wakanda.


"Apaan tuh?" Pemuda yang sedang menonton di rumah temannya menunjuk televisi temannya.


"Itu Naga goblok!"


"Rill or fek cuy?" tanya lagi temannya.


"Rill cuy!"


"Tapi kenapa muncul di belakang Saviorman?"


"Mungkin aja ngebokong kaya di PB."


"Bisa jadi! kita harus ngasih tau Saviorman bahwa ada naga dibelakangnya!!!" Temannya langsung mendekati televisi dan berteriak memperingatkan Saviorman.


Temannya yang pemilik rumah, menggelengkan kepalanya melihat temannya seperti ini lalu berkata, "Udah ga ketolong ini mah."


Kembali ke tempat pertempuran, Great Red segera menampilkan seluruh tubuhnya keluar dari portal.


Melebarkan dua pasang sayapnya lalu mengangkat tinggi kepalanya dan mengaum.


Gruuuuoooohhhh...!!!


Auman yang keras hingga bisa terdengar sampai ke luar kota Paris, dan orang-orang segera menutupi telinganya.


Ketiga Draith itu segera berhenti berlari dan menatap takut ke arah Great Red.


Great Red menatap tiga Draith ini dan dia bisa merasakan kekuatan aneh dari tubuh mereka, mirip dengan kekuatan kekosongan tetapi bukan.


Energi ini sepertinya bisa menghancurkan apapun bila jumlah energinya banyak, tapi sayangnya ketiga Draith ini hanya mempunyai energi ini sedikit.


"Kamu bisa mencoba mereka Red," ucap Agler.


Great Red mengepakkan sayapnya dan terbang menuju Draith itu.


Melihat aura tirani dari Great Red, ketiga Draith ini sebenarnya takut di dalam jiwanya, tetapi karena dia lebih takut dengan Lord of Destruction dan setia kepadanya, mereka mencoba untuk melawan.


Graaahhhh...!


Mereka mengeluarkan semua kekuatannya pada kapak yang dipegangnya.


Ketiga kapak itu diselimuti energi merah yang kental.


Mereka segera berlari menuju Great Red sambil mengangkat kapaknya.


"Ouhh menarik..."


Great Red turun ke medan tempur dan berlari menuju ketiga Draith raksasa.


Mereka akhirnya bertemu.


Ketiga Draith Raksasa memukul keras dengan kapaknya ke tubuh Great Red.


Desing.... Krangg...!


Benturan hebat terjadi di antara kapak mereka dan sisik Great Red.


Ketiga Draith raksasa langsung terbang terbalik puluhan meter jauhnya.


Sisik Great Red yang dipukul tidak rusak, goresan pun tidak ada sama sekali.


Great Red malas melawan mereka, dia hanya berdiam diri dan membiarkan mereka memukulnya.


Beberapa menit kemudian para Draith lelah karena tenaganya sudah terkuras habis untuk menebas dan memukul Great Red.


"Terlalu lama Red," ucap Agler.


"Maaf Tuan!"


Great Red langsung menampar ketiga Draith itu hingga terbang ratusan meter.


Energi api melonjak di dalam tubuhnya dan membentuk bola api yang sangat besar dan panas.


Saat berikutnya.


Bola api meledak meluncur cepat menuju ketiga Draith itu.


Ketiga Draith hanya bisa menatap bola api raksasa yang cepat terbang kepada mereka.


Bumm!!!


Detik berikutnya, langit dipenuhi cahaya terang akibat ledakan bola api Great Red.


Radius 12 km medan pertempuran yang Agler buat dihancurkan oleh efek ledakan serangan Great Red.


Mind Barrier dan medan tanah bergetar hebat karena ledakan yang dilakukan Great Red.


Agler segera menguatkan Mind Barrier dan Domain Earth agar tidak hancur.


"Apakah ini kekuatan penuhmu Red?"


"Hanya satu persen dari kekuatan penuh saya Tuan," Great Red menjawab.


"Bagus bagus!" Agler bertepuk tangan.


3 menit kemudian cahaya di langit memudar dan ledakan menghilang, Agler dan Great Red melirik ke arah ledakan.


Seluruh orang dapat melihat lubang besar dengan lebar 10 Km di depan Great Red.


Ketiga Draith sudah hilang tanpa sisa dan lautan darah hijau sudah menguap akibat ledakan itu.


"Kerja bagus Red, kamu boleh kembali," kata Agler.


Untungnya Great Red 100% setia kepada Agler karena sistem, semua sifat Great Red yang seperti geng motor dihapus dan dibuat ulang oleh sistem.


Kalau tidak mungkin Agler belum bisa menaklukkan Great Red.


"Baik Tuan!"


Portal besar muncul di depan Great Red, lalu dia memasuki portal itu.


Beberapa detik kemudian portal menghilang seperti tidak pernah muncul sebelumnya.


[Ding! Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Telah Menyelesaikan Tugas Sistem!]


Sistem memberitahu Agler bahwa tugas sudah selesai.


Agler melayang dari singgasana es-nya dan pada saat itu juga singgasana perlahan menghilang.


Terbang naik ke atas langit hingga ketinggian 1 km dari permukaan Domain Earth-nya.


Melepaskan Mind Barrier lalu Agler mengompres Domain Earth-nya menjadi Bola Tanah yang besar seperti Chibaku Tensei.


Menggerakkan mananya kemudian mengecilkan Bola tanah hingga seukuran bola basket dan akhirnya menghilang.