Savior System

Savior System
Bab 161 : Disangka Pecinta Loli


Semenjak kedatangan empat gadis dan satu anjing yang Agler bawa, rumah besar Agler bertambah ramai dengan canda dan tawa orang-orang di dalamnya.


Wanita-wanitanya pun menyambut mereka berempat dengan hangat tanpa ada percikan pertengkaran antara Agler dan wanitanya. Wanitanya menyambut keempat gadis dengan keramahan tanpa ada sedikitpun rasa tidak suka.


Berhubung mereka berempat ketika pertama kali bertemu dengan yang lain menggunakan seragam sekolah Jepang, wanitanya cukup curiga dengan Agler, tetapi begitu diberi penjelasan tentang gadis-gadis yang dibawanya, wanitanya pun memahami dan mengerti apa yang dimaksud Agler.


Hampir saja Agler dicap oleh wanitanya sebagai seorang pedofil karena ia dikira menyukai anak yang masih di bawah umur, sebab membawa keempat gadis di bawah umur untuk pulang ke rumahnya.


Mereka berempat masih di bawah umur dan masih bersekolah. Agler pun menawarkan kepada mereka berempat untuk lanjut sekolah di dunia ini atau tidak, dan ingin jalur cepat atau jalur normal.


Jawaban mereka berempat atas tawaran Agler adalah bersekolah dan juga melalui jalur normal.


Kalau begitu Agler pun memberi pilihan lagi kepada mereka, yaitu ingin bersekolah di Indonesia atau di Jepang. Mereka butuh waktu beberapa jam untuk bermusyawarah mengenai pilihan yang diberikan Agler tersebut.


Agler menunggu keputusan mereka sambil bermain dengan anak-anak dan mengobrol bersama wanitanya yang sedang libur dari bekerja.


Setelah beberapa jam itu pun mereka memberi laporan mengenai keputusan yang sudah disepakati mereka kepada Agler, dan keputusannya adalah mereka akan bersekolah di Indonesia yang dekat dengan Agler.


Alasan mereka bisa menyepakati keputusan itu cukup sederhana, yaitu hanya Agler tempat mereka merasa nyaman dan juga Agler yang membawa mereka ke dunia yang asing dan akrab bagi mereka.


Dengan demikian, Agler menuruti permintaan mereka dengan memasukkan mereka ke sekolah elite yang ada di Jakarta sesuai dengan jenjang pendidikan mereka yang ada di dunia asalnya.


Yuki paling tua di antara keempatnya dengan usia 18 tahun, lalu dilanjut oleh Yuri dan Kurumi berusia 17 tahun, terakhir yang paling muda adalah Miki 16 tahun. Mereka berempat ada di satu sekolah sama, tetapi beda kelas, kemungkinan besar Yuri dan Kurumi akan satu ruang kelas.


Dengan adanya Jarvis dan klon bayangannya, semua akan berjalan sesuai rencana Agler. Masalah biaya tidak perlu dikhawatirkan oleh Agler, ia bisa menghasilkan uang secara terus menerus dengan kemampuannya selagi Mana masih ada.


Mendengar persetujuan Agler dan pengaturan sekolah yang diberikan Agler kepada mereka berempat, tentu saja mereka menerima dengan senang hati, mereka berempat yakin bahwa penyelamat mereka tidak akan pernah memberikan yang buruk baginya.


Pilihan masuk sekolah dengan jalur normal yang berarti mereka akan memasuki sekolah 10 Juli nanti, dan mau tidak mau mereka akan mengulang kelas.


Yuki mengulang kelas dari kelas 12 SMA, Yuri dan Kurumi kelas 11 SMA, dan Miki 10 SMA, mungkin butuh beberapa waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada di Jakarta, dan hari-hari sebelum sekolah akan Agler pinta bantuan dengan wanitanya untuk mengajak keempat gadis ini untuk melihat Jakarta.


Mereka berempat kebetulan tertarik dengan usaha Cass dan yang lainnya, mungkin mereka akan membantu sekaligus beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi sosial di sini.


Wanita-wanitanya dan gadis ini sudah sepakat untuk mewarnai rambut mereka yang tak lazim dengan rambut yang sekiranya normal.


Keempat gadis ini ternyata sesuai dengan animenya dan bukan live actionnya, warna rambut dan pupil mata mereka sangat unik dan itu alami bukan buatan. Dengan demikian, keempat gadis ini akan dicat warna rambutnya dengan warna antara warna cokelat, hitam, dang pirang.


Untuk pupil mata mereka mungkin harus menggunakan softlens, wanitanya akan membelikan mereka softlens yang cocok untuk masing-masing dari mereka, tentunya yang paling aman.


Miki yang berambut krem dan Yuri berambut cokelat tampaknya tidak akan dicat, tetapi Yuki yang berambut merah muda dan Kurumi berambut ungu akan dicat dan diubah sementara selama bersekolah.


Omong-omong, mereka belum menjadi harem Agler karena kalian tahu sendiri mereka masih di bawah umur. Kalau memang ada sesuatu yang mendesak mungkin Agler akan memasukkan mereka ke dalam Istana Dewi demi keselamatan mereka berempat.


Taroumaru sudah menjadi monster psikisnya dalam kontrak yang diberikan oleh Sistem dan ia harus membayar dengan segenap Savior Coin miliknya, dan beruntungnya Agler masih memiliki banyak koin.


Meskipun Taroumaru menjadi binatang psikisnya sekarang, Agler tidak akan memasukkan Taroumaru ke dalam Ruangan Binatang Psikis karena itu terlalu berisiko.


Kekuatan Taroumaru tidak bisa menandingi kekuatan satu pun dari binatang psikisnya yang Agler punya.


Mana mungkin anjing biasa bisa menandingi para naga kuat yang menjadi mayoritas di ruang psikisnya.


Taroumaru lebih cocok untuk berada di rumah dan main bersama anak-anak dan Pina.


Pina dan Taroumaru sangat akrab, mereka baru bertemu pertama kali langsung bermain bersama di sekitar rumah, anak-anak pun menyukai Taroumaru yang pintar.


Kembali dengan masalah keempat gadis, besar kemungkinan keempat gadis itu akan serentak bersekolah bersama dengan tiga anak yang Agler jadikan keluarga terakhir kali.


Mereka bertiga juga belum bersekolah karena waktunya yang tidak diperbolehkan untuk masuk ke sekolah.


Pada kesimpulannya, Yuki serta teman-temannya dan tiga anak yang Agler rawat akan diam di rumah dan tidak bersekolah selama beberapa bulan sampai penerimaan sekolah terbuka.


Beruntungnya anak-anak tersebut tidaklah masalah dengan itu, sebab di rumah banyak sekali hal yang menakjubkan, terlebih mereka sedang asyik bermain dengan Baymax dan Pina yang lucu nan menggemaskan.


Kejadian itu semua berlangsung dalam tiga hari sejak kedatangan empat gadis yang cantik.


Pada saat sekarang ini, Agler sedang berendam di bawah permukaan matahari yang panas untuk meningkatkan kekuatannya, ia sampai sekarang tidak lupa untuk berendam.


Selama tiga hari ini, sistem sama sekali tidak memberikan tugas, tetapi ia tetap harus menyelamatkan orang yang sedang membutuhkan pertolongan dan bantuan.


Oleh karena itu, keberadaannya menjadi lebih baik dan eksis, mungkin satu dunia tahu siapa itu Saviorman, dari kalangan tua hingga muda, kaya sampai miskin, kecil dan besar, biasa dan terkenal, semuanya tahu dan mengenal Saviorman.


Akan tetapi, bukan semua orang yang tahu dirinya adalah orang yang menyukai keberadaannya, banyak dari orang di dunia ini yang tidak menyukainya, banyak alasan yang membuat mereka bisa membenci Agler.


Seperti alasan atau teori bahwa Agler si Penyebab monster-monster berdatangan, semua keanehan dunia disebabkan oleh Agler, hingga hal kejahatan yang tidak ada hubungannya dengan Agler pun dirinya tetap disalahkan, seperti orang putus cinta, tersandung, bahkan terkena influenza yang disalahkan tetaplah Agler seorang.


Ujaran kebencian semacam ini makin banyak dan bertebaran, tetapi yang mendukung Agler pun lebih banyak.


Agler tidak bisa mengendalikan ini semua, biarlah mereka menilai, terpenting dia tetap menjaga Dunia ini agar tidak hancur oleh ulah para monster, sebab dirinya secara tidak langsung bertanggung jawab atas Dunia.


Tidak ada satu pun orang yang kuat seperti dirinya yang sanggup menanggung dunia yang begitu luas dan besarnya, kalau ada Agler akan menyerahkan tugasnya kepada orang tersebut.


Tidak dipungkiri bahwa menjadi seorang pahlawan super sangatlah melelahkan, tanggung jawab yang begitu berat.


Namun, Agler tetap berusaha menjalankan tugasnya sebagai orang yang memiliki kemampuan super, yaitu menebarkan kebaikan dan energi positif tanpa ada gimik atau semacamnya.


Agler berharap dunia akan baik-baik saja sampai dirinya tidak ada.


"Bosan, membosankan ...."


Di bawah permukaan matahari, Agler sedang bersantai sambil mengeluh bahwa dirinya bosan dengan kegiatan ini.


Hari-harinya sebagian besar cuma dihabiskan untuk berendam di permukaan matahari, jikalau saja tidak ada anak-anak dan wanita-wanitanya yang cantik, mungkin akan lebih bosan lagi.


Mereka semua seperti obat ketika dirinya merasa lelah dan muak dengan beban di pundaknya, sebab itulah Agler sangat sayang sekali dengan keluarganya saat ini.


Kesedihan yang mendalam atas kematian keluarga Ayah dan Ibunya, beserta keluarga dari kedua keluarga orang tuanya sudah mulai menghilang walaupun kesedihan tersebut muncul lagi apabila diingat.


Keluarga dari Ibu pun ikut hilang selepas kejadian kota Bogor menghilang, keluarga ibu dekat dengan Kota Bogor, sayangnya mereka terkena efek kehancuran monster yang paling dibencinya.


Informasi diketahui setelah ia memeriksanya secara langsung ke kediaman keluarga dari Ibu.


Agler menatap langit yang gelap yang dipenuhi materi gelap misterius, sorot matanya kosong tampak sedang memikirkan sesuatu di kepalanya.


Padahal Agler hanya termenung kosong tanpa berpikir apa-apa, tetapi ini salah satu cara yang dapat membuatnya meringankan beban pikiran.


Tepat ketika Agler asyik merenung tanpa memikirkan apa-apa, suara Sistem tiba-tiba muncul di dalam kepala Agler, dan sebuah panel layar transparan muncul di depan wajahnya hampir bersamaan.


[Ding! Misi Sepuluh Ribu Dunia Telah Terdeteksi!]


Misi : Selamatkan Ellie dari penyakitnya dan buat pasangan tua tersebut mencapai cita-citanya.


Hadiah : 2 Tiket Lotere, 200 Savior Coin.


Hukuman: Tidak ada.


[Apakah Anda ingin menerima misi?]