Savior System

Savior System
Bab 25 : Garuda Surplice


"Gunakan Lotere!"


[Mulai Memutar Lotere ...]


[Selamat Kepada Tuan Rumah Anda Mendapatkan Item Garuda Surplice Cloth dari Spectre Aiacos Saint Seiya]


[Garuda Surplice Cloth : Salah satu Cloth dari 3 Hakim Hades yang menyerupai bentuk Garuda dan juga yang paling kuat di antara ketiga hakim serta mengandung kekuatan yang luar biasa]


[Orang pertama yang memakai cloth ini akan membangunkan Cosmo kecil ditubuhnya, dan dapat menggunakan kekuatan Manipulasi Gravitasi, penerbangan dan fisik super]


[Apakah Tuan Rumah Menerima?]


"Yoshiii!"


"Terima!" seru Agler dengan semangat.


Saint Seiya Cloth yang berbentuk seperti garuda berwarna hitam dikelilingi oleh energi kegelapan berwarna ungu muncul dan melayang di kamar Agler. Dengan cepat bagian-bagian kerangka armor itu terbang menuju Agler, satu persatu terpasang di setiap bagian tubuh Agler, dan beberapa detik kemudian armor terpasang sepenuhnya di tubuh Agler.


Merasakan kekuatan aneh yang belum pernah ia rasakan di dalam tubuhnya, berbeda dengan kekuatan yang ia dapatkan sebelumnya. Kali ini rasanya seperti di tubuhnya mengandung suatu Galaksi yang penuh kekuatan.


Memejamkan matanya, dan kesadaran Agler memasuki sebuah ruang yang begitu gelap. Titik cahaya muncul di ruang itu, semakin lama semakin bersinar terang hingga akhirnya Galaksi spiral dengan miliaran bintang dan planet yang begitu indah terlihat dengan jelas dalam pandangannya.


"Apakah ini kekuatan Cosmo kecil?"


Agler dapat merasakan energi yang sangat besar seperti tak terbatas dari Galaksi ini. Puas dengan cosmo kecil ini, dia segera menarik kesadarannya kembali ke dunia nyata.


Berdiri di kamarnya masih memakai Garuda Cloth berwarna hitam, tubuhnya terasa menjadi jauh lebih kuat dan pikirannya juga menjadi lebih jernih berkat adanya cosmo kecil.


Mencoba untuk menggunakan kekuatan cosmo-nya, ia hanya bisa menggunakannya untuk memanipulasi gravitasi dan terbang.


"Garuda Flap?"


Pengetahuan dari salah satu keterampilan Aiacos yaitu Garuda Flap muncul di benaknya.


Garuda Flap adalah gerakan serangan yang menggunakan kekuatan cosmo untuk mengendalikan gravitasi tubuh seseorang hingga bisa menerbangkan tubuh seseorang setinggi mungkin dan menarik kembali tubuhnya ke bumi secepat mungkin.


Agler mencoba membongkar Garuda cloth melalui kekuatan cosmo-nya, membakar sejumlah kecil yang kurang dari 0,001% kekuatan cosmo-nya. Bagian armor yang ada pada dirinya perlahan terlepas terbang satu demi satu dan akhirnya terpasang kembali membentuk Garuda.


"Asu keren banget tai!" seru Agler bersemangat.


Melambaikan tanganya, Garuda cloth hilang dan tersimpan di ruang sistem.


"Buka panel!"


[Sistem Penyelamat ]


[Nama : Agler Cullen Keen]


[Keturunan : Manusia]


[Kekuatan : 900.000 ton]


[Kecepatan : 5.000 km perdetik terbang / 500 km perjam untuk berlari]


[Kecerdasan : 75 (5 untuk rata rata manusia, kemampuan berfikir, menyusun strategi, mencerna ilmu lebih cepat dll)]


[Fisik : 700.000 ( 5 untuk rata rata manusia, kemampuan daya tahan tubuh terhadap serangan)]


[Jiwa/mana : 2.000.000 / 2jt (5 untuk rata rata mental manusia, kemampuan untuk melepaskan energi)]


[Kemampuan : Kekuatan super, Tulang Besi, Terbang, Fisik Super, Kekuatan Pikiran, Sihir Elemental (Api, Air, Tanah, Angin), Resistensi Sihir, Regenerasi super, Kekuatan Es, Manipulasi Gravitasi]


[Peralatan : Setelan Black Superman, Kecerdasan Buatan Jarvis, WayneCorp, Garuda Surplice]


[Tiket Lotere : 0 kali]


[Tugas : Belum Ada]


"kekuatan jadi nambah 300.000 ton lebih dan fisik nambah 200.000?"


"Hah? Kecepatan terbang gua jadi 5.000 km perdetik?"


"Mana nambah 1 juta?"


Agler kaget dengan nilai atributnya sekarang. Tapi dia sedikit bingung, bukannya kecepatan terbang Aiacos melebihi kecepatan cahaya dan kekuatan penuhnya setara dengan level universe.


"Apa karena hadiah utama lotere kali ini cuma dapet Garuda cloth sedangkan cosmo kecil, manipulasi gravitasi dan fisik super cuma bonus. karena di animenya, Aiacos menggunakan indra ke-7 dan bisa menggunakan semua cosmo-nya untuk mengeluarkan serangan yang kuat setara dengan level Galaksi dan kecepatannya juga melebihi kecepatan cahaya," pikir Agler.


[Apa yang tuan rumah pikirkan itu benar!]


[Energi dari cosmo kecil hanya bisa menggunakan sebagian kecil dari kekuatan indra ke-7 Aiacos sehingga efek yang diberikan oleh cosmo kecil kepada tubuh tuan rumah juga sedikit]


"Oke, terima kasih sistem penjelasannya."


Agler hanya mendapatkan sebagian kecil dari kekuatan, kecepatan terbang dari Aiacos.


"Kayanya pakaian Superman gua jadiin baju daleman pas make Garuda cloth."


Berencana menggunakan kostum superman untuk menjadi dalaman baju saat Agler memakai Garuda Cloth.


"Mending tidur deh udah malem."


Agler berbaring di kasur dan mulai bermimpi basah membuat anak dengan Adena.


*****


Anak-anak senang mendapatkan pujian dari Agler. Setelah anak-anak tidak terlihat kotor dan kusam lagi seperti dulu, sekarang menjadi bersih dan wangi. Di wajah lucunya terdapat keceriaan dan senyuman yang seharusnya didapatkan pada usia mereka. Berbeda sekali dibandingkan dengan sebelumnya.


"Kita mau main kemana bang?" tanya Farid yang penasaran.


"Kita mau main ke rumah temen-temen kita," jawab Agler.


"Temen?"


Anak-anak bingung tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Agler.


"Kalian bakal tau," kata Agler yang membuat anak-anak penasaran.


Mereka semua memasuki mobil kotet yang ia hubungi tadi untuk mengantarkan mereka main.


Mobil Agler sudah dikembalikan oleh Adena tadi pagi saat anak-anak masih tidur, dia tidak ikut pergi ke panti asuhan karena ada jam kuliah hari ini.


Agler menyempatkan waktunya untuk mengantar Adena ke kampus.


Nayla duduk di mobil Agler karena ingin dekat dengannya. Entah kenapa Nayla beberapa jam terakhir ini suka menempel dengannya, Agler tidak banyak memikirkan dan membiarkan Nayla duduk di dalam mobilnya.


Kedua mobil itu melaju dan meninggalkan rumah.


*****


"Jadi kedatangan saya di sini, saya ingin memindahkan panti asuhan ini ke tempat yang lebih baik bu. Apakah ibu memperbolehkan?"


Agler melihat 3 ibu dan 2 bapak yang merawat anak di panti asuhan ini, dan segera menjelaskan maksud kedatangan Agler ke panti asuhan ini.


"Saya boleh-boleh aja kalo memang tempat yang di maksud bapak Agler itu lebih baik dari tempat ini," kata Ibu Komariyah.


"Saya juga setuju saja." ibu Naimah juga setuju dengan


"Saya juga." ibu Maimunah pun setuju.


Kedua bapak-bapak juga setuju.


Melihat ini Agler segera menunjukkan rumah yang ada disamping rumahnya. "Ini tempat yang akan di jadikan panti asuhan Bu, Pak."


Rumah 3 tingkat dengan luas tanah sekitar 2.000 m². Terdapat 15 kamar tidur dengan toilet di masing-masing kamar, kolam renang, tempat bermain dan ibadah, serta halaman yang dipenuhi tanaman hias.


"Eh ini beneran pak?" tanya Ibu Komariyah dengan terkejut.


"Iya Bu, Pak," jawab Agler.


"Ini mah rumah mewah atuh pak," kata Ibu Naimah.


"Iya Bu. Saya sengaja beli rumah ini karena di sampingnya adalah rumah saya, jadi saya ingin memindahkan panti asuhan ke rumah itu untuk merawat anak yatim dan yatim piatu lebih banyak. Seperti yang ibu lihat anak-anak yang di samping dan belakang saya juga sama nasibnya dengan anak anak disini. Saya ingin merawat mereka dan lebih dekat mereka, tapi saya tidak mungkin merawat mereka sendirian jadi saya meminta Ibu dan Bapak untuk tetap membantu merawat serta mengurus mereka," ucap Agler menjelaskan dengan panjang kali lebar.


"Saya setuju banget."


"Saya juga."


"Saya mendukung rencana Bapak Agler


"Setuju aja saya mah."


"Setuju dengan rencana bapak."


Melihat mereka setuju dengan rencananya, Agler segera menjelaskan lagi, "Untuk soal biaya kebutuhan makan, sekolah dan lain lain yang menyangkut kebutuhan mereka, saya akan tanggung semuanya, jadi Ibu dan Bapak tidak usah khawatir. Setiap bulan saya akan transfer uang kepada ketua yayasan disini."


Ketua yayasan di sini adalah Ibu Komariyah, Agler akan mentransferkan uang kepadanya.


"Jadi kapan panti asuhan ini bisa pindah segera mungkin?" tanya Agler.


Ibu Komariyah serta yang lainnya berdiskusi untuk memutuskan kapan panti asuhan bisa pindah.


Setelah keputusan keluar, Ibu Komariyah berkata, "Besok lusa kita bisa pindah ke rumah itu, karena Bapak Anto dan Ibu Naimah akan mengurusi syarat dan surat pemindahan letak panti asuhan ke Dinsos."


"Oke, kalau begitu kami akan menunggu kedatangan Ibu dan bapak," ucap Agler.


"Ouh iya saya sudah memesan banyak makanan, dan sedang diantar ke sini, sebagai hadiah pertemuan kita," tambah Agler.


"Makasih banyak pak telah membantu kami!"


Ibu Komariyah dan lainnya berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Agler.


"Sama-sama," jawab Agler tersenyum.


Tidak lama kemudian 100 Ayam Kaepsi beserta nasi, 100 Burger sampai di panti asuhan.


20 anak-anak ditambah dengan 10 anak-anak dari Agler langsung menyantap makanan. Ibu Komariyah serta jajarannya juga ikut makan termasuk si Kotet.


Karena makanan masih tersisa banyak, Ibu Komariyah menganjurkan untuk diberikan kepada warga sekitar.


Agler setuju dengan saran Ibu Komariyah.


Karena kebaikan Ibu Komariyah serta jajaran, Agler dengan senang hati memberi mereka hadiah lagi.