Savior System

Savior System
Bab 50 : Senyum Indah


Berlari keluar dari gang sambil membawa Light Cycle Stick, Dia mendekati jalan raya lalu meloncat ke depan sambil menarik stik ke samping dengan kedua tangannya.


Bruk!


Motor yang sangat futuristik tiba-tiba muncul dari udara kemudian jatuh di jalan raya dibarengi dengan Agler yang duduk di atasnya.


Dengan lampu putih yang menyala di bagian badan motor dan juga sebagian ban, Agler melesat cepat di jalan raya menuju Bank besar yang sedang dirampok.


Wushhh!


Tiinn! Tinn! Tiiinnn....!


Light Cycle menyalip mobil yang ada di jalanan, cahaya putih kebiruan membelah jalanan Los Angeles seperti komet yang melintasi langit malam.


"Motor apa itu?!"


Seorang pengendara yang membawa mobil BMW di jalanan, tidak sengaja melihat motor keren yang belum pernah dia lihat selama hidupnya, dan itu melewati mobilnya dengan sangat cepat.


Menoleh ke temannya, menatap dengan rasa ingin tahu yang besar.


"Entahlah, aku juga tidak tahu motor macam apa itu, tapi terlihat keren dan juga tampan!"


Temannya juga mengagumi motor itu, dan dia juga tidak tahu jenis motor itu.


"Keluaran dari merk apa motor itu?!"


Temannya segera mengecek di internet dengan kata penelusuran "Motor mengeluarkan cahaya putih keren" dan dia tidak menemukan motor yang dia cari.


"Sepertinya itu buatan sendiri, aku tidak menemukannya di internet."


"Kalau begitu, ayo kita ikuti motor itu dan bertanya darimana pemilik bisa mendapatkan motor itu, aku mau beli berapapun harganya!"


Brumm! Brumm!


Mereka berdua meningkatkan kecepatan mobilnya mengejar motor Agler, namun sayang motor itu lebih cepat dari yang mereka duga, namun masih ada sedikit jejak cahaya putih yang ditinggalkan oleh Light Cycle Agler di jalanan.


Saat ini, di Bank Besar yang sekarang sedang terjadi peristiwa perampokan, banyak polisi menempatkan mobil polisinya di depan Bank, lampu strobo merah biru yang ada di atas mobil polisi, membuat suasana menjadi lebih tegang.


Para polisi dan FBI sedang mendiskusikan bagaimana strategi yang akan dilakukan untuk bisa menyelamatkan para sandera dan juga menangkap para perampok tanpa adanya korban.


Di dalam Bank, banyak orang yang disandera, kebanyakan diantaranya adalah perempuan dan orang tua, mereka semua sedang dipaksa untuk diikat tangannya, lalu dikumpulkan di suatu tempat di dalam bank ini.


Mereka yang sedang disandera adalah orang pekerja bank dan juga orang yang ingin mengambil uang atau ada keperluan di bank saat itu.


Waaa....! Mama!


Ada beberapa anak kecil yang juga ikut diikat paksa oleh perampok bersenjata api ini.


"Ambil anak itu! lalu ikat dia dengan kencang dan juga tutup mulutnya agar tidak kembali mengoceh!"


Bos para perampok Bank menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengikat anak kecil yang menurutnya paling berisik dan menganggu.


Salah satu nak buahnya yang berambut pirang, menarik paksa tangan anak itu untuk segera berdiri dari lantai, lalu mengikat tangannya dan juga mulutnya disumpal oleh kain yang sudah disiapkan.


Melihat anaknya diperlakukan seperti ini, salah satu wanita yang juga sedang diikat itu berteriak ke arah pria berambut pirang itu.


"Jangan lakukan apapun pada anakku!"


"Jangan!!!"


.....


Di luar Bank, para polisi dan FBI akhirnya memutuskan untuk mengajak bernegosiasi dengan perampok, tetapi polisi dan FBI tidak tahu perampok ini dari negara mana perampok ini berasal.


Sebagai FBI tentunya mereka sudah menyediakan keperluan untuk situasi seperti ini, mereka membawa negosiator andalannya yang pintar dalam beberapa bahasa.


Setelah itu mereka menyuruh negosiator untuk berbicara dengan para perampok yang ada di dalam Bank dengan cara memakai megaphone.


Negosiator mencoba untuk berbicara dengan memakai bahasa Portugis dengan nada suara yang menyenangkan dan ramah.


"Estamos aqui para negociar com-"


Brak!


Ciittttt......!


Motor yang aneh tetapi keren memotong ucapan negosiator.


Sekejap berhenti dan melakukan drift di depan para Polisi dan FBI, setelah itu Agler mengembalikan motor dalam bentuk stik, motor itu pun menghilang di udara.


Para FBI, Polisi dan orang yang ada di sekitar bingung dan tidak mengerti apa yang barusan terjadi.


Tanpa ada peringatan ataupun fenomena alam, tiba-tiba datang seorang pemuda dengan pakaian hitam dan menggunakan topeng ditengah-tengah keadaan genting seperti ini.


Melihat ekspresi semua orang yang membeku, Agler merenung, sepertinya dia datang di waktu yang tidak tepat.


"Tenang! Saya adalah Saviorman..."


Setelah Agler mengatakan itu, orang-orang yang ada di sekitar langsung gempar, termasuk FBI dan Polisi juga tersadar.


Pantas saja orang ini memakai pakaian serba hitam dan menggunakan topeng hitam menutupi wajahnya dan juga menggunakan motor yang aneh tetapi canggih.


Ternyata dia adalah Saviorman sang penyelamat.


Kapten FBI dan Polisi memberanikan diri untuk mendekati Agler lalu mereka berdua berbicara, sambil menundukkan kepalanya dan juga badannya, seperti menghadap kepada pimpinan mereka.


"Halo pak!" x2


"Jangan terlalu hormat, biasa saja, anggap saja aku teman kalian~"


Agler berkata dengan ramah kepada dua orang yang ada di depannya.


"Siap pak!" x2


Polisi melanjutkan, "Terima kasih sudah datang ke sini pak, kami mendapati kesulitan dalam mengatasi masalah ini."


Agler mengangguk, lalu menjawab dengan dengan nada yang pasti, "Percayakan masalah ini kepada saya!"


"Terima kasih pak!" x2


Agler menghilang di detik berikutnya sebelum orang-orang dapat bereaksi.


.....


Berjongkok di depan wanita itu, lalu mengangkat kasar dagu anak kecil itu ke depan wajahnya.


"Apa yang kamu bilang barusan?!"


Anak laki-laki itu terlihat kesakitan karena bantingan tadi, matanya menangis dan air mata jatuh ke pipinya yang masih lucu.


Wanita itu langsung memohon agar melepaskan anaknya.


"Tolong! kumohon jangan anakku yang disiksa!"


"Jangan sakiti anakku!!!"


"Aku saja yang kamu siksa, tapi jangan anakku!"


Menjerit memohon kepada pria berambut pirang itu.


Pria itu meletakkan kembali anak laki-laki itu di lantai berbaring dengan keadaan terikat.


Perlahan berdiri lalu menatap wanita yang berlutut di depannya.


Cuh~


Pria berambut pirang itu melepas masker lalu meludahi wanita ini.


Tapi saat air liur itu hendak jatuh ke atas kepala wanita itu.


Tiba-tiba air liur yang jatuh itu mengambang di udara.


Pria berambut pirang, wanita yang diikat dan juga anaknya yang sedang berbaring dilantai dalam sekejap terkejut.


Mereka bertiga menatap air liur itu perlahan kembali terbang, menempel di bibir pria berambut pirang itu.


"Sepertinya kamu tidak tahu cara bagaimana menghormati wanita ...."


Suara pria terdengar di samping telinga pria berambut pirang itu.


Menoleh, melihat ke samping, terdapat seorang pemuda memakai kostum hitam biasa dengan topeng hitam, hanya terlihat sepasang mata seram yang menatap tajam ke arahnya.


Itu Agler yang menyusup masuk dengan cepat ke dalam bank tanpa sepengetahuan perampok yang bodoh ini.


Agler memandang remeh pria ini, lalu berbicara dengan nada sarkas, "Apakah aku harus mengajarimu bagaimana cara memperlakukan wanita dengan baik dan penuh kasih sayang?!"


Tangan Agler itu terulur, lalu menunjuk dan menempel di bagian pinggangnya.


Bang!


Pria berambut pirang itu langsung terlempar dengan cepat kemudian menabrak tembok dengan keras.


Darah keluar dari mulutnya dan pria itu jatuh ke lantai, badannya berkedut-kedut hebat.


Agler tidak memperdulikan hidup dan mati pria itu, kemudian dia segera mengunci pergerakan 20 perampok dengan kekuatan pikirannya, lalu memanipulasi gravitasi semua perampok menjadi 5 kali lebih berat dari gravitasi Aquater.


Bum!!!


Lantai keramik yang ada dibawah mereka ikut retak dan amblas ke bawah, mereka terbaring di lantai yang retak, suara tulang patah bergema bersama di dalam bank.


"Argghhhh!!! "


"Kenapa tubuhku merasa berat!!! "


"Tidak!!! kakiku patah!!! "


Mengabaikan teriakan kesakitan mereka, Agler langsung melepaskan ikatan tali para sandera dengan kekuatan telekinesisnya.


Dan kemudian mengikat perampok menggunakan tali tersebut.


Senjata api telah Agler pisahkan dari mereka dan dikumpulkan di tempat kosong dalam bank.


Menghampiri anak kecil yang terluka, lalu Agler menggendongnya dan berjalan keluar bank.


"Kalian selamat, abaikan para perampok bodoh ini dan segera keluar dari tempat ini!"


Ibu anak itu mengikuti Agler dan para sandera yang lain juga ikut keluar.


Di luar Bank, FBI dan Polisi sangat khawatir, dia mendengar jeritan orang-orang di dalam bank.


Mereka semua melihat ke pintu Bank dan melihat Agler yang sedang mengendong anak kecil.


"Kakak itu Saviorman ya?"


Agler mengangguk kepada anak laki-laki di gendongannya.


"Makasih kakak sudah menolong kita semua dan juga aku!"


Anak kecil itu tersenyum polos dan cerah, melihat senyumannya rasanya seperti senyuman ini bisa mengubah dunia menjadi lebih indah.


"Sama-sama~"


Agler tersenyum, lalu berjalan ke arah mobil ambulans, untungnya para FBI dan Polisi sudah menyiapkan bantuan medis.


Dia segera menyerahkan anak itu kepada dokter darurat di sana.


Para Sandera juga langsung dirawat dan diperiksa kesehatannya oleh para bantuan medis.


Setelah melihat semuanya sudah beres, Agler bersiap untuk pergi.


Akan tetapi...


"Terima kasih sudah membantu dan menyelamatkan kami Pak!" xN


Para FBI dan Polisi memberi hormat dengan cara membungkukkan sedikit badannya kepada Agler, orang-orang di sekitar juga terinfeksi oleh pemandangan ini dan juga ikut hormat.


Para sandera tidak terkecuali, mereka mengangkat tangannya di kepala seperti postur memberi hormat ke bendera.


Melihat ini, Agler merasa di hormati, dan dia juga segera menundukkan badannya sedikit ke arah mereka.


"Sama-sama, Saya pergi dulu!"


Whuusshh....!


Naik ke atas langit dan menghilang dalam kegelapan malam.