
Setelah pertemuan itu dan hadirnya satu anggota yang bergabung di keluarga Agler suasana di Rumah menjadi lebih ramai dari hari-hari sebelumnya.
Anak-anak cepat akrab dengan Ram. Mereka sangat penasaran saat pertama kali melihat orang yang mempunyai kembaran yang identik seperti Ram dan Rem.
Selama 5 hari ini, satu minggu setelah terjadinya peristiwa penyerangan Gycleps, Agler tidak mendapatkan tugas lagi dari sistem. Pemuda itu hanya berjemur di Matahari seperti yang biasa ia lakukan sehari-hari.
Pulang ke rumah tidak lebih dari waktu sore. Terkadang dia menjemput anak-anak pulang sekolah, lalu mengajak mereka bermain di taman halaman depan rumah dan juga mengajarkan mereka beberapa pelajaran sekolah, sesekali membantu mereka mengerjakan PR.
Pada hari ini, Agler berencana untuk bersantai di kedai kopi atau kafe wanitanya. Sudah lama dia tidak keluar sendiri dan berjalan-jalan menikmati suasana sosial dan lingkungan Jakarta.
"Hmm... Jalan kaki atau naik mobil ya?" gumam Agler sambil melihat-lihat berbagai macam mobil yang pernah ia beli diparkir di dalam garasi.
Lamborghini, Ferrari, Bugatti, Koenigsegg, Pagani, Hennessey, Hypercar, McLaren, Mercedes Benz, dan masih banyak lagi dari semua merek yang ada, Agler punya beberapa dari mereka.
Baru saja, tiga hari yang lalu dia membeli beberapa mobil baru dari berbagai brand atau merek ternama. Sengaja ia beli karena dia suka dengan bentuk badan dari mobil, menurutnya body atau badan mobil yang dia beli keren, terlihat futuristik dan kece.
Mobil mewah Bugatti dia membeli mobil Bugatti Bolide dan Bugatti La Voiture Noire, karena bodynya masuk ke dalam salah satu tipenya. Mobil Hypercar dia memilih untuk membeli varian Apollo ie, entah kenapa dirinya sangat menyukai mobil ini. Lalu dari merek Pagani dia membeli Pagani Zonda HP Barchetta, dilanjut dengan merek W Motors yaitu Lykan Hypersport, dari brand McLaren dia ambil varian P1, kemudian Zenvo ST1, Aston Martin Valkyrie AMR Pro, SSC Tuatara, Mercedes-AMG Project ONE, dan menu utamanya adalah Rolls-Royce Boat Tail.
Mobil mewah ini dia dapatkan dari salah satu saluran di perusahaannya, juga dia dengan mudah mendapatkan mobil ini berkat Jarvis. Jika dia mau, dia bisa membeli semua mobil mewah yang ada di Dunia ini dari Mall sistemnya, tetapi dia memilih untuk membelinya menggunakan uangnya. Adapun dia membeli semua ini hanya karena alasan ingin mengkoleksi saja, juga mobil yang dia beli termasuk yang paling mahal.
Sebelum dia membeli itu semua, dia membeli rumah di sampingnya untuk dua tujuan yaitu untuk anak-anak baru yang bergabung dapat tinggal di sana dan parkiran untuk mobil-mobilnya.
Dalam beberapa menit ini, Agler hanya melihat beberapa mobil yang ditempati di sini. Menatap sambil membelai, ekspresinya seperti sedang menikmati suatu keindahan.
"Aku memutuskan untuk... jalan kaki saja untuk ke sana."
Setelah lamanya dia berpikir, ternyata dia memilih untuk berjalan kaki.
Keluar dari garasi, dia berjalan keluar dan bergegas pergi menuju tempat Kafe wanitanya itu. Dia meninggalkan Ram dan Rem yang sedang merawat tiga anak yang belum sekolah di rumah, ditemani oleh Pina dan Baymax.
Melihat waktu masih di pagi hari, dia memutuskan untuk berlari santai menuju Kafe.
Setiap dirinya berlari di jalan khusus pejalan kaki di samping jalan, Agler pasti dilirik dan dilihat oleh orang-orang yang berpapasan dengannya.
Jujur saja, dia sangat risih dan tidak nyaman jika dirinya terus dipandang seperti ini. Tapi itu sudah terlambat, dia lupa meletakkan kaca mata hitamnya di ruang sistem. Seandainya saja dia tidak lupa menaruh benda sekecil itu di ruang sistem, pasti orang-orang tidak akan melihatnya seperti itu.
Tanpa ia sadari ketika pemuda itu terus berlari, orang-orang kagum dengan stamina tubuhnya, karena Agler tidak memperlihatkan sedikit pun tanda-tanda orang yang kelelahan.
Dari awal dia berlari dia tidak menunjukkan nafas yang terengah-engah ataupun tersengal-sengal, pernafasannya sangat stabil seperti tidak ada lelahnya.
Jangankan berlari beberapa kilometer meter, dia sanggup berlari mengelilingi bumi ratusan kali.
Fisiknya sangat kuat dan otomatis staminanya ikut meningkat menyamai fisiknya.
Dari hal itu jugalah yang membuat orang-orang menatap Agler di sepanjang jalan, terlebih para wanita di semua umur, entah itu kecil, remaja, dan dewasa, bahkan tua.
Lebih dari tiga puluh menit dia berlari santai di bahu jalan, akhirnya dia tiba di lokasi tempat Kafe wanitanya berada.
Saat sampai di sana, pertama kali yang Agler lihat adalah banyaknya pengunjung yang berdatangan. Padahal jam sekarang belum masuk di jam untuk istirahat kerja, tapi di depannya banyak sekali pembeli yang datang.
Berjalan santai mengenakan baju olahraga hitam dengan dua gari putih di samping kakinya yang diubah dari setelan Superman Black. Lalu dia masuk tanpa memperdulikan tatapan penasaran orang lain.
Di Kafe ini tidak hanya diisi oleh banyaknya para lelaki, wanita pun ada di sini. Dilihat dari wajah mereka setelah meminum sebuah kopi, ekspresi di wajah mereka langsung tersenyum berseri-seri.
Saat dia masuk ke dalam kafe, entah kenapa orang-orang secara bersamaan melirik Agler.
Merasakan banyak mata yang melihatnya, Agler berusaha untuk tidak mempedulikannya tetapi dia tetap merasa canggung dan tidak nyaman.
Berjalan seakan tidak ada yang melihat dirinya sambil mengantungkan tangannya ke dalam saku jaket olahraganya.
'Menjadi tampan tidak selalu mengenakkan. Pasti saja aku menjadi pusat perhatian orang-orang di suatu tempat yang aku datangi.'
Semua wanitanya yang sedang melayani para pembeli sadar bahwa Agler datang ke sini. Ghinava yang memiliki waktu yang tidak ketat atau dirinya di waktu yang lenggang, dia buru-buru menghampiri Agler dan membawanya ke dalam ruang karyawan Kafe.
"Mau minum kopi apa? Aku buatkan segera," tanya Ghinava dengan senyum paling manis yang dia punya kepada Agler.
"Emm..."
Kebetulan Agler juga ingin meminum kopi juga, jadi dia perlu berpikir sebentar untuk memilih varian kopi yang enak untuk dirinya.
"Aku mau Huzzelnut Latte, tapi aku minta ada tambahan," jawab Agler sambil mengungkapkan senyum aneh di wajahnya.
Setelah merenung, dia akhirnya memilih untuk meminum kopi Huzzelnut Latte, menurutnya kopi itu paling enak.
"Tambahan? Mau tambahan apa, sayang?"
Tambahan yang dimaksud Agler membuat Ghinava itu tahu, dia kira Huzzelnut Latte itu tidak memiliki request tambahan atau yang lain, ternyata ada.
"Aku minta ada campuran susu segar asli."
Ghinava tertegun mendengar permintaan Agler ini, dan pipinya memerah perlahan. Wanita ini mengerti apa yang dimaksud dari permintaan Agler.
Dengan wajahnya yang tertunduk ke bawah, dia bertanya lagi kepada Agler, "Apa kamu yakin?"
Agler mengungkapkan senyum saat melihat Ghinava seperti ini.
"Susu segar sapi, bukan susu seperti yang kamu pikirkan."
Perkataan Agler ini membuat tubuh Ghinava langsung membeku. Sekarang dia benar-benar merasa malu, rasanya dia ingin membuat lubang dan masuk ke dalamnya untuk menutupi rasa malunya ini.
"E-eh.. Kalau begitu, aku buatkan dulu."
Ghinava bergegas berlari keluar, dia sangat malu diam di depan Agler terlalu lama, kejadian tadi membuatnya sangat malu.
Agler hanya merespon dengan senyum yang lucu sambil memandangi Ghinava yang melarikan diri terlihat sangat malu.
"Wanitaku ternyata bisa berpikir liar..."
Agler bergumam sambil duduk bersandar di tempat duduk yang disediakan oleh Ghinava.
Di tempat yang lain, Ghinava sedang sibuk membuat minuman yang dipesan oleh Agler. Memikirkan kejadian tadi membuatnya tidak konsentrasi saat bekerja.
Kejadian dengan Agler yang baru saja terjadi benar-benar memalukan.
'Fokus, Ghinava! Kamu harus bisa!'
Ghinava menenangkan dirinya sendiri sambil menepuk kedua pipinya agar dia cepat kembali fokus pada pekerjaannya.
Menyiapkan kopi untuk Agler tidak butuh waktu yang lama, dia berhasil membuatnya walaupun ada sedikit kendala. Lalu dia bergegas kembali mengantar minuman kepada Agler yang ada di tempat karyawan beristirahat.
"Ini kopinya. Minumnya pelan-pelan ya," imbuh Ghinava dengan senyum manis sembari menyerahkan sebuah kopi pada Agler.
Kemudian Agler mengambil kopi itu, dan hendak menyesapnya.
Akan tetapi—
Suara Sistem yang sudah berhari-hari tidak terdengar, saat ini muncul.
[Ding!]
[Selamat kepada tuan rumah anda memicu tugas sistem darurat!]