
Empat ekor Naga yang berukuran besar mendarat di tepi Terrain of Earth.
Mereka adalah Ancalagon, Great Red, Ghidorah, dan Drogon. Terbesar di antara mereka yaitu Ancalagon The Black.
'Tuan terlihat bersemangat sekali membantai para Monster Botak ini,' gumam Great Red di dalam hati, matanya tetap terfokus pada Agler yang asik membunuh para Monster Botak.
Bahkan Great Red pun satu pikiran dengan Agler, sama-sama memanggil para Gycleps dengan sebutan Monster Botak.
Sesuai seperti apa yang dilihat Great Red, Agler saat ini sedang membunuh para Gycleps menggunakan pedangnya.
Berbagai macam jurus Agler gunakan untuk membunuh Gycleps ini.
Ting!
Agler menahan serangan pedang besar dari salah satu Gycleps.
Kemudian dia mendorong pedang Bavdrago-nya, pedang besar milik Gycleps itu patah menjadi dua.
Sebelum Gycleps itu bisa melarikan diri, Agler dengan sangat cepat menebasnya dan membuat Gycleps ini menjadi daging cincang yang sangat lembut.
Lalu dia terus bergerak serta menambahkan kecepatannya serta meningkatkan tempo saat dia membunuh.
Agler terus bermunculan di depan para Gycleps.
Gerakannya tidak bisa lagi dilihat oleh mata orang normal atau mata manusia biasa, bahkan penglihatan para Gycleps pun tidak bisa mengimbangi kecepatan saat Agler bergerak.
Buktinya mereka kebingungan mencari posisi Agler. Mereka hanya bisa melihat jejak di mana Agler berada, ketika melihat saudaranya tiba-tiba mati menjadi balok daging tanpa kelihatan bagaimana Agler membunuhnya.
Pada setiap detiknya, dia akan membunuh puluhan Gycleps yang paling dekat dengannya.
Tentu dia tidak hanya menebas dengan satu jurus. Seiring dia membunuh Gycleps raksasa ini, dia mengembangkan juga kemampuan pedangnya.
"Air Super Atomic Blade!" ucap Agler sambil melakukan jurusnya.
Agler melakukan ribuan tebasan di udara dalam satu detik.
Ratusan ribu garis tebasan muncul di udara tepat di depan Agler, ratusan ribu tebasan membentuk sebuah jaring yang sangat besar, dan kilatan cahaya garis ini dengan kecepatan yang sangat cepat bergerak maju memotong apapun yang ada di jalurnya.
Jaring yang terbuat dari tebasan ini memotong Gycleps yang ada di depannya hingga membentuk bagian-bagian potongan daging yang sangat kecil, dan jaring itu terus maju hingga belasan kilometer sebelum memudar dan menghilang.
Para Gycleps tidak bisa melawan sama sekali, kalaupun mereka melakukan perlawanan, tetap saja apa yang mereka lakukan itu sia-sia.
Puluhan ribu Gycleps tewas menjadi genangan darah dalam satu kali serangan.
[Kill 66.538 Gycleps +66538 Exp Bavdrago]
[Bavdrago Sword (A) : 143.000/400.000 Exp]
Jendela sistem muncul kembali di dalam penglihatan Agler.
"Meningkatkan level Bavdrago menjadi sangat mudah sekarang, tapi... jumlah Gycleps di sini sepertinya tidak akan cukup untuk meningkatkan pedang ini," gumam Agler sambil menatap jendela status sistem ini.
Jumlah dari semua para Gycleps tidak cukup untuk meningkatkan level Bavdrago Sword nya ke level selanjutnya.
"Omong-omong, 30.000 Exp di awal itu berasal dari mana, Sistem?"
Agler sudah sadar sejak awal, tapi dia tidak ada waktu untuk bertanya tentang masalah exp ini.
[30.000 Exp berasal dari membunuh Marshall D Teach, Tuan Rumah]
"Membunuh Blackbeard?" ucap Agler sambil menatap layar yang mengambang ini. Pada saat membunuh Blackbeard dia sama sekali tidak mendengar ataupun melihat jendela notifikasi dari sistem.
Yakin dengan hal itu, dia kembali bertanya, "Lalu kenapa tidak ada notifikasi sistem nya?"
[Sistem sudah memberi tuan pemberitahuan tentang itu, tetapi tuan rumah menghiraukannya]
"Afh iyah?"
Agler tidak yakin dengan Sistem kali ini. Setahunya dia tidak mendengar notifikasi dari Sistem saat itu, atau mungkin dia terlalu serius saat menghadapi Kru Bajak Laut Blackbeard sehingga tidak mendengar notifikasi sistem.
Entahlah dia tidak tahu pasti tentang itu, yang terpenting dia mendapatkan exp untuk mengupgrade pedangnya ini.
Swoosshhh!
Satu anak panah yang cukup besar diam-diam terbang ke arahnya.
Panah besar ini lebih dari cukup untuk membunuh satu orang manusia dewasa dengan mudah.
Tangan kiri Agler terulur ke arah datangnya panah, dan panah itu datang dari arah kiri Agler.
Dia mengalirkan mananya pada telapak tangannya yang menghadap ke depan, mulai mengaktifkan kemampuannya.
Perlahan perisai kristal terbentuk dari telapak tangannya, dan terus tumbuh menjadi lebih besar dan lebar.
Seharusnya ini cukup untuk menahan panah itu untuk berhenti.
Dang!
Perisai kristal memblokir sepenuhnya serangan dari panah itu.
Dengan kontrol kekuatannya yang sudah sangat mahir, Agler menghilangkan kembali perisai kristal ini.
"Saatnya melanjutkan memanen pengalaman!"
Sosok Agler menghilang di tempatnya, tiba-tiba dia muncul di depan wajah Gycleps yang tinggi ini.
Kemudian dia menebasnya tanpa terlihat tangannya bergerak saat memotong Gycleps ini.
[Kill Gycleps +1 Exp Bavdrago]
Agler terus melancarkan penyerangan terhadap Monster Botak ini.
Seiring berjalannya waktu, Agler meningkatkan kecepatan dia membunuh Para Gycleps ini.
Tanpa dia sadari, Agler sedikit tersenyum dan membuat dirinya terlihat mengerikan seperti psikopat yang asik melakukan seninya dalam membunuh mangsanya.
Pada saat ini...
Gycser, Gycmer, dan Gycger sedang memandangi Agler yang tengah asyik membasmi para Gycleps-nya dan juga empat Naga besar yang jauh dari mereka.
Ambisi untuk mengalahkan Agler membara lagi. Sebenarnya dia ingin membunuh Agler demi mendapatkan empat Naga ini.
Gycmer bangkit dan berdiri sambil memegang palu besar ini.
"Aku setuju untuk melakukan cara itu."
Dia berkata tanpa adanya rasa enggan di wajahnya, dan berjalan mendekati Gycger juga Gycser sambil menyeret palu besarnya.
"Kau yakin, Gycmer?"
Gycser tidak menyangka Gycmer bisa memutuskan pilihannya secepat ini. Dia pikir akan butuh waktu yang lama untuk Gycmer memilih keputusan saat ini.
"Tentu saja aku yakin sekarang, demi mengalahkan makhluk itu dan mengambil alih planet ini aku rela menggunakan cara itu," balas Gycmer sambil menatap Gycser santai, seolah dia mengatakan bahwa itu tidak masalah.
"Baiklah, ayo kita lakukan sekarang!"
Setelah mengatakan itu, Gycser menancapkan tongkatnya di tanah, lalu mereka bertiga mengelilingi tongkat ini.
Berdengung!
Suara dengungan terdengar dari tongkat ini, segera banyak kumpulan asap biru keluar dari kepala anjing yang ada di tongkat ini.
Asap biru ini membumbung tinggi ke udara dan mulai menyelimuti ketiga monster yang berdiri mengelilingi tongkat.
Swoosshhh!
[Kill Gycleps +1 Exp Bavdrago]
[Bavdrago Sword Tier A : (300.000/400.000)]
Agler menebas dan membunuh Gycleps terakhir dengan memotong tubuhnya menjadi daging kubus yang sangat kecil.
Matanya tidak sengaja melihat bulatan biru tua yang ada di depannya, dia segera mengalihkan pandangannya dan memandangi adegan ini.
"Bola apa ini? sejak kapan bola ini muncul di sini?" tanya Agler dengan ekspresi terheran.
Dirinya terlalu fokus membantai Gycleps tanpa memperhatikan ini.
Tiba-tiba, wajah Agler menjadi lebih serius saat dia menatap bola besar berwarna biru ini yang semakin membesar dan mengembang.
"Aku tahu bola ini!"
Dia segera mundur belasan kilometer dari tempat awal dia berdiri dengan satu loncatan.
Ketika dia mengaktifkan mata phoenix dan memandang bola besar itu dengan matanya. Dia dapat melihat energi yang sangat kuat sedang berkumpul di tengah-tengah bola biru itu.
Tampak energi yang kuat ini berkumpul menjadi perantara untuk tiga makhluk yang ada di dalamnya saling melebur dan menyatu.
"Bukankah ini tiga pemimpin dari Monster Botak ini?"
Agler melihat lagi bola besar itu, dan dia benar-benar tidak salah melihat.
"Transformasi?"
Apa yang dilakukan oleh pemimpin para Gycleps ini mirip seperti proses bertranformasi.
Ekspresi Agler menjadi sangat serius dari sebelumnya, dia siap untuk melawan apa yang ada di dalam bola besar yang terus bertambah besar ini.
Bola besar ini terus mengembang dan bentuknya semakin mirip seperti cangkang pada telur. Ukurannya juga terus menambah besar hingga diameternya mencapai 200 meter.
Agler terus mengawasi bola besar ini. Dia takut saat dia lengah walau sedikit saja akan menimbulkan sesuatu yang buruk.
Bum!
Gelombang angin seperti badai muncul di seluruh permukaan Terrain of Earth milik Agler.
Angin besar itu menerpa Agler dan mengibarkan rambutnya.
Bola besar berwarna biru tua itu menghilang dan digantikan dengan telur biru tua yang sangat besar dengan ukuran 160 meter berdiri tegak di atas tanah.
Area tanah yang ada di sekitar telur itu telah retak dan terkoyak tidak beraturan, ini adalah akibat dari ledakan yang dihasilkan dari bola besar itu sebelum adanya efek gelombang angin.
Crack! Crack!
Suara retakan terdengar dari telur itu.
Garis-garis halus muncul di seluruh telur ini, nampak telur ini akan pecah dan mengeluarkan sesuatu yang ada di dalamnya.
Garis halus merayap di setiap detiknya. Dalam waktu 10 menit seluruh cangkang telur itu diselimuti oleh banyak garis halus.
Waktu terus berjalan, pada menit 20 garis halus pada telur berubah menjadi retakan yang sangat besar.
Dengan seiringnya waktu, retakan pada cangkang telur membuat telur melepaskan potongan dari cangkang telur.
Tepat di menit 30 semua cangkang terkelupas sepenuhnya dan menampilkan sosok makhluk yang aneh dari dalam telur itu.
ROAAARRRR!
Lolongan seperti serigala keluar dari makhluk itu.
Sosok makhluk yang muncul kali ini mirip seperti serigala, tapi itu hanya kepalanya saja mirip dengan antara hewan serigala dan anjing.
Sosok ini memiliki kepala seperti serigala dengan bulu berwarna biru tua, badannya seperti manusia yang terdapat otot-otot yang kuat tetapi itu juga dipenuhi oleh bulu halus berwarna biru. Memiliki tiga pasang tangan di tubuhnya, dan sepasang kaki di bagian bawah tubuhnya.
Mirip seperti Werewolf di dunia sebelumnya, tetapi memiliki perbedaan yang sangat menonjol yaitu tiga pasang tangan yang bercakar tajam dan juga tiga mata di kepalanya.
Satu lingkaran besar berwarna biru melayang di punggungnya, tampak terlihat seperti gelang yang dimiliki oleh Gyscger di pergelangan tangannya. Tapi ini versi yang lebih besar dan hanya ada satu.
Dan ketiga pasang tangan itu memegang palu yang sebesar dengan dirinya, yaitu besarnya sekitar 155 meter.
Tiga mata yang berjejer menatap sosok Agler yang jauh darinya dengan tatapan penuh niat membunuh.
"Werewolf dari jelek-jelek serigala?"
Agler berkata dengan ekspresi aneh dan konyol.