Savior System

Savior System
Bab 166 : Melawan Pasukan Alien Lemah


"Sayang!" Agler berseru begitu melihat Adena, Alyona, Rem dan Ram sedang duduk di sofa tengah melihat serial film di televisi besar.


Anak-anak dan yang lainnya sedang beraktivitas di luar ruangan, bahkan Tsunade pun memiliki kesibukan, yaitu mempelajari ilmu kedokteran secara langsung di rumah sakit.


Mendengar seruan Agler, mereka semua langsung menoleh kepada Agler yang sedang berjalan ke arah mereka dengan senyum lebar di wajahnya.


"Mengapa pulang jam segini, Sayang?" Adena bangkit lebih dahulu dan memeluk Agler.


Merasakan dua bola yang menempel di tubuhnya, Agler membalas memeluk Adena seraya mencium keningnya. "Tiba-tiba saja aku merindukan kalian semua. Untuk itu, aku pergi menemui kalian."


"Benarkah? Atau kamu ingin meminta jatah kepada kita?" Alyona ikut memeluk Ager, tetapi dari arah belakang punggung Agler.


"Umm ...." Agler menggaruk pipinya tampak kaku, sepertinya niatnya ketahuan.


"Ayo kita bermain bersama-sama!" Ram tiba-tiba memeluk Agler dari samping kanan, diikuti oleh Rem yang juga memeluk pinggang kiri Agler.


"Bermain? Bersama?" Agler menatap mereka berempat dengan sorot mata yang terkejut.


"Ya, ada apa? Kamu takut?" Alyona berlagak seperti yang sedang menantang Agler sambil menaikkan kedua alisnya.


Selain Alyona, ketiga wanita yang lain pun menatap Agler seakan sedang mengajak untuk bertempur.


Agler tersenyum dan menatap tiap-tiap mata mereka, kemudian dengan gerakan yang cepat Agler menggendong keempat wanitanya ini dengan menggunakan kekuatan pikirannya menuju kamar utama.


Suara jeritan dan rintihan minta ampunan samar-samar terdengar dari kamar utama. Selain suara-suara tersebut, suara tamparan ke sesuatu yang kenyal juga dapat didengar dari kamar tersebut, terlebih suara ******* yang aneh.


Selama dua jam bunyi aneh itu berbunyi hingga kamar utama menjadi sunyi dan tak lagi mengeluarkan suara aneh yang memancing gairah.


Setelah itu, Agler keluar dari kamar sambil membenarkan ikat pinggang yang mengikat celana hitam bahannya.


Seringai muncul di wajah Agler, kemudian ia turun ke bawah dan keluar dari rumah begitu menyapa Pina, Taroumaru, dan Baymax.


Ia kembali lagi ke permukaan matahari untuk menjemur.


Setelah berjemur sampai matahari terbenam, Agler kembali ke Aquater dan menjemput semua wanitanya yang berada di luar rumah.


Mereka semua makan malam bersama dengan senang dan harmonis, anak-anak semuanya menceritakan apa yang terjadi di sekolah tadi dan Agler serta wanitanya mendengarkan, tidak lupa untuk memberikan nasihat baik agar tertanam di otak mereka secara perlahan.


Meskipun Agler bukan orang tua anak-anak ini, sudah menjadi keharusan untuk Agler memberi nasihat dan pelajaran yang baik kepada mereka semua, Agler sudah memiliki kewajiban membimbing dan mendidik mereka, wanitanya pun dengan senang hati mengurus mereka semua. Hitung-hitung praktik merawat anak sebelum memiliki anak sungguhan.


Usai anak-anak membereskan pekerjaan rumahnya, mereka semua pergi tidur dan hanya menyisakan Agler dan wanita-wanitanya di ruang keluarga.


Agler dan wanita-wanitanya menonton sebuah film romantis. Sebenarnya, Agler tidak mau menonton film ini, dikarenakan tuntutan dan permintaan wanitanya, ia akhirnya ikut menonton film.


Sebagai imbalan, Agler diberikan perlakuan manja dari semua wanitanya, dimulai dari memijat sampai menyuapinya buah-buahan bagaikan seorang raja yang diperlakukan dengan hormat oleh permaisurinya.


Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin sampai tidak terasa 4 hari lewat begitu saja bak air sungai yang mengalir.


Selama 4 hari, Agler menunggu Sistem menerbitkan misi penyelamatan, tetapi tidak kunjung datang, satu pun tidak ada misi yang diberikan oleh Sistem.


Namun, Agler tetap melakukan tugasnya sebagai Saviorman, ia membuat ribuan klon dirinya menggunakan kemampuan seribu bayangan, semuanya tersebar ke seluruh dunia.


Tiap klonnya memiliki kurang dari 1% kekuatannya, itu lebih dari cukup untuk menghadapi semua masalah yang ditemui klon Agler dan berhasil menyelamatkan orang.


Pada hari ini, Agler telah menarik semua klonnya karena ia memiliki rencana untuk memutar tiket lotere.


Lelah dirinya menunggu Sistem memberikan misi, lebih baik memutar tiket lotere selagi masih ada dan tersedia.


Tempat Agler memutar lotere ada di permukaan bulan, ia duduk di sana dengan melapisi seluruh permukaan tubuhnya dengan telekinesisnya agar bakteri dan virus dari bulan tidak menempel di baju yang ia kenakan.


"Sistem, putar semua lotere!" Agler berseru kepada Sistem dan bersemangat.


Alih-alih merespons sesuai dengan perintah Agler, Sistem mengeluarkan pemberitahuan lain.


Misi : Bantu para pahlawan dalam melawan pasukan alien yang keluar dari portal.


Hadiah : 3x Ticket Lotere, 500 Savior Coin.


Hukuman : Tidak ada.


[Apakah Anda ingin menerima misi?]


[Iya/Tidak]


Setelah melihat misi, Agler merenung untuk mengingat dunia fiksi yang pernah ia tonton di dunia sebelumnya.


"Pahlawan? Apa itu dari dunia anak sekolah yang terdapat banyak pahlawan?" Duduk di permukaan bulan, Agler memegang dagunya. "Mungkinkah itu dari dunia Stark berada?"


Ketika memikirkan ini, Agler langsung memilih untuk menerima misi, ia malas untuk menerka-nerka dunia apa yang akan dikunjungi.


Terpenting Agler sudah mempersiapkan semuanya, entah itu kekuatan atau para pasukannya, pasukan bayangan dan teman binatangnya.


"Terima misi!" seru Agler dengan tegas tanpa ada keraguan di nada suaranya.


[Ding! Mulai melakukan transfer diri ....]


Cahaya putih yang bersinar terang menyelimuti seluruh tubuh Agler, kemudian sosok Agler menghilang di beberapa detik kemudian, hanya menyisakan bekas Agler duduk di permukaan bulan yang ditutupi oleh debu.


Pada saat ini, di sebuah kota yang penuh oleh gedung-gedung tinggi yang seakan ingin mencakar dan menjangkau langit. Di antara gedung-gedung tersebut terdapat satu gedung yang berbeda dan memiliki nama yang dibuat sebagai tanda kepemilikan, nama itu adalah Stark.


Namun, ada yang aneh dari gedung itu, tepat di atas gedung Stark terdapat sebuah garis cahaya biru yang bersinar ke atas langit, beberapa detik berselang, sebuah portal hitam besar yang tampak mengerikan dan menakutkan muncul beberapa ratus meter dari atas gedung itu.


Banyak orang-orang yang ada di kota memberhentikan kesibukannya, orang tengah berada di dalam mobil, di dalam gedung, dan di bahu jalan, mereka semua menyaksikan portal ini tanpa ada niat untuk menjauh dan melarikan diri.


Apabila diperhatikan lebih seksama, bayangan dari puluhan ribu di segala penjuru yang ada di kota ini memiliki reaksi yang aneh, seolah-olah itu sempat bergerak dalam waktu yang sekilas dan singkat, gerakan abnormal yang seharusnya bayangan tidak bisa bereaksi seperti itu.


Tak lama kemudian, rombongan makhluk aneh keluar dari portal ini secara masif dengan menggunakan kendaraan terbang yang aneh dan tak lazim.


Makhluk asing ini datang berniat ingin menginvasi kota dan planet ini, terlihat dari mereka yang membawa sebuah senjata alien yang tidak diketahui.


Akan tetapi, di kejauhan tampak setitik objek berwarna merah yang terbang dengan arah yang berlawanan, seakan-akan ingin menyerang makhluk aneh ini seorang diri.


Boom! Duar!!


Suara beberapa ledakan terdengar dari atas gedung tersebut, kelihatan asap yang membumbung di atas langit.


Objek kecil berwarna merah ini menyerang ribuan makhluk aneh dan berhasil menaklukkan beberapa ratus makhluk dari mereka semua.


Sayangnya, sesuatu ini tidak berhasil untuk menghadang mereka semua dan masih banyak makhluk asing yang lolos dan bersiap untuk menyerang manusia di kota.


"Sama seperti di film, sepertinya Tony di sini berbeda dengan Tony yang pernah aku temui, ini sama sekali dunia yang berbeda."


Seorang pria turun dari mobil taksi dan menyaksikan bintik-bintik hitam di langit yang terbang menuju dirinya dan orang yang ada di sekitar.


Pria ini tidak lain dan tidak bukan adalah Agler. Ia sudah datang di sini beberapa menit sebelum Loki membuka lubang cacing untuk mengantarkan pasukan Chitauri.


Dengan persiapan yang cepat, Agler menyebarkan semua pasukan bayangannya di setiap bayangan manusia yang ada di Kota New York.


Itu hanya untuk melindungi manusia yang ada di sini agar tetap aman dari serangan energi yang tidak akan lama lagi ditembakkan oleh ribuan Chitauri ini.


Agler memiliki tujuan begitu tahu misinya, yakni mengekstrak semua pasukan Chitauri yang mati, ia akan berusaha untuk tidak membunuh mereka secara sadis, tetapi membunuh mereka dengan tubuh yang utuh supaya mudah untuk diekstrak untuk menjadikan pasukannya.


Melihat ratusan makhluk Chitauri yang terbang ke jalan yang dipijaknya, Agler bersiap dan bergumam, "Sudah waktunya bersenang-senang."