
Sebuah api berwarna biru-hitam muncul di atas telapak tangan Agler yang menghadap ke atas. Api ini mengambang di atas telapak tangan Agler tanpa membakar tangan Agler sama sekali, sebab api biru-hitam ini sama sekali tidak panas atau pun dingin, api yang sejuk seperti bukan layaknya sebuah api yang membara.
Mata Pria tua Carl membelalak terkejut dan menatap api di tangan Agler dengan sorot mata yang tidak percaya. Kakek Carl berjalan mundur hingga menabrak tembok ruang rawat inap, ia benar-benar terpana dan takut dengan Agler.
Pemandangan ini benar-benar pertama kali dilihat oleh Carl semasa hidupnya, ia belum pernah melihat trik sulap sehebat ini.
"Siapa kamu?!" Carl bertanya dengan nada yang tinggi sambil menunjuk Agler.
Agler tidak menjawab, melainkan ia berjalan mendekati Nyonya Ellie yang terbaring lemah sambil memejamkan matanya.
Sehabis bertanya kepada Carl, Nyonya Ellie menutup matanya untuk beristirahat, ia tidak disarankan untuk banyak bergerak ketika sedang sakit, terlebih sakit yang dideritanya makin parah seiring bertambahnya hari.
"Hei! Jangan dekati Istriku!" Carl bergegas berlari untuk menahan Agler untuk mendekati istrinya yang sedang sakit.
Namun sayangnya, Carl tidak bisa bergerak dan terdiam terpaku di dekat dinding timur ruang rawat inap, Agler memfokuskan kekuatan telekinesisnya untuk mengekang dan membatasi pergerakan Kakek Carl ini sampai tak bisa bergerak satu sentimeter pun.
Agler berhenti di samping tempat tidur Nyonya Ellie, tangannya terulur untuk menerbangkan api biru-hitam kepada tubuh Nyonya Ellie yang sedang sakit.
Melihat adegan ini, Carl ingin memberhentikan gerakan Agler, tetapi itu tidak bisa dilakukan olehnya, jangankan berlari, menggerakkan mulut pun tidak bisa.
Carl hanya bisa melihat adegan ini dengan hati yang tidak terima dan kemarahan yang besar, bahkan matanya berubah berwarna merah karena pengaruh amarah.
Perlahan api biru-hitam Agler menutupi seluruh tubuh Nyonya Ellie tanpa membuatnya tersadar dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.
Hanya dalam beberapa tarikan napas, seluruh tubuh Nyonya Ellie yang tua renta tersebut dibungkus oleh api yang membara. Tubuh Nyonya Ellie yang diselimuti api phoenix milik Agler lambat-laun sembuh karena api Agler membasmi penyakit dan cedera yang mengendap di dalam tubuh Nyonya Ellie, proses ini berlangsung secara lambat.
Butuh seperempat jam untuk api phoenix biru-hitam untuk berhasil menyembuhkan penyakit Nyonya Ellie secara total.
Tampaknya itu termasuk gangguan pada ovarium yang dialami oleh Nyonya Ellie dahulu kala muda sehingga menyebabkan pasangan tua ini tidak mempunyai anak, alias Nyonya Ellie ini mandul.
Sekarang, Nyonya Ellie tidak mandul lagi, sekarang ia sembuh total sampai penyakitnya yang dahulu dihilangkan, tetapi sangat sulit untuk hamil dan memiliki anak di usia lanjut seperti sekarang ini.
Sayang sekali Agler tidak memiliki kemampuan manipulasi usia untuk orang lain. Adapun kemampuan tersebut hanya berlaku untuk dirinya sendiri dan tidak bisa digunakan untuk orang lain, kemampuan tersebut dapat dari tubuh Flugel yang di mana ia bisa mengubah tampilan sekaligus usianya ke angka berapa saja.
Usai semua selesai, Agler belum melepaskan Kakek Carl yang memiliki emosi marah yang meledak-ledak, dan memaksanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Di adegan selanjutnya, Nyonya Ellie yang terbaring sambil memejamkan matanya itu perlahan bangun, lantaran ia merasa bahwa tubuhnya tidak merasakan sakit seperti beberapa menit sebelumnya.
Nyonya Ellie duduk di atas kasur rawat inap sambil memandangi tubuhnya dengan mata yang tidak percaya dan terpana.
Seluruh anggotanya secara bergantian digerakkan, Nyonya Ellie memastikan bahwa dirinya sehat sungguhan. Nyonya Ellie memiliki wajah yang senang dan bahagia setelah beberapa kali mencoba menggerakkan anggota tubuhnya.
Tidak ada rasa sakit berupa nyeri atau ngilu ketika bergerak, ia rasa dirinya sudah benar-benar sembuh seperti sedia kala.
Pelan-pelan Nyonya Ellie mencoba untuk turun dari kasur yang sudah lama ia tempati dan tiduri, melihat Nyonya Ellie yang hendak turun, Agler mengulurkan tangannya untuk membantu menopang tubuh Nyonya Ellie yang tua renta.
Mengetahui niat baik Agler, Nyonya Ellie mengambil tangan Agler dan dijadikan topangan saat dirinya turun dari kasur, setelah itu ia berhasil turun dari kasur.
"Tu–tubuhku pulih seperti ... se–sedia kala?" tanya Nyonya Ellie dengan nada suara yang bergetar dan terbata-bata.
Agler mengangguk untuk mengkonfirmasi dugaan Nyonya Ellie adalah benar. Seluruh penyakit yang ada di dalam tubuh wanita tua ini lenyap dan dibasmi sampai ke akar-akarnya. Bisa dikatakan Nyonya Ellie kembali muda, pasalnya api biru-hitam Agler mempunyai sedikit efek membuat muda beberapa tahun pada target yang disembuhkan.
"Ini benar, 'kan? Kamu tidak bermain-main denganku, bukan?" Nyonya Ellie masih tak percaya apa yang terjadi dengan tubuhnya, ia terus bertanya-tanya kepada Agler dengan banyaknya pertanyaan yang diulang-ulang.
Agler dengan sabar dan tenang menjawab pertanyaan Nyonya Ellie untuk meyakinkan lebih konkret, apa yang terjadi nyata dan bukan rekayasa.
"Coba Nenek Ellie gerakkan tubuhnya lebih kuat, seperti berdansa atau berlari di tempat untuk membuktikan sendiri bahwa Nenek Ellie sudah sehat," saran Agler dengan sopan dan suara yang lembut.
Mendengar saran dari Agler, Nyonya Ellie pelan-pelan mencoba bergerak dengan kuat. Awal-awal Nyonya Ellie jalan di tempat seperti biasa, lama-kelamaan gerakan tubuhnya makin cepat dan lebih cepat, akhirnya Nyonya Ellie bisa melakukan lari di tempat.
Tuan Carl yang melihat ini langsung terperangah tak percaya apa yang ia lihat di depannya sekarang ini. Istrinya yang tua ternyata bisa berlari di tempat dengan normal di usia yang lanjut dan tengah sakit.
Secara diam-diam, Agler menarik kembali kekuatan telekinesisnya dari tubuh Tuan Carl. Merasakan tubuhnya bisa digerakkan kembali, Tuan Carl langsung berlari untuk memeluk istrinya.
Agler tidak menghalangi Tuan Carl, tidak mungkin ia menghalau orang untuk memeluk pasangannya sendiri, terlebih Agler sendiri tidak mempunyai masalah dengan Kakek tua ini.
Di bawah tatapan Agler, Tuan Carl dan Nyonya Ellie saling berpelukan dan menangis bersama, meraka berdua menangis bahagia karena sebuah keajaiban datang kepada mereka.
Setelah berpelukan dan menangis bersama, Tuan Carl memeriksa keadaan istrinya lagi untuk memastikan secara langsung olehnya. Tubuh istrinya baik-baik saja, tidak ada luka atau pun sesuatu yang salah, bahkan Kakek Carl ini merasa istrinya menjadi lebih muda dari yang sebelumnya ia lihat.
Kemudian Kakek Carl menoleh ke arah Agler dengan wajah yang terpana. "Ka–kamu ... apakah itu benar kamu yang menyembuhkan istriku?!"
Kali ini, bukan Nyonya Ellie yang bertanya dengan pertanyaan yang sama, melainkan suaminya yang masih skeptis dengan adegan keajaiban ini yang di luar akal sehat.
Namun, pemuda di depannya ini seakan-akan datang tanpa diundang, tidak tahu dari mana asalnya dan di mana pemuda ini tinggal, kemudian tiba-tiba menolong istrinya tanpa alasan dan sebab.
Perilaku ini mirip dengan sesuatu yang ada pada tulisan seseorang, tulisan yang menceritakan tentang seorang atau suatu karakter kuat dan punya hati yang baik, pekerjaan orang tersebut adalah menolong orang tanpa diberi imbalan, sangat keren, tetapi hanya fiktif, sekadar karakter fiksi saja.
Pada saat ini, pandangan terhadap karakter fiksi itu tumbang karena kehadiran Agler yang menyelamatkan istrinya yang tengah sakit. Ternyata sosok orang yang suka menolong orang dengan kemampuan di luar nalar ada di dunia nyata.
Segera, Tuan Carl meminta maaf kepada Agler karena telah bersikap kasar sebelumnya. Perilaku tersebut murni karena takut, ia takut jika istrinya disakiti.
Agler memaklumi perilaku Kakek Carl, ia tidak marah, lagi pula wajar jika seorang suami takut istrinya dilukai oleh orang lain. Pasti Agler pun melakukan hal yang sama dengan Kakek Carl, tanpa takut menjaga seseorang yang disayang.
"Maaf ... aku tidak bermaksu—"
"Tidak apa-apa, aku paham kenapa Tuan Carl bertindak berani seperti itu. Jujur saja, aku salut dan hormat atas sikap Tuan Carl," Agler memotong ucapan permintaan maaf Tuan Carl.
Setelah itu, Agler menepuk pundak kakek tua di depannya ini dengan pelan lalu sebuah nyala api berkobar besar dan membungkus tubuh tua Kakek Carl seutuhnya.
Sama seperti sebelumnya, Agler tengah menyembuhkan semua segala risiko penyakit di dalam tubuh tua dan rentan Kakek Carl.
Proses ini tak memakan waktu yang banyak, bahkan lebih singkat ketimbang proses istrinya Tuan Carl, Nyonya Ellie.
Saat berikutnya, Carl merasa tubuhnya menjadi sehat dan bugar, ia merasa kondisi tubuhnya dipulihkan ke tubuh beberapa tahun yang lalu, pastinya lebih kuat dari kondisi tubuhnya sebelum dihapuskan sumber penyakit, ia tidak selemah sebelumnya.
Kakek Carl berterima kasih kepada Agler karena sudah membuatnya menjadi lebih baik, ini suatu kebahagiaan yang sulit diperoleh oleh orang lain.
"Jadi, kamu mau tetap di sini atau pulang ke rumah?" tanya Carl Fredricksen kepada istrinya.
"Aku tidak suka tinggal di sini, aku mau pulang saja, Sayang," jawab Nyonya Ellie dengan wajah yang gelisah.
Mendengar jawaban istrinya, Tuan Carl mengangguk dan menerima permintaan istri tercintanya.
Namun ada satu hambatan yang dipikirkan oleh Carl. Perlahan Kakek Carl menoleh ke arah Agler, ia bertanya, "Apakah tidak apa-apa untuk istriku pulang sekarang?"
"Tidak apa-apa, aku akan mengurusi semuanya," jawab Agler dengan percaya diri.
Setelah itu, Agler melepaskan kendali kekuatan pikirannya pada ruang rawat ini. Suara yang berasal dari dalam ruang rawat dapat didengar sedikit oleh orang-orang yang ada di luar. Selanjutnya, ia memanggil dokter di rumah sakit ini dan mengajukan permintaan pulang pasien atas nama Nyonya Ellie.
Dokter perlu mengecek ulang bagaimana kondisi kesehatan pasien tersebut yang meminta pulang, apakah memungkinkan untuk bisa pulang atau tidak.
Tepat ketika pemeriksaan dilakukan, wajah Dokter ini langsung tercengang saat mengetahui hasil dari pemeriksaan, ternyata Nyonya Ellie sudah sembuh total, kondisinya sudah sehat, bahkan lebih sehat dari dirinya sendiri.
Bagi dokter, peristiwa ini adalah sebuah keajaiban medis. Penyakit yang diderita oleh Nyonya Ellie ialah penyakit asma yang tingkatnya sudah cukup parah. Asma adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan total. Oleh karina itu, dokter di rumah sakit ini heboh dan meminta obat apa yang dapat menyembuhkan penyakit asma Nyonya Ellie.
Agler sudah menyiapkan, sebuah botol air minum yang dicampurkan satu tetes darahnya. Air yang ada di dalam dapat memusnahkan semua penyakit, tetapi takkan bisa diteliti dan disalin oleh para ilmuwan di dunia ini. Pasalnya, DNA pada cairan ini akan menghilang jika ada orang yang berniat menelitinya. Pada hakikatnya semua bagian dari tubuh Agler berada di bawah kendali mutlaknya, bahkan setetes darah sekalipun, ini juga sudah diinformasikan oleh Sistem bahwa darahnya tidak akan bisa disalin dan ditiru.
Pada awalnya para dokter di sini skeptis dan ragu dengan air minum yang kata Agler adalah obat penyembuh Nyonya Ellie. Namun, saat diuji kepada salah satu pasien dengan kasus yang sama, air putih ini berfungsi dan berhasil menyembuhkan penyakit pada pasien yang dijadikan objek uji tersebut.
Seperti yang diduga Agler, mereka meminta izin untuk meneliti air ini, sebab Agler bilang bahwa air yang ada di di botol adalah air yang terakhir tersisa-sisa, tidak ada air yang sama yang memiliki khasiat yang serupa.
Respons Agler ialah mengizinkan, percuma saja mereka meneliti, mereka tidak akan mendapatkan hasil sama sekali.
Beberapa prosedur yang rumit dilakukan oleh Agler hingga akhirnya Nyonya Ellie berhasil dipulangkan ke rumah. Dimulai dari tahapan permintaan menunjukkan kartu penduduk sampai ke pertanyaan yang sangat mendetail, semua itu dijawab oleh Agler dengan masuk akal yang dilandaskan dengan kebohongan, seperti kartu penduduknya adalah buatan sistem yang sudah disediakan, ia adalah seorang kerabat dari pengusaha terkenal, ini yang membuat mereka berhenti untuk mengulik dan memaksa Agler untuk membocorkan asal muasal dari minuman ajaib tersebut.
Dua hari berlalu di dunia yang asing, tetapi akrab ini.
Dalam dua hari, Agler masih dikejar-kejar oleh dokter, mereka tidak bertanya mengenai botol air minum ajaib, melainkan hanya ingin berkenalan dengan Agler.
Agler dan pasangan Fredricksen ini menjadi terkenal di kota, akibat kejadian Nyonya Ellie yang sembuh karena air ajaib.
Dalam waktu tersebut mereka bertiga sibuk dengan orang-orang yang ingin tahu tentang peristiwa mereka. Berbeda dengan hari ketiga ini, mereka akan pergi ke sebuah tempat yang diidam-idamkan oleh Tuan Carl dan Nyonya Ellie
"Apa kalian sudah siap?" tanya Agler kepada pasangan tua di depannya.
"Ya! Kami berdua telah siap!" Tuan Carl dan Nyonya Ellie menjawab bersamaan.
"Baiklah, ayo kita masuk ke mobil!"
Agler membukakan pintu sebuah mobil yang panjang berjenis Limosin untuk mereka berdua masuk ke dalam.
Usai semuanya beres, semua barang bawaan dan perlengkapan perjalanan masuk ke dalam bagasi mobil. Mobil panjang ini melaju pergi meninggalkan perumahan tempat rumah Fredricksen dibangun.