Savior System

Savior System
Bab 81 : Kejadian Tidak Terduga


Cahaya terang bersinar di permukaan matahari, dan itu tidak berlangsung lama, perlahan-lahan sosok Agler muncul yang masih terlihat tersenyum lepas.


Perasaan yang menyenangkan selama di dunia Naruto terbawa sampai ke dunia nyata.


"Hahaha dasar Guru Bejat, semoga dia tidak kenapa-napa, dan tidak mati akibat kehendak dunia di sana," gumam Agler dengan raut wajahnya tampak senang dan sedikit khawatir.


Dia tidak tahu bagaimana nasib Jiraiya ke depannya.


Akankah, dia tetap hidup hingga perang ninja ke-4 atau dia mati sebelum peristiwa itu, mungkin saja Jiraiya hidup hingga masa era Boruto.


Jika kehendak dunia, atau hukum di sana menetapkan Jiraiya harus mati, bisa saja dia mati akibat peristiwa lain.


Semoga saja dia memiliki umur panjang, dan tidak ada kecelakaan yang terjadi, yang mengakibatkan dirinya mati.


Karena kedatangannya untuk menyelamatkan Jiraiya sudah pasti akan menciptakan efek butterfly yang parah, sehingga bisa saja dunia Naruto yang Agler kunjungi menjadi dunia Naruto parallel.


Memikirkan ini, Agler menghela nafas, dan berhenti memikirkannya.


....


Suatu Planet, Di kerajaan Czar Draith


"LATAN DIMANA KAU?!"


Suara yang menggelegar, mengandung tekanan menakutkan terdengar ke seluruh sudut kastil.


Kemudian, satu sosok besar perlahan masuk dan memperlihatkan penampilannya.


Makhluk ini memiliki tubuh yang tinggi, setara dengan tinggi dua kali Dua Jerapah yang ditumpuk, dan juga tubuhnya yang seperti manusia berotot, terlihat kuat dan mendominasi.


Keseluruhan tampak seperti bentuk manusia yang besar, namun, makhluk ini memiliki perbedaan, yaitu kepalanya yang mirip kepala manusia botak hanya memiliki 1 mata, dan dari atas kepala hingga ke ekornya yang seperti kadal tertanam rapih tulang panjang yang tajam.


Seluruh tubuhnya dikelilingi oleh energi berwarna biru-hitam juga memliki armor hitam pada pinggang dan bahunya, dan satu matanya bersinar biru.


Dua pergelangan tangannya digelangi oleh lingkaran energi biru berbentuk cakram bundar, dia seperti tipe makhluk yang menyerang menggunakan kepalan tangan.


"HEI MAKHLUK JELEK!"


"DIMANA LATAN?!"


Para Succubus ketakutan, tubuhnya bergetar setelah mendengar suara ini.


"Tuan Latan su-sudah la-lama pergi dari ka-kastil ini ...."


Salah satu Succubus menjawab dengan nada suara bergetar dan gagap.


"APAKAH DIA PERGI KE PLANET ITU?" tanya Makhluk besar ini.


"I-iya ...."


Succubus itu meringkuk di dekat tahta singgasana Czar Draith.


"TAMPAKNYA DIA SUDAH GAGAL ... LORD PASTI SUDAH TAHU INI," gumam Makhluk itu.


Setelah itu, Makhluk besar berbalik, dan melangkah pergi meninggalkan Kastil, tanpa melihat kembali Succubus yang menurutnya jelek.


Beberapa saat, setelah keluar dari Kastil, perubahan aneh terjadi pada Kastil yang sangat besar itu.


Kastil Czar Draith perlahan muncul retakan di setiap bagian kastil, garis retakan itu mengeluarkan asap biru, akhirnya retakan hancur dan kastil runtuh berantakan.


Asap biru menyelimuti reruntuhan kastil yang luas ini, dan melelehkan kastil dan Succubus menjadi uap di udara yang tipis.


....


"Sistem buka Jendela Status!"


[Membuka Panel Atribut...]


[Sistem Penyelamat ]


[Nama : Agler Cullen Keen]


[Keturunan : Manusia (Utama), Superman (Sub), Flugel 6 Sayap, Belum Dibangkitkan (Tidak Diketahui)]


[Kekuatan : 3.2 Miliar ton]


[Kecepatan : 270.000 km perdetik terbang / 15.000 km perjam untuk berlari]


[Kecerdasan : 90 (5 untuk rata rata manusia, kemampuan berfikir, menyusun strategi, mencerna ilmu lebih cepat dll)]


[Fisik : 2.6 Miliar ( 5 untuk rata rata manusia, kemampuan daya tahan tubuh terhadap serangan)]


[Jiwa/mana : 800.000.000 / 800 Juta]


[Cosmo : 700.000.000 / 700 Juta (Indra Ke-6)]


[Chakra : 5.500.000.000 / 5.5 Miliar (Hamura)]


[Kemampuan : Kekuatan super, Tulang Besi, Terbang, Fisik Super (Resistensi Penyakit, Racun, Radiasi Kosmik, Kryptonite, Mental, Sihir dan Usia), Kekuatan Pikiran (Telekinesis, Telepati, Resistensi Manipulasi Pikiran), Manipulasi dan Sihir 5 Elemen (Api, Air, Udara, Tanah, Tanaman), Regenerasi Super Pasif, Manipulasi Es-F, Manipulasi Gravitasi-M, Manipulasi Petir-M, Penyerapan Energi Matahari, Mode Mata dan Jurus Tenseigan, Penyembuhan Aktif, Manipulasi Berlian-M, Manipulasi Logam-M, Ilmu Pedang Dasar Manipulasi Usia, Manipulasi Hewan, Sage Mode Sempurna, Berbagai Jutsu Rasengan, Seribu Bayangan, Jutsu Pengganti dan Transformasi]


[Bakat : Afinitas Lawan Jenis, Pedang Luar Biasa, Memasak Luar Biasa, Berbicara Pada Hewan]


[Tingkatan : Planet Besar]


[Senjata Utama : Draga Volar (SS-Rank), Bavdrago (A-Rank)]


[Item : Setelan Black Superman, Kecerdasan Buatan Jarvis, WayneCorp, Garuda Surplice Broken, 11 Kacang Peri, Celana Hulk, Light Cycle Tron, Kalung Platina GS, Pakaian sehari-hari, Stark Corp, Draga Volar Zanpakuto Sword, Ghost Rider Bike, Bavdrago, Sagitarius God Gold Cloth, Flugel Suit]


[Psychic Beast : Great Red, Ancalagon, King Ghidorah, Pina Dragon]


[Karakter : Rem, Groot]


[Tiket Lotere : 7 kali]


[Tugas : Belum Ada]


[Savior Coin : 2.990 Coin]


[Istana Dewi : 6]


[Mall Sistem] [Ruang Sistem 10.000m³]


Energi yang lain telah dipisahkan oleh sistem, memiliki tempat tersendiri dalam kolom sistem.


'Rasengan, Sage Mode dan teknik dasar ninja sudah tercatat di panel sistem,' gumam Agler dalam hati.


Dia berbaring di sofa ruang keluarga, sambil menikmati pelukan Rem dan Svalia di sampingnya.


Menatap layar sistem yang menampilkan informasi atributnya yang terbaru.


Tiket lotere sistem sudah sedikit terkumpul banyak, melihat ini membuatnya gatal ingin memutar lotere, tapi dia tahan niat itu sebisa mungkin.


Melihat ke samping dirinya, dua wanita cantik yang sedang memeluk tubuhnya dan matanya menonton tv, Agler mencium kedua kening mereka.


Ghivana keluar dari dapur, membawa camilan yang dia buat untuk mereka berempat.


Meletakkan makanan di atas meja depan mereka, lalu Ghivana duduk di pangkuan Agler, lalu menyuapi makanan ke mulut Agler.


Melihat ini, Agler membuka mulutnya, tersenyum lalu mencium pipi Ghivana.


Berkumpul bersama orang tersayang memang dapat mengatasi hati yang lelah menjadi tenang dan bahagia.


Adena dan anak-anak belum pulang ke rumah, karena dia terlalu cepat pulang dari berjemur di matahari, dan ternyata sekarang waktu masih siang hari.


Saat menikmati acara tv sinetron, tiba-tiba suara sistem mengganggu dirinya.


[Ding!]


[Tugas Sistem Terdeteksi!]


[Tugas : Selamatkan seorang Nenek yang sedang menyeberang jalan]


[Deskripsi : 1 menit kemudian seorang Nenek di Bandung sedang menyeberang jalan dan akan ditabrak oleh mobil seseorang, segera selamatkan dia]


[Hadiah : 2x Tiket Lotere, 30 Savior Coin]


[Hukuman Kegagalan : Tidak Ada]


[Apakah Tuan Rumah Menerima Tugas?]


'Terima!'


"Sayang, aku mau keluar dulu sebentar," kata Agler kepada Ghivana.


Bangkit dari pangkuan Agler, kemudian Agler berdiri.


Mereka bertiga sudah pasti mengetahui apa yang dimaksud Agler, lalu mereka mencium pipi Agler, dengan wajah tersenyum Agler keluar dari rumah.


....


Seorang Nenek sedang menyeberang jalan saya, pada awalnya jalanan itu tidak cepat akan tetapi, satu mobil datang dari arah kanan melaju dengan kecepatan tinggi.


"Awas, Nek!"


Orang-orang yang melihat pemandangan ini, langsung berteriak memperingati Nenek itu, tapi tidak ada satupun yang bergerak untuk menolong si Nenek.


Nenek yang menyebrang tidak mendengar ucapan mereka karena pendengarannya sudah berkurang.


Si supir yang ada di dalam tidak konsentrasi ketika mengendarai mobilnya, tampak sedang memikirkan sesuatu.


Saat tersadar, dia melihat bahwa dua meter di depannya terdapat seorang Nenek tua yang sedang menyeberang.


Dengan cepat, depan mobil itu hanya tinggal 20 cm lagi menyentuh tubuh si Nenek dan menghantamnya.


Orang-orang hanya bisa menutup mata dan ada yang menyaksikan ini.


Pada detik berikutnya, kilatan cahaya putih melintasi antara Nenek dan mobil.


Hanya dalam satu kedipan mata, Nenek sudah ada di sebrang jalan dengan seorang pemuda.


Mobil itu langsung berhenti, meminggirkan mobilnya di bahu jalan, Seorang Pria berjas yang ada di dalam pun keluar melihat ke belakang mobil.


Dan dia melihat bahwa si Nenek sudah ada di sebrang jalan, dan sedang mengobrol dengan seorang pemuda.


Berjalan menghampiri mereka berdua dan bertanya dengan khawatir, "Nenek tidak apa-apa, kan?"


Si Nenek hanya diam, dan tidak menjawab, dan melihat ke arah Agler dan Pria berjas itu.


Menepuk pundak Pria berjas tersebut, Agler berkata kepadanya, "Nenek baik-baik saja ...."


"Kenapa kamu membawa mobil seperti itu?"


Raut wajah si Pria ini langsung berubah drastis, auranya menjadi suram dan sedih. "Baru saja semalam aku mendapati istriku selingkuh dengan pria lain, jadi aku selalu memikirkannya dan membuat tidak konsentrasi saat berkendara ...."


Agler tertegun, dan dia ikut merasa sedih, tapi sebelum Agler berbicara si Nenek sudah duluan berkata, "Sabar ya Nak ... lebih baik kamu tinggalkan perempuan seperti itu, dan cari yang lebih baik, ini juga bukan karena kesalahanmu, kamu bekerja keras demi keluarga, akan tetapi orang yang kamu demi-demi kan malah mengkhianatimu, tinggalkan saja, itu memang pantas untuknya ...."


"Walaupun istrimu memberikan berjuta alasan kepadamu, tetap saja alasannya itu tidak akan membenarkan perbuatannya. Janji yang begitu penting di kehidupannya saja dia ingkari, apalagi janji hal paling kecil dalam hidupnya dan kalian, pernikahan bukanlah permainan anak-anak, pernikahan adalah janji suci antara dua manusia yang bertujuan untuk selalu bahagia di dunia ini dan di kehidupan selanjutnya, jika salah satu dari mereka mengkhianati, maka tinggalkanlah, janji suci itu tidak akan berlaku lagi untuk orang yang mengingkarinya."


"Akan ada yang menggantikan dia suatu saat, jadi janganlah bersedih, kamu ceraikan dia dengan baik-baik sesuai hukum dan agama, jangan dengarkan alasan apapun dari dia, jika kamu memang ingin mempertahankannya silahkan saja kalau kamu ingin terus dikhianati seumur hidup olehnya."


"Selalu hidup bahagia, Nak!" kata Nenek itu dengan senyuman di wajahnya yang telah keriput.


Mendengarkan nasehat Nenek, Pria berjas itu berdiam diri, seolah sedang memutuskan pilihannya.


Agler juga mencerna nasehat Nenek tersebut, lalu dia menepuk bahu si pria ini, menghiburnya sejenak, "Keputusan ada di tanganmu kawan, selalu lihat dari sudut berbagai pihak, dan baru kamu bisa menyimpulkan masalahnya, kemudian memutuskan pilihanmu yang baik untuk dirimu sendiri, jaman sekarang memang sudah banyak kasus persoalan ini, jika kamu ingin mencari penggantinya, cari dengan teliti dan jangan sampai mendapatkan seperti itu lagi."


Setelah mengucapkan itu, Agler menoleh dan bertanya kepada si Nenek melewati telepati, 'Nenek mau kemana?'


"Mau ke rumah, Nak."


'Tahu alamatnya?'


"Nenek tahu alamat rumah sendiri, Nenek tidak sepikun itu!" jawab Nenek dengan ekspresi wajahnya sedikit kesal.


Sudut bibi Agler Naik, dia menahan tawa.


'Yasudah, aku antar ya Nek?'


"Boleh, Nak, terima kasih, sudah menolong Nenek tadi."


'Sama-sama.'


Kemudian, Agler menggendong Nenek itu dengan hati-hati, dan mengantarkannya dengan terbang ke rumahnya.


"Saviorman?!"


Mata Pria berjas terbelalak, dia sangat terkejut tanpa sadar mengucapkan nama Saviorman dari mulutnya.


Orang-orang yang sudah berkumpul di dekat mereka bertiga tadi juga tercengang.


"Itu teh Saviorman?"


"Ho'oh, sepertinya mah."


"Aaaa~ Aa Saviorman!"


"Kasep pisan euy, jadi hayang jadi istri na~"


"Dasar cewek!"


Kerumunan itu berbicara masing-masing, dan tak lama mereka membubarkan diri dan melanjutkan aktivitasnya.


...----------------...


...Mohon dukungannya ya untuk novel pertama gua gan!...


...Terima kasih sudah membaca novel ini!...


...Terima kasih banyak sudah memberikan dukungan berupa vote, gift dan like!...


...Terima kasih juga sudah memberi saran dan kritikan pada novel ini!...


...🙇🙇🙇...


...Stay Healthy and Happy!...