Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Di Luar Kendali.


Faraz dan Alia melambaikan tangannya pada Ibu untuk kembali ke rumah Faraz.


Alia terseyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Faraz.


Faraz mengusap kepala Alia sekejap, kemudian kembali fokus menyetir.


Keduanya benar-benar sedang merasakan gelora cinta yang tengah membara di dalam hatinya, Rasanya ingin selalu bermesraan dimana pun dan kapanpun tanpa melihat situasi dan kondisi.


~~


Begitu memasuki Gerbang perumah Alia terlihat tegang, Ia memegang lengan Faraz dengan pandangan lurus kedepan.


Faraz menatap Alia dengan penuh tanda tanya.


"Ada apa?" tanya Faraz.


"Ee-t-tidak, Aku hanya..." Alia tak melanjutkan ucapannya melihat mobil hampir mendekati rumahnya.


Alia melihat ke sisi kiri jalan terlihat ramai orang berlalu lalang.


Faraz yang tidak mendapat jawaban dari Alia menatap ke depan, melihat apa yang Alia lihat.


Faraz menghentikan mobilnya begitu sampai di depan rumahnya.


Keduanya terdiam merasakan jantungnya berdebar dengan lebih cepat.


Keduanya menatap rumah Kavita yang begitu ramai seperti tengah di adakan acara.


hingga beberapa saat mereka kembali saling melihat dan menghelai nafas lega.


"Kau menghawatirkan sesuatu?" tanya Faraz.


"Aku hanya..."


"Hanya takut suami mu melihat mantan istrinya, Makanya Kau terus memegang tanganku," ucap Faraz tertawa.


"Faraz..."


"Sudahlah."


TEEEETTTTT...!!!


Faraz menekan klaksonnya.


Kavita yang tengah mengadakan pengajian tujuh bulanan tersentak.


Dia ingat dengan jelas suara klakson itu mobil Faraz, hatinya tiba-tiba gelisah, rasanya ingin segera berlari melihat kedatangannya.


Ia mulai tidak fokus dengan acara yang tengah di adakan hingga Akhirnya Ia memutuskan untuk bangun dan berlari keluar.


"Kavitaaaa..." pekik Ibu.


Namun Kavita terus berlari keluar, tanpa memperdulikan orang-orang yang melihatnya.


"Kemana semua orang!" ucap Faraz kesal.


"Biar Aku yang buka," ucap Alia.


"Tidak, Biar Aku saja," ucap Faraz turun dari mobilnya.


Rasanya ingin sekali berlari memeluknya.


Namun itu tidak mungkin, Kini Faraz telah menikah, begitu pula dengan dirinya. hanya tinggal penyesalan yang tersisa di hatinya.


Kavita tersentak melihat Faraz berbalik badan dan tanpa sengaja memandangnya.


Ia segera menyembunyikan wajahnya dan menghapus air matanya.


Faraz menarik nafas panjang dan kembali masuk ke mobilnya.


Alia mengamati wajah Faraz setelah Ia juga melihat Kavita dari dalam mobil.


Seperti menahan sesak, Faraz memasukan mobilnya ke garasi.


Faraz turun dari mobilnya dan membukakan sabuk pengaman Alia tanpa mengatakan apapun.


"Darimana saja kalian!" bentak Faraz kepada kedua penjaga keamanan yang baru keluar dari dalam rumah.


"Maaf Tuan, Kami baru selesai makan, Tadi katanya Mang Dayat mau gantiin,"


"Banyak Alasan!" ucap Faraz yang langsung masuk kerumahnya.


Alia merasa tegang melihat sikap Faraz yang tiba-tiba berubah.


Faraz langsung naik ke kamarnya tanpa memperdulikan Alia yang tertatih-tatih mengimbangi langkahnya.


Faraz tiba di kamarnya dan meremas rambutnya dengan kasar.


Alia berdiam diri di depan pintu tanpa tau apa yang harus Ia lakukan.


Faraz yang melihat Alia, perlahan melangkah mendekatinya.


Ia meraih tangannya dan menuntunnya ke dalam.


Faraz memeluknya dengan erat, memejamkan matanya untuk meredamkan perasaan yang Ia sendiri tidak tau.


Alia mencoba melepaskan pelukannya. Namun dengan cepat Faraz kembali mempererat pelukannya.


"Jangan lepaskan," ucap Faraz yang terus memejamkan mata dan membenamkan dagunya di pundak Alia.


"Aku tidak menginginkan ini Alia, Ini di luar kendaliku, Aku fikir Aku tidak akan terpengaruh sama sekali, Tapi ternyata mood ku langsung berubah setelah melihatnya, Aku benar-benar tidak menginhinkan perasaan ini dari hatiku, Tolong bantu Aku," ucap Faraz sedih.


Perlahan Alia mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Faraz.


Keduanya saling memeluk untuk waktu yang cukup lama.


hingga Faraz merasa lebih baik, Ia membuka matanya dan melepas pelukannya.


"Bantu Aku melepaskan bayang-bayangnya, Jadikan ini yang terakhir untuk ku, Aku ingin setelah ini tidak lagi terpengaruh olehnya," ucap Faraz melepaskan pelukannya.


"Maafkan Aku Faraz, Saat Kau salah faham, Aku hanya memikirkan ucapan mu yang menyakitkan, tanpa memikirkan rasa traumamu, padahal dalam hal itu Aku juga bersalah karena tidak meminta izin padamu," sesal Alia.


"Sudahlah Alia, Lupakan semuanya, Aku ingin Kita melewati hari-hari kedepan hanya dengan cinta," ucap Faraz kembali memeluk Alia.


Bersambung...