
Dengan penuh amarah Faraz melangkah kehadapan mereka.
Sahid melepaskan pelukannya dan melangkah menghadapi Faraz. Namun Alia menghentikannya dan berdiri di depan Sahid.
"Aku fikir Aku yang salah sangka padamu, Tapi rupanya Kau lebih rendah dari yang ku duga,
Bahkan kamu belum bercerai dariku, Tapi Kau sudah berani membawa laki-laki lain kerumahmu!" ucap Faraz penuh amarah.
"Belum cukup kah kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulut mu tadi malam?" tanya Alia.
"Kenapa? Memang itu kenyataannya kan?"
"Plaaaakkkk.....!!! Satu tamparan mendarat di pipi Faraz.
"Alia Kau berani..." Faraz mengangkat jari telunjuknya ke wajah Alia.
"Turunkan jarimu dan pergilah dari sini!" tegas Alia.
Dengan kesal Faraz kembali masuk ke mobilnya.
Alia menangis dan berlari masuk ke rumahnya.
Sahid yang melihat Alia menangis langsung berlari menghentikan mobil Faraz.
Faraz menurunkan kaca mobilnya dan menatap kesal Sahid yang menghalangi jalannya.
"Apa Kau ingin mati sekarang sampai berani berdiri di depan mobilku?" pekik Faraz.
"Turun sekarang!!!" ucap Sahid melangkah ke depan pintu mobil Faraz.
"Kenapa Aku harus turun?" tanya Faraz dengan santainya.
Sahid membuka pintu mobil dengan paksa dan menarik kerah baju Faraz lalu menyeretnya keluar.
"Lepaskannn!!!" Faraz mendorong Sahid dengan kasar.
"Aku tidak akan melepaskanmu, Beraninya Kau membuat Alu menangis, Beraninya Kau menghina Alu seperti itu," ucap Sahid kembali menggenggam kerah Faraz
Faraz tersenyum smirk.
"Alu..? Hegh! Jadi kalian sudah memiliki nama kesayangan? Apa kalian juga seduh tidur bers..."
Bhuuukkkk....!!! Faraz langsung mendapat tonjokan di antara mulut dan hidungnya.
Faraz memegangi hidungnya dan melihat ada darah di jarinya.
"Berrraninya Kau... Bhuuukkkk!!!" Faraz membalas pukulan Sahid dengan menonjok perutnya.
Pertarungan sengit di antara keduanya pun terjadi hingga pada akhirnya Sahid mendorong tubuh Faraz mentok di mobilnya, Sahid menekan dada Faraz untuk mengunci pergerakannya.
"Sekarang dengarkan Aku baik-baik! Jika Kau merasa cemburu karena melihat ku dan Alia pergi bersamaku, Kau akan menyesal karena telah menghina istrimu."
#FlashbackOn 🔛
Alia dan Sahid sampai di toko perhiasan.
Mereka memilih berbagai model cincin yang tersedia.
Namun sudah banyak cincin yang Alia coba, Sahid masih juga tidak menyukainya.
"Ayolah Sahid, Aku sudah mencoba banyak sekali cincin, Tapi kenapa Kau sulit sekali menentukan pilihanmu? Kau bilang tidak memiliki banyak waktu karena Kau tidak ingin ketinggalan pesawat, bahkan Kau sampai melarang ku berpamitan dengan Suamiku meskipun hanya sebentar, Tapi sekarang Kau malah berlama-lama disini?" ucap Alia sedikit kesal.
"Baiklah Alu maafkan Aku, Sekarang mana cincin pilihanmu," ucap Sahid.
Alia memberikan cincin pilihannya dengan cemberut.
Alia masih melipat wajahnya, karena alasan yang Sahid berikan, membuatnya pergi tanpa berpamitan kepada Faraz.
"Baiklah sekali lagi Aku minta maaf, Aku sebenarnya sangat buru-buru, tapi memilih cincin yang begitu banyak membuatku kebingungan, Aku janji deh, jika suami mu marah Aku yang akan menjelaskan padanya." Sahid menjewer kedua telinganya sendiri.
Alia melirik ke Sahid dan menurunkan kedua tangan Sahid.
"Sudahlah," ucap Alia.
Sahid kembali tersenyum melihat Alia telah memaafkannya.
"Bagaimana kabarmu, Kenapa tidak memberi tau saat Kau menikah?"
"Semua terjadi secara tiba-tiba, dari persiapan sampai pernikahan hanya dalam waktu tiga hari, Dan Ibu mengatakan sudah memberitahukan kepada kalian melalui telepon, jadi Aku fikir kalian sudah tau,"
"Ya Bibi memang memberi tahukan kabar pernikahanmu, tapi Bibi tidak ingin kami datang ke Jakarta,"
"Mungkin Ibuku tidak ingin merepotkan kalian."
"Ya baiklah lupakan itu yang terpenting sekarang Kau sudah hidup bahagia."
Alia terdiam memikirkan Faraz yang masih belum mencintainya.
"Ada apa Alia apa Kau tidak bahagia dengan pernikahanmu?"
"Ee... Tidak.... E... Maksudku Aku bahagia." ucap Alia tersenyum tipis.
"Bagaimana denganmu, kapan Kau akan menikah? Dan kenapa Kau membeli cincin disini, Kenapa tidak di kampung saja?"
"Karena Aku ingin memberi kejutan kepada calon istri ku," ucap Sahid terseyum.
"Lumayan," ucap Alia terseyum tipis.
"Lumayan apanya?" tanya Sahid bingung.
"Lumayan romantis," ucap Alia tertawa.
"Iya lah, Pernikahan kami kan tinggal dua minggu lagi," ucap Sahid menaik turunkan alisnya.
"Benarkah?" Alia begitu bahagia mendengarnya.
"Ya, datanglah ke Jogja dan ajak Suami mu sekalian bulan madu," goda Sahid.
"Aku akan membicarakan ini dengan suamiku, semoga Dia setuju, karena sejak menikah kita belum pernah melakukan perjalanan jauh," ucap Alia tersenyum tipis.
#Flashbackoff 🔚
Faraz sangat terkejut mendengar penjelasan dari Sahid.
"Aku dan Alia Saudara sepupu, Ayah ku adalah Adik dari Ibunya Alia, dan hubungan ku dengan Alia sudah seperti saudara kandung, jadi salah besar jika kau menghina istrimu sebelum menyelidiki kebenarannya,"
"Ya Tuhan, Apa yang sudah ku lakukan," bain Faraz menyesali perbuatannya.
"Sekarang apa? Apa Kau bisa menarik kembali semua ucapan yang menyakiti hati Alia?"
Faraz mematung mengingat makian dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutnya.
"Dasar Anak manja!" Sahid melepaskan Faraz dan meninggalkannya masuk.
Faraz menjatuhkan diri di tanah, Tubuhnya terasa lemas menyesali apa yang telah Ia katakan pada Alia.
Bersambung...
Ayo Semangat nya, Biar Author Up 3x sehari 😍♥️♥️♥️