Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Di bawah Guyuran Air


Faraz begitu bersemangat akhirnya bisa kembali ke kamarnya yang nyaman.


Beda dengan Alia yang hanya berdiam diri melihat Faraz yang langsung menjatuhkan diri ke ranjang besarnya.


Faraz yang melihat sikap Alia kembali bangkit dan mendekatinya.


"Ada apa, Apa Kau tidak bahagia kembali ke rumahku?"


"Bukan itu, Aku kefikiran ucapan Ayah,"


"Jadi Kau tersinggung dengan ucapannya?"


"Tidak Faraz, Aku hanya takut mengecewakannya."


"Kalau begitu jangan kecewakan Ayah, Apa lagi mengecewakan ku."


"Lalu bagaimana jika Kau yang mengecewakan ku?" tanya Alia.


"Aku? Itu tidak akan terjadi, Aku tipe orang yang setia, Aku tidak akan melirik wanita manapun jika Aku sudah mencintai satu wanita."


"Lebih tepatnya bucin." sambung Alia tertawa.


"Itu lebih baik kan daripada Aku berpaling kepada wanita lain?" Faraz merapatkan tubuhnya ke Alia.


Alia yang merona mendorong Faraz menjauh darinya.


"Ikut dengan ku," ucap Faraz.


"Kemana?"


"Ikut saja," Faraz menggenggam tangan Alia dan membawanya ke ruang rahasia dimana Faraz menyembunyikan semua botol minumannya.


"Faraz ini semua...?" Alia terperangah melihat begitu banyak botol minuman yang Faraz sembunyikan.


"Ya, Bertahun-tahun botol-botol ini menjadi tempat pelarian ku, Tapi sekarang... Aku tidak lagi membutuhkan nya,"


Alia yang begitu terharu langsung memeluk Faraz.


Faraz terseyum dan mengusap rambut Alia dengan penuh kasih sayang.


"I Love u," lirih Faraz.


Alia menengadahkan kepalanya menatap Faraz.


Faraz langsung mengecup kening Alia yang tingginya hanya sebatas dada Faraz.


"Sekarang bantu Aku membawa semua botol-botol ini."


"Tapi Mau dibawa kemana?"


"Ikuti Aku,"


Alia pun mengangguk dan mengekori Faraz yang membawa botol-botol minumannya ke kamar mandi.


"Sekarang bantu Aku membuang semua minuman ini," ucap Faraz membuka botol minumannya satu persatu dan membuangnya ke Kloset.


Alia tersenyum dan mengikuti Faraz hingga semuanya habis terbuang.


"Aku senang Kau melakukan ini,"


"Ya, Aku juga senang karena telah menemukan yang lebih memabukkan dari minuman-minuman haram ini," ucap Faraz menyatukan kening Mereka.


"Aliaaaaaa...." dengan suara yang berat Faraz meraih bibir Alia.


Alia memejamkan mata dan membalas ciuman Faraz.


Semakin lama ciuman mereka semakin panas, Keduanya saling bergantian memainkan lidahnya di rongga mulut masing-masing.


Setelah merasa kehabisan nafas, keduanya melepaskan pagutannya.


Mereka Saling menatap dan mengatur nafasnya.


Faraz beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Alia.


Alia meraih tangan Faraz dan kembali berdiri.


Alia yang terus mendapat tatapan tajam dari Faraz melangkahkan kakinya untuk menghindarinya. Namun Faraz menghentikan langkahnya dan langsung menggenggam kedua lengan Alia lalu mendorongnya ke dinding.


"Ff-Fa-Faraz apa yang akan Kau lakukan?" ucap Alia terbata-bata.


Faraz hanya diam tak menjawab, Dengan lembut Faraz mengisi jari jemari Alia dengan jarinya kemudian merapatkannya ke dinding hingga Alia tidak bisa bergerak.


Faraz terus merapatkan tubuhnya hingga nafas Alia mulai terengah-engah.


Faraz mencium lembut bibir Alia, Kemudian memperdalam ciumannya dan melepaskan genggaman tangan Alia, Alia yang mendapat kesempatan langsung berbalik badan membelakangi Faraz,


Faraz tersenyum dan menyingkab rambut Alia yang menutupi pundaknya, Faraz menciumi pundak Alia kemudian naik ke lehernya dan berlanjut ke belakang telinganya.


Alia memejamkan matanya merasakan setiap kecupan hangat Faraz yang membuatnya meremang.


Perlahan Faraz melingkarkan tangannya di perut Alia dan membuka baju yang masih melekat di tubuhnya.


kini Faraz dapat melihat punggung indah Alia tanpa terhalang sehelai benang pun.


Faraz memainkan jarinya dan mengecup punggung indahnya.


Tangannya mulai menjelajah ke depan, melepaskan tangan Alia yang terus menutupi bagian yang begitu menggodanya.


Faraz mulai me re mas gumpalan daging itu yang tidak muat di genggamannya.


"Aliaaa..." lirih Faraz dengan suara beratnya.


Alia yaang sudah larut dengan sentuhan-sentuhan tangan Faraz merasakan gelenyar dalam tubuhnya hingga tanpa sengaja Ia memutar keran Shower yang ada di depannya.


Keduanya terkejut sesat, dan kembali melanjutkan permainan panas Mereka.


Dengan sedikit kasar Faraz memutar tubuh Alia menghadapnya.


Ia kembali memagut bibir Alia.


guyuran Air yang mengalir tak mampu mendinginkan panasnya permainan Mereka, hingga Alia yang sudah terbawa suasana mulai membuka kancing kemeja Faraz satu persatu.


Dengan tidak melepaskan pagutannya Faraz membuka sabuknya,


Dan menuntaskan hasratnya di bawah guyuran Air yang mengalir.


Bersambung...


Komentar yang Bijak.


jangan bilang kurang Hot, Karena hanya segini kemampuan Author 😂