Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Kembali Oleng


Setelah selesai mandi Faraz kembali ke kamar.


Alia yang melihatnya beranjak dari duduknya dan mendekati Faraz.


Faraz memalingkan wajahnya menghindari tatapan Alia.


"Aku akan mengganti perbanmu,"


Faraz melempar handuknya dan duduk tanpa mengatakan apapun.


Alia duduk di belakang Faraz dan mulai mengganti perbannya.


"Apa ini masih terasa sakit?"


"Sudah tak begitu sakit," ucap Faraz datar.


"Lalu bagaimana dengan lebam di wajah mu?" Alia berpindah ke depan Faraz untuk melihat wajah Faraz.


Faraz langsung menundukkan pandangannya ke arah lain.


"Biar ku lihat,"


"Ini sudah tidak sakit, Biarkan saja," ucap Faraz menghentikan tangan Alia yang ingin menyentuh wajahnya.


Mereka saling menatap sejenak.


"Biar ku lihat dulu, kalau belum kering biar ku obati," ucap Alia kembali ingin menyentuh wajah Faraz.


"Tidak perlu!" Faraz mulai meninggikan suaranya.


"Aku hanya ingin melihat sebentar, Ada apa dengan mu, Kenapa Kau...."


"Aku bilang tidak perlu, Kenapa Kau terus memaksa?" triak Faraz langsung bangun dari duduknya.


Alia merasa sangat terkejut karena Faraz kembali kasar padanya.


"Ada apa denganmu? Kenapa Aku perhatikan sejak kita tinggal disini Kau berpura-pura menjadi istri yang baik?" Faraz menjeda ucapanya.


Alia tercengang mendengar pertanyaan Faraz.


"Sepertinya Kau bahagia sekali dekat dengan ku sehingga setiap saat Kau terus saja mencari kesempatan untuk mendekatiku!"


Alia yang mendengar semua perkataan Faraz menahan kesedihannya.


Ia benar-benar tak menyangka hubungan yang terlihat akan jauh lebih baik, kembali ke titik awal.


"Aku sudah benar-benar merasa sesak disini, Semua serba susah, Mau mandi, Mau tidur, Mau makan semuanya susah, jika Aku terus-terusan disini bisa-bisa Aku gila!" ucap Faraz lalu meninggalkan Alia.


"Ada apa dengannya, Apa Dia telah mengetahui jika..." Alia tidak meneruskan ucapannya.


~~


"Sejak beberapa hari ini kita tidak bertemu, Akhirnya kita bertemu di hari pernikahan Kita," ucap Dev.


Kavita hanya tersenyum kecil.


"Kavita, penghulu sudah datang, duduklah di kursi yang sudah di sediakan." ucap Bu Risma.


Kavita mengangguk dan duduk di depan penghulu, di ikuti oleh Dev yang duduk di sampingnya.


Meskipun awalnya keluarga Dev menolak Kavita untuk jadi bagian dari keluarga Mereka. Namun untuk menghindari stigma masyarakat akhirnya keluarga Dev terpaksa merestui pernikahan Mereka.


•••


Faraz terus merasa gelisah, dan tidak dapat duduk dengan tenang.


Terlihat ada kekesalan di dalam dirinya.


"Kenapa? Kenapa Aku masih terpengaruh mendengar kabar bahwa Kavita akan menikah," ucap Faraz yang telah mengetahui kabar Kavita akan menikah melalui media sosial.


Alia hanya bisa melihat Faraz yang sedang gelisah dari kejauhan.


Faraz pun bangun dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya.


Faraz melihat tangan Alia yang memegang lengannya dengan tatapan sinis.


"Bukan urusan mu!" ucap Faraz menyingkirkan tangan Alia dan kembali melangkah keluar.


"Apa Kau akan menghentikan pernikahan mantan istrimu?"


Faraz langsung menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan Alia,


Ia berbalik badan dan mendekati Alia dengan wajah garangnya.


"Jadi Kau tau jika hari ini Kavita menikah?" tanya Faraz yang langsung mencengkram lengan Alia.


#Flashback On 🔛


Pagi Hari sebelum Faraz bangun, Alia mendapat telfon dari Ibu mertuanya.


"Hallo Ibu,"


"Hallo Sayang, Ibu sedang buru-buru, jadi tolong dengarkan Ibu baik-baik,"


"Ada apa Ibu kenapa Ibu terdengar cemas?"


"Kavita hari ini menikah, Jadi tolong usahakan agar Faraz tetap di rumahmu sampai pernikahan Kavita selesai dan pergi bersama suaminya,"


"Tapi bagaimana caranya Ibu, Dia sudah cukup lama disini, bagaimana jika pagi ini tiba-tiba Dia minta pulang?"


"Ajak saja Dia berkeliling kota atau ke tempat-tempat hiburan yang ada di situ, pokoknya buat Dia tidak merasa suntuk dan berfikir untuk pulang kerumah."


"Tapi semalam kami baru saja keluar, pasti Dia tidak akan mau, apa lagi sekarang Dia sedang..."


"Ya... Sebentar," ucap Zeenat menjawab panggilan suaminya.


"Baiklah Sayang terserah kamu mau melakukan apa pun, yang jelas usahakan agar Faraz tidak pulang hari ini, setidaknya sampai Kavita resmi menikah," ucap Zeenat yang terdengar sedang buru-buru.


Alia terdiam bingung.


"Baiklah Sayang, Ayah mertuamu sudah tidak sabar menunggu Ibu," ucap Zeenat yang langsung menutup ponselnya.


#Flashback off 🔚


"Cupu! Jawab pertanyaan ku, Darimana kamu tau jika hari ini Kavita menikah?" Faraz memperkuat cengkraman tangannya.


"Ibu mu yang memberi tahu ku," ucap Alia sembari menahan sakit karena cengkraman tangan Faraz.


"Oh... Sekarang Aku tau, Ini semua pasti rencanamu kan? Pasti Kamu yang menyuruh Ibu ku agar berbohong tentang media itu, Iyakan?!" hardik Faraz.


"Aku tidak merencanakan apa pun, Aku juga baru tau hari ini,"


"Cukup!!! Aku tidak ingin mendengar alasan apapun lagi darimu!" Faraz melepaskan cengkeramannya dan kembali melangkah.


"Faraz kamu tidak bisa pergi kepadanya dan meninggalkan ku begitu saja," triak Alia.


Faraz yang mendengarnya kembali menoleh ke belakang.


"Kenapa? Apa hakmu melarangku?"


"Karena Aku istrimu."


Faraz terseyum smirk dan langsung masuk ke mobilnya.


"Faraz... Aku istrimu dan Aku mencintaimu," triak Alia lagi.


Faraz terhenyak mendengar pengakuan Alia.


"Faraaaaz..." Alia berlari mengetuk pintu mobilnya.


Dengan perasaan yang tidak bisa di artikan Faraz tetap menjalankan mobilnya dan meninggalkan Alia tanpa memperdulikan Alia yang tejatuh ke jalan.


Alia menunduk sedih melihat mobil Faraz yang semakin jauh meninggalkannya.


Bersambung....