Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Makan Malam Romantis


Kavita Sampai di rumah sakit bersama Bayi dan Mertuanya.


Meskipun bayinya masih berusia dua Minggu. Namun Kavita harus membawanya karena Ibu mertua mengatakan "mungkin dengan melihat bayinya, Dev akan mendapat keajaiban dan segera melewati masa kritisnya."


Mereka segera ke ruang di mana Dev di rawat.


Vidya mempersilahkan Kavita masuk terlebih dahulu dan meminta Bayinya agar si bayi tidak berlama-lama berada di dalam ruang rawat.


"Masuklah..." ucap Vidya.


Kavita masuk dan melihat Divya sedang berada di samping Dev.


Divya yang melihat kedatangan Kavita beranjak dari duduknya dan melangkah ke arahnya.


"Dia sudah menunggumu." ucap Divya yang langsung meninggalkan ruangan.


Perlahan Kavita mendekati Dev.


Di pandanginya Pria yang begitu sangat Ia cintai di masa jayanya.


Parasnya yang tampan, Tubuh yang atletis, Serta memiliki banyak uang. Namun semua itu seakan tidak ada artinya ketika hari ini Ia hanya bisa terkapar tak berdaya dengan peralatan yang menyokongnya agar bisa terus bertahan hidup.


Dengan rasa nyeri di sudut hatinya perlahan Kavita menyentuh tangan Dev, Seketika itu juga Dev merespon dengan membuka matanya.


"Kavita..." lirihnya.


"Dev...." lirih Kavita yang merasa begitu pilu mihat keadaan Dev.


Dev mengedipkan matanya dengan sangat pelan untuk memberi isyarat pada Kavita.


Kavita yang memahami maksudnya mendekatkan wajahnya ke arah Dev.


Dengan tangan kirinya Dev melepas Ventilator yang ada di mulutnya.


"Dev apa yang kamu lakukan?"


"Aku merasa lebih baik saat melihat mu." ucapnya lemah.


Kavita merasa haru mendengarnya, Meskipun hubungan mereka akhir-akhir ini kurang baik, Namun rasa cinta yang pernah ada di hatinya tidak bisa hilang begitu saja.


"Maafkan Aku, Aku selalu menyakitimu."


Kavita menggelengkan kepalanya dengan sedih.


"Sekarang Aku sedanf mendapatkan balasan atas dosa-dosa ku,"


"Tidak Dev, Jangan katakan itu."


"Itu benar Kavita, Bahkan Aku tidak pernah mempedulikan bayi yang ada dalam kandungan mu."


"Bayi yang ada dalam kandungan ku kini telah lahir."


"Apa!" Dev tercengang mendengarnya.


"Ya, Dia ada di luar bersama Ibu."


"Aku-Aku... Ingin melihatnya Kavita."


Kavita mengangguk dan mengambil bayinya.


Kemudian mendekatkannya pada Dev.


"Baby girl?" tanya Dev.


Kavita menganggukkan kepalanya.


"Malam ini acara pemberian nama untuk nya, Kamu boleh memberinya nama."


Dengan susah payah, Dev mengusap lembut pipi bayinya menggunakan tangan kirinya.


"Devita." ucapnya.


"Devita?" tanya Kavita memastikan.


"Ya, Aku ingin bayi Kita menjadi lambang cinta Kita, Devita, Dev dan Kavita."


Kavita merasa tersentuh mendengarnya.


"Jika Kamu masih sudi menerima keadaan ku, Aku ingin Kita kembali menata rumah tangga Kita bersama bayi Kita." ucap Dev memelas.


Kavita terdiam menatap keadaan Dev.


•••



Faraz terperangah melihat apa yang ada di depannya.


Dengan pencahayaan yang redup, Lilin beraroma dan bunga mawar merah membuat suasana makan malam kian terasa sempurna.


"Mas menyukainya?"


"Hagh!"


"E-e-ya, Ini sangat indah Sayang, Aku sampai tidak bisa berkata-kata. apa Kau yang membuatnya?"


"Tentu, Seharian Aku merasa bosan, Jadi Aku menghabiskan waktu untuk ini."


"Maaf karena beberapa hari ini, Mas terlalu sibuk bekerja sehingga Kamu merasa kesepian," Faraz meraih tubuh Alia dan menangkup wajahnya.


"Mas janji meskipun Mas Sibuk, Tapi Setiap waktu yang akan kita habiskan bersama, Mas akan membuat hari-hari menjadi lebih spesial hingga Kamu akan terus mengingat selamanya dalam hati."


Alia begitu terharu mendengarnya dan langsung memeluk Faraz.


"Bisa Kita makan sekarang? Aku sudah sangat lapar."


Alia yang mendengarnya terseyum dan langsung melepaskan pelukannya.


Mereka memulai makan malam dengan menu Steak sebagai makanan utama.



"Wow ini terlihat sangat lezat," ucap Faraz yang sudah menelan salivanya melihat olahan daging panggang favoritnya.


"Spesial dengan bumbu cinta di dalamnya," ucap Alia tertawa.


"Oho... Istriku sudah pandai ngegombal," ucap Faraz sembari melahap makanannya.


"Eummm... Ini benar-benar sangat lezat Sayang," ucap Faraz sembari memejamkan matanya menikmati lezatnya Steak buatan Alia.


Alia hanya terseyum senang sembari menyantap makanannya.


Kurang dari tiga puluh menit Faraz menghabiskan Steak dan menu penutup lainnya.


"Ahhh... Aku kenyang sekali." ucap Faraz mengusap-usap perutnya.


Alia pun telah menyelesaikan makanannya dan berniat bangun dari duduknya.


"Sayang tunggu!"


Alia kembali duduk menatap Faraz.


"Ada sesuatu." Alia menunjuk ke wajah Alia.


"Apa?"


"Di bibirmu."


Alia mencoba membersihkan area sekitar bibirnya.


"Bukan itu." Faraz berdiri dan mencondongkan tubuhnya untuk membersihkan sisa makana di bibir Alia.


Alia pun mencondongkan wajahnya mempersilahkan Faraz untuk membersihkan sisa makanan yang Faraz katakan.


"Ini loh Sayang," ucap Faraz sembari mengusap ujung bibir Alia yang terkena saus.


"Sudah?" tanya Alia.


"Belum."


Alia kembali menyodorkan wajahnya, Faraz mengusap bibir Alia dengan Ibu jarinya Kemudian mengangkat dagunya dan langsung menyambar bibir Alia.


Alia membulatkan matanya mendapat ciu*man mendadak dari Faraz.


Faraz melepaskan ciu*mannya dan terseyum menatap ekspresi wajah Alia.


"Ini lebih lezat dari Steak yang baru saja ku makan." Faraz kembali melu mat bibir Alia.


Bersambung...


KOMENNYA JANGAN CUMA SALAH SATU YA,


AYO DUA COUPLE INI DI KOMENIN BIAR ADIL 🤣