Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
SAH


Suasana Rumah Alia mulai riuh karena Faraz dan keluarganya belum juga datang,


Para tamu yang hadir mulai kasak-kusuk mempertayakan kemana pengantin prianya.


Sedangkan Pak pemghulu juga sudah tidak betah di tempat duduknya.


"Bagaimana ini Bu Fareeda, Kami sudah menunggu begitu lama," ucap penghulu.


"Tunggu lah sebenta Pak, mungkin mereka terjebak macet," ucap Bu Fareeda.


Alia mulai meneteskan air mata melihat para tamu yang mulai bergunjing.


"Bu Fareeda, Saya juga harus menikahkan di tempat lain, jika memang pengantin Pria masih lama maka Saya...."


"Kami sudah datang." ucap Zhehzad.


Semua orang berdiri melihat rombongan mempelai Pria.


Ibu menuntun Faraz ke kursi Akad yang telah di sediakan,


Faraz hanya terdiam mengikuti perintah Ibu nya.


Alia menghelai nafas lega dan melirik ke arah Faraz sekejap.


"Alhamdulillah... Baiklah kalau begitu kita mulai akad nya sekarang," ucap penghulu.


Penghulu mulai membaca doa untuk mengawali ijab.


Setelah selesai penghulu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Faraz.


"Sudah siap ya?" tanya penghulu.


Faraz mengangguk kecil.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan Saudara Faraz Shehzad Shaikh bin Shehzad Shaikh dengan Saudari Alia Zaferi binti Ahmed Zaferi Almarhum dengan Wali Hakim dengan maskawin berupa uang tunai Rp.410.202.100 dan seperangkat alat sholat di bayar tunai.”


"Saya... Saya terima..." Faraz menghentikan ucapannya.


"Saudara Faraz mohon fokus ya, jawab dengan satu kali tarikan nafas," ucap Pak penghulu.


Faraz mengangguk pelan


"Saya ulangi lagi,


Saya nikahkan dan saya kawinkan Saudara Faraz Shehzad Shaikh bin Shehzad Shaikh dengan Saudari Alia Zaferi binti Ahmed Zaferi Almarhum dengan Wali Hakim dengan maskawin berupa uang tunai Rp.410.202.100 dan seperangkat alat sholat di bayar tunai.”


"Saya terima nikahnya Alia.... Ee... Alia..." Faraz kembali menghentikan ucapannya.


"Mohon di ingat-ingat ya Mas, masa nama calon istri sendiri lupa," ucap Pak penghulu mencairkan ketegangan.


"Faraz, fokuslah, Penghulu sudah bertanya padamu dua kali, Ayah mohon turuti permintaan Ayah dan Ibu mu, ini demi kebaikan mu" bisik Shehzad.


Faraz mengangguk kecil.


Alia melihat sekelilingnya yang sudah mulai berbisik-bisik tentang pengantin Pria yang tidak juga melafalkan akad.


"Sekarang sudah siap?" tanya Penghulu.


Faraz mengangguk pelan.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan Saudara Faraz Shehzad Shaikh bin Shehzad Shaikh dengan Saudari Alia Zaferi binti Ahmed Zaferi Almarhum dengan Wali Hakim dengan maskawin berupa uang tunai Rp.410.202.100 dan seperangkat alat sholat di bayar tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Alia Zaferi binti Ahmed Zaferi Almarhum dengan maskawin tersebut di bayar tunai."


"Alhamdulillah....." ucap semua orang yang hadir.


"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir,


Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan, Aamiin.


Mereka pun bersalaman untuk pertama kalinya.


Alia mencium tangan Faraz sebagai bentuk hormatnya pada Faraz yang kini telah menjadi suaminya.


"Di usap kepala istrinya Mas," celetuk Pak penghulu yang di saut tawa orang-orang yang melihatnya.


Faraz dengan senyum masam nya mengusap kepala Alia.


Faraz dan Alia pun menandatangani buku pernikahan mereka,


Lalu dilanjutkan dengan membaca ikrar pernikahan.


Dan Akhirnya prosesi Akad pun selesai terlaksana setelah sebelumnya sempat tertunda beberapa jam.


Alia dan Faraz sungkem kepada orang tuanya


"Ibu..." Alia bersimpuh di kaki Ibu nya dan mencium kedua tangannya.


"Semoga bahagia nak," ucap Ibu Haru.


Faraz pun ikut membungkuk dan menjabat kedua tangannya Bu Fareeda.


"Faraz... Selama ini Alia hanya memiliki ku, sekarang Alia akan jauh dariku kumohon jaga Alia dengan baik, jangan pernah menyakiti nya," ucap ibu melipat kedua tangannya.


Faraz menggelengkan kepalanya dan menurunkan tangan Bu Fareeda.


"Jangan memohon seperti ini pada ku Bibi,"


"Bibi... Jangan khawatir," ucap Faraz sambil melihat Alia sesaat.


"Terimakasih nak," ucap Bu Fareeda merasa lega.


Kini giliran meminta restu dari orang tua Faraz.


"Semoga berbahagia sayang... Ingatlah yang Ibu katakan padamu," ucap Bu Zeenat pada Alia.


Alia mengingat saat Nyonya Zeenat menemuinya sehari sebelum pernikahan.


Flashback On 🔛


"Alia Maafkan Aklu pertemuan kita yang sangat singkat membuat ku tidak sempat berbicara berdua denganmu," ucap Zeenat.


"Ada apa Nyonya, Kenapa Nyonya terlihat cemas?


"Ya, Kau benar, Aku memang sedang cemas Alia, Aku sangat khawatir jika Aku mengatakan semua padamu kamu tidak akan menerima putra ku," ucap Zeenat sedih.


"Memang ada apa dengan Faraz?"


"Alia kamu pasti tau jika Faraz pernah menikah dan sayangnya pernikahan itu hanya bertahan satu bulan, bahkan Faraz belum pernah menghabiskan malam bersama mantan istrinya, tapi hingga tiga tahun berlalu Faraz masih belum bisa melupakannya,


Dan karena itu juga Faraz menjadi sering minum untuk melampiaskan kekecewaannya.


"Ya Ampun, ternyata Faraz lebih bucin dari yang ku kira," batin Alia.


"Alia... Kenapa kamu terdiam? Apa setelah mendengar semua ini kamu tidak akan menerima pernikahan ini?" tanya Zeenat khawatir.


Alia berfikir bagaimana jika Dia membatalkan pernikahan ini, Ibunya pasti akan sangat malu, dan orang-orang akan kembali membicarakan hal buruk tentang mereka.


"Ya.. Aku tidak bisa memaksamu untuk menikahi Putra ku, Putra ku banyak sekali kekurangan,


Sedangkan kamu...."


"Aku bersedia Nyonya," jawab Alia memotong ucapan Zeenat.


"Apa! Benarkah itu Alia?" tanya Zeenat bahagia.


"Ya..." jawab Alia dengan mantap.


"Terimakasih Alia, terimakasih telah menerima Putra ku, Putra ku akan menjadi orang yang paling beruntung mendapatkan gadis seperti mu" ucap Zeenat memeluk Alia.


"Alia... percayalah pada dasarnya Faraz orang yang baik, tapi karena masalahnya Dia jadi seperti itu, Aku harap kamu bisa sabar menghadapi sikap Faraz, dan jika memungkinkan, Cintai Dia,"


ucap Zeenat berharap.


Alia mengangguk kecil.


"Bukan aku Nyonya... Tapi apakah mungkin Faraz bisa mencintai Ku," batin Alia.


Flashback off 🔚


Bersambung...