Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Keguguran


Suster mengambil kembali bayi dari Faraz dan menidurkannya di box bayi.


"Kami Akan memindahkan Nyonya Kavita ke ruang rawat," ucap Perawat.


Faraz mengangguk dan menjadi canggung dengan situasi itu.


Perawat membantu Kavita duduk di kursi roda dan mendorongnya menuju rung rawat.


Faraz yang mengikuti dari belakang kembali mencoba menghubungi Alia. Namun Alia tidak juga mengangkat ponselnya.


"Sayang kenapa tidak mengangkat ponselnya juga," gumam Faraz khawatir.


Tidak ingin men-specialkan Kavita, Faraz hanya menempatkan Kavita di kamar inap kelas dua, Yang di tempati oleh dua pasien lainnya.


"Selamat beristirahat, Semoga cepat sembuh," ucap perawat lalu meninggalkan ruangan.


"Aku harus pergi," ucap Faraz.


"Tapi Faraz..."


"Aku akan mengabari Ibu mu untuk menemanimu,"


Belum sempat Faraz melangkah, Faraz mendengar tangisan bayi Kavita.


"Oweee... Oweee... Oweee...."


Faraz melihat Bayi Kavita yang berada di box bayi sebelah ranjangnya.


"Bisa Kau bawa bayiku kesini?"


"Ya," Faraz mengangguk dan membopong bayi mungil itu dan memberikannya pada Kavita.


Faraz kembali mengusap lembut kepala bayi itu dengang penuh perasaan.


Jika orang lain melihat pasti semua akan mengira mereka adalah pasangan suami istri yang baru di karuniai seorang bayi.


"Faraz..."


Faraz dan Kavita terkejut melihat ranjang sebelahnya terbuka.


Ternyata di balik tirai itu ada Alia di sana.


"Sayang..." Faraz langsung berlari mendekati Alia.


"Sayang apa yang terjadi, Kenapa Kamu bisa disini?" tanya Faraz khawatir.


"Faraaaaz..." dengan tangisnya Alia langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Faraz dan membenamkan wajahnya di perutnya.


"Sayang katakan apa yang terjadi?" Faraz mengusap lembut kepala Alia.


belum sempat Alia menjawab, Seorang Pria berusia sekitar empat puluh tahunan mendekati Mereka.


"Apa Anda suaminya?" tanya Pria itu.


"Iya, Anda siapa?"


"Saya yang membawa istri Anda kemari, Istri Anda telah mengalami insiden tabrak lari.


"Apa!" Faraz begitu terkejut mendengarnya.


Ia langsung berjongkok menatap wajah Alia yang terus menangis menundukan kepalanya.


"Katakan mana yang terluka Sayang, Mana yang sakit?" Faraz terus meneliti setiap anggota tubuh Alia.


"Semua luka yang terlihat tidak sesakit luka yang ada di hatinya," ucap Pria itu.


"Apa maksud Anda mengatakan itu," Faraz menarik kerah kemeja Pria itu.


"Apa Anda akan mengatakan jika Aku suami yang tidak bertanggung jawab! yang membiarkan Istrinya pergi sendiri dan celaka, Begitu maksudnya?"


"Faraz... Lepaskan Dia," dengan lemah Alia menarik tangan Faraz.


"Mohon tidak membuat keributan Tuan," ucap Dokter yang baru memasuki ruangan.


Faraz terdiam dengan perasaan yang tak menentu.


Sedangkan di ranjang sebelahnya Kavita terus melihat apa yang terjadi dengan Faraz dan Alia.


"Kembali berbaring Nyonya, Anda harus banyak istirahat," perintah Dokter.


"Apa sangat sakit?" lirih Faraz yang terasa hatinya ikut teriris mendengar Alia yang tidak henti-hentinya menangis.


"Kita kehilangannya," lirih Alia.


Faraz tersentak mendengar ucapan Alia.


Ia melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Alia dengan kedua tangannya.


"Apa yang tadi Kamu katakan?"


"Kita kehilangan calon bayi Kita Faraz hiks hiks hiks," Alia kembali menjatuhkan kepalanya ke pelukan Faraz.


Faraz merasa benar-benar Shock dengan apa yang baru saja Ia dengar, Ia mengetahui Alia hamil dan keguguran secara bersamaan.


"Apa yang Istriku katakan Dokter?"


"Ya, Itu benar, perkiraan usia kehamilan baru memasuki enam minggu, Dan karena kecelakaan yang Istri Anda alami, Kami tidak dapat mempertahankan Bayi yang ada dalam kandungannya, Sehingga Kami mengambil tindakan untuk menjalani Proses kuret terhadap Istri Anda." jelas Dokter.


"Apa itu kuret?" tanya Faraz bingung.


"Kuret adalah suatu tindakan medis yang bertujuan untuk mengeluarkan jaringan abnormal di dalam rahim.


Tindakan dikenal sebagai prosedur pembedahan yang dilakukan setelah keguguran yang disengaja atau tidak." jelas Dokter.


"Apa itu menyakitkan untuknya?" lirihnya.


"Kuret tidak terlalu menyakitkan karena prosedurnya biasa dilakukan dengan anestesi atau pembiusan.Namun, Tindakan ini dapat menyebabkan kram yang mirip dengan kram menstruasi sehingga dokter akan memberi obat penghilang rasa sakit.


Rasa sakit yang dirasakan saat kuret cenderung ringan.


Selain itu, pasien juga akan merasa pusing, mual, bahkan muntah akibat obat bius." jelas Dokter.


Faraz menatap Alia dengan sedih.


"Pindahkan Istriku ke ruang VVIP"


"Akan kami laksanakan, Silahkan urus prosedurnya,"


Faraz menganggukkan kepalanya dan kembali mendekati Alia.


"Apa yang dokter Katakan?"


"Tidak ada Sayang, Aku hanya ingin Dokter memindahkan mu ke Kamar yang lebih nyaman." ucap Faraz mengecup kening Alia.


"Faraz begitu menyayangi istrinya." batin Kavita yang melihat perlakuan Faraz pada Alia.


"Kalau begitu Saya permisi Tuan," ucap Pria yang menolong Alia.


"Oh ya, Maafkan Aku, tadi Aku sempat emosi."


"Tidak masalah Tuan, Semoga Isteri Anda lekas sembuh,"


"Sekali lagi Terimakasih telah menyelamatkan Istri ku,"


Pria itu menganggukan kepalanya dan pergi meninggalkan ruangan.


"Aku akan mengurus pemindahan mu dulu, Aku ingin Kamu beristirahat dengan nyaman."


Alia menganggukkan kepalanya.


Faraz membalikkan, Ia menghelai nafas panjang menahan sebak di dadanya Kemudian pergi meninggalkan ruangan.


Kini Alia dan Kavita saling berhadapan.


Mereka tidak saling menyapa, Hanya tatapan yang tidak bisa di artikan dari keduanya.


Alia yang biasanya ceria dan ramah kini hanya diam melihat Kavita yang telah melahirkan.


Entah karena rasa sakit akibat kehilangan janin dalam kandungannya, Atau cemburu karena suaminya mendampingi Kavita bersalin Hingga tidak jadi menjemputnya,


Alia sendiri tidak tau apa yang dirasakan hatinya saat ini.


Bersambung...


BUAT EPISODE 115-116 KALAU ADA YANG DOBEL MOHON MANGAP YA, INI GEGARA SATU EPISODE NGANU DI HAPUS, JADI ADA YANG DOBEL 😂🙏