
Faraz dan Alia tidak dapat mengungkapkan rasa bahagianya dengan Anugerah yang Allah berikan pada pernikahan Mereka yang belum genap satu tahun.
Terutama Faraz yang tidak ada bosannya mengusap dan mengecup perut Alia yang di dalamnya terdapat hasil buah cintanya.
Gadis cupu yang dulu sangat Ia benci kini memberikan kebahagiaan yang tak terhingga untuk dirinya. Seakan kata Alhamdulillah tidak cukup untuk mengungkapkan betapa bahagianya Faraz dengan pernikahannya sekarang.
"Orang selalu mengatakan di balik kesedihan tersimpan kebahagiaan, Di balik musibah terdapat hikmah, Sekarang Aku benar-benar mempercayainya, Meskipun bertahun-tahun Aku begitu menderita, Tapi kebagian yang ku rasakan saat ini tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku sangat bahagia Sayang." Faraz menaikan tubuhnya dan mencium kening Alia.
Alia memegang kepala Faraz dengan kedua tangannya kemudian mencium kedua pipinya secara bergantian.
"Aku lebih bahagia jika melihatmu bahagia."
Faraz terseyum mendengarnya dan merebahkan tubuhnya. Kemudian membuat Alia berbaring di dadanya. Dengan penuh kelembutan, Faraz membelai lembut rambut Alia yang semakin terlihat panjang.
"Sayang...." ucap Alia.
"Hmm."
"Kali ini Aku tidak bisa menahan diriku untuk memberitahukan kabar bahagia ini kepada Ibu," ucap Alia yang memang hingga kini belum memberitahukan kabar kehamilannya pada Ibu maupun mertuanya.
"Ya, Aku juga sedang memikirkan itu, Aku sudah tidak sabar jika harus memberitahu Mereka hingga usia kandungan mu menginjak empat bulan."
"Kalau begitu besok Kita beritahu Mereka, Biar Mereka juga mendoakan bayi Kita agar selalu sehat, Selamat hingga Mereka di lahirkan." ucap Alia.
"Baiklah, Kita besok kita beritahu Mereka."
Awalnya Mereka memang berencana memberitahukan kabar kehamilan Alia menunggu bulan ke empat sekalian mengadakan selamatan empat bulanan, Namun mendengar kabar Mereka akan memiliki bayi kembar, Membuat Faraz dan Alia tidak sabar lagi untuk memberitahu orang tuanya.
•••
Keesokan harinya Faraz dan Alia mengunjungi rumah Ibu Fareeda kemudian di lanjutkan mengunjungi Ibu Zeenat.
Begitu mobil mendekati rumah, Alia sedikit merasa tegang mengingat pertemuan terakhirnya Kavita.
Faraz menggengam tangan Alia dan menyunggingkan senyum tipisnya.
"Tidak perlu memikirkan apapun, Sekarang Kamu hanya perlu memikirkan kesehatan mu dan calon bayi kita,"
"Apa Mas tau yang ku pikirkan?"
"Aku tau tapi Aku tidak ingin membahasnya, Seperti Aku yang telah melupakannya, Aku juga ingin Kamu melupakan itu dan fokus pada kebahagiaan Kita." Faraz mengecup punggung tangan Alia dan mengajaknya turun.
Alia merasa lega karena Faraz benar-benar sudah tidak lagi mau mengingat masa lalunya.
"Sayang..." Ibu Zeenat yang melihat kedatangan Mereka langsung berlari menyambutnya.
"Bagaimana kabarmu Sayang, Ibu rindu sekali." Bu Zeenat memeluk Alia dan menciumnya. Meskipun Alia hanya menantunya, Namun Zeenat begitu menyayangi Alia melebihi Putra nya sendiri, Terbukti sejak Faraz masih bersikap buruk pada Alia, Zeenat lebih berpihak pada Alia daripada Putranya.
"Sudah cukup Ibu, Apa Ibu begitu menyayangi Menantu Ibu, Sehingga melupakan Putra Ibu." protes Faraz.
Zeenat terseyum melepaskan pelukannya dan menjewer telinga Faraz.
"Aww... Awww..." ringis Faraz memegangi telinganya.
"Ibu, Kenapa malah menjewerku?"
"Kamu keterlaluan Faraz, Sejak Alia pulang dari rumah sakit, Kenapa Kamu tidak pernah mengajaknya kemari?"
"Jika Aku mengajaknya kemari, Sekarang Aku tidak akan membawa kabar gembira untuk Ibu,"
Faraz terseyum mendekati Alia, Kemudian mengusap perutnya dengan menaik turunkan alisnya.
Ibu membulatkan mata, Sementara mulutnya terbuka lebar.
"Benarkah?"
Alia menganggukkan kepalanya dengan bahagianya.
"Sayang Kamu beneran hamil?"
"Alhamdulillah Ibu."
"Alhamdulillah... Terimakasih Sayang, Terimakasih, Akhirnya Kami akan memiliki seorang cucu."
"Bukan seorang, Tapi dua orang cucu." ucap Faraz
"Apa! Jadi maksud mu bayinya kembar?"
Faraz dan Alia menganggukkan kepalanya dengan begitu bahagia.
"Aaaaa... Ibu tidak bisa menggambarkan betapa ibu sangat bahagia sayang." Bu Zeenat memeluk Alia dan menciuminya bertubi-tubi.
"Dua cucu?" tanya Ayah yang baru datang.
"Ayah.." Faraz memeluk Ayahnya.
"Itu Benar Ayah, Ayah akan jadi seorang kakak dengan dua cucu sekaligus."
"Ayah bahagia sekali mendengarnya, Selamat untuk mu Faraz."
"Selamat untuk Ayah juga,"
Akhirnya setelah bertahun-tahun Mereka di pusingkan oleh kelakuan Faraz yang frustrasi karena pernikahan pertamanya, Kini kebahagiaan menaungi Keluarga Mereka.
•••
Tring...
Kavita langsung membuka media sosialnya begitu mendapatkan notifikasi.
Matanya seketika membulat melihat apa yang ada di layar ponselnya.
"Twin" lirih Kavita membaca ception tersebut.
Dengan di sertai gambar Faraz mencium pipi Alia dan memegang hasil USG ke arah kamera secara bersama-sama, Membuat hasil USG jauh lebih jelas daripada gambar Mereka berdua.
"Ini tidak mungkin," batin Kavita yang semakin terbakar melihat kebahagiaan mantan suaminya yang terlihat kian sempurna.
"Kenapa ini terlihat seperti sinetron, Faraz yang memiliki segalanya di anugrahi dengan bayi kembar, Sedangkan orang biasa terkadang mau dapat anak saja susah." batin Kavita yang seajan protes kepada takdir Sang Maha Kuasa.
Bersambung....
SEPERTI SEMANGAT PEMBACA YANG SEMAKIN MENURUN, SEMANGAT AUTHOR JUGA SEMAKIN MENURUN.
YUK AKH SALING MENYEMANGATI 🤗❤️❤️❤️