Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Cinta 2Z


Setelah sarapan, Zayd pergi ke apartemen untuk menemui Alea.


Di dalam kebingungannya Zayd memutuskan untuk menempatkan Alea di apartemennya sebelum mengambil keputusan apa yang akan Ia ambil.


Zayd yang tidak melihat Alea di ruang tamu, Menuju kamar tanpa mengetuk pintu.


Alea yang sedang mencari pakaian dan hanya mengenakan handuk terlonjak melihat Zayd yang sudah di bibir pintu.


Begitupun Zayd yang menjadi canggung dengan apa yang Ia lihat.


"E... Maafkan Aku, Aku hanya khawatir Kamu tidak ada di sini."


Alea menganggukkan kepala sembari menutupi bagian dadanya.


"Aku menunggumu di luar," ucap Zayn yang langsung meninggalkan kamar.


Setelah menunggu sepuluh menit, Zayd melihat Alea keluar mengenakan dress lengan pendek dengan panjang sebatas lutut dan membiarkan rambut yang belum sepenuhnya kering.


"Kemarilah." Zayd menepuk sisi sofa di sebelahnya.


Alea mengangguk tanpa membantah perintahnya.


"Sekarang ceritakan kenapa Kamu di paksa menikah dan tidak mau menikah?"


"Ayah ku menerima tawaran dari Om Helmi yang memberinya pinjaman dana untuk memajukan perusahan. Namun sebagai gantinya Om Helmi meminta ku untuk menikahi putranya. Awalnya Aku tidak menolak karena Aku fikir itu saat yang tepat untuk diriku membalas jasa Ayah selama ini karena telah merawatku tanpa kehadiran Ibu, Tapi di hari pertunangan, Aku melihat sifat asli Edwin yang memukul mantan kekasihnya saat mantan kekasihnya tidak menerima jika Edwin akan bertunangan dengan ku, Aku fikir Pria yang berani mengangkat tangannya kepada wanita akan selamanya seperti itu, Aku tidak ingin suatu saat mengalami hal itu, Maka dari itu Aku memilih lari dari pertunangan, Tapi sepertinya Ayah masih tidak mengerti meskipun sudah seringkali Aku mencoba menjelaskan padanya."


"Berapa harga yang harus ku bayar untuk membebaskan mu?"


"Hah!"


"Aleaaaaa..." Zayd menangkup wajah Alea menyatukan kening dan hidungnya.


"Aku sangat mencintaimu, Aku ingin Kamu hidup damai tanpa kejaran siapapun termasuk Ayahmu."


Alea memejamkan mata merasakan hembusan nafas Zayd yang menyapu wajahnya.


Zayd menjauhkan wajahnya satu jengkal dan menatap Alea. Kemudian Zayd langsung mendaratkan ciuman ke bibir Alea.


"Aku belum menerima cintamu," ucap Alea di sela-sela ciu'man Zayd yang terlepas.


"Itu tidak perlu, Karena Aku yakin, Kamu juga mencintaiku."


Zayd kembali memagut bibir Alea.


"Anda terlalu percaya diri Tuan Zayd Athallah Faraz Shaikh" ucap Alea terseyum.


"Tentu, Apa ada alasan untuk dirimu menolak ku?"


Alea terseyum menggelengkan kepalanya.


•••


Bryan mengirimkan pesan pada Zia jika Ia akan pulang karena merasa tidak enak jika terus menginap di rumahnya.


Zia yang telah membaca pesan Om Bryan bergegas turun menemuinya.


"Terimakasih Tuan Faraz, Terimakasih Nyonya Alia."


"Sama-sama Bryan, Jangan sungkan jika ingin menginap lagi."


Bryan mengangguk dan melirik Zia yang berdiri menatapnya dari kejauhan.


"Baiklah, Bye..."


Setelah meninggalkan rumah Faraz, Bryan menghentikan mobilnya di tepi jalan dan menghubungi Zia. Namun belum sempat panggilannya tersambung Pintu mobilnya di ketuk.


Bryan menutup ponselnya dan membuka jendelanya.


"Om..."


"Zia, Kamu mengikuti Om?"


Zia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tawa cerianya.


"Masuklah Sayang."


Zia langsung berlari memutar dan masuk ke dalam mobil Om Bryan.


Zia menghadap Om Bryan dengan tatapan yang menggebu-gebu.


Begitupun pun dengan Om Bryan, Rasanya ingin terus bersama kekasih kecilnya yang selalu membuat dirinya bersemangat.


Zia melingkarkan kedua tangannya ke leher Om Bryan dan menarik ke arahnya hingga Om Bryan harus mencondongkan tubuhnya.


kemudian Zia mencium pipi Om Bryan dengan malu-malu.


Om Bryan terseyum dan mencubit pipinya dengan gemas.


"Dasar gadis nakal." ucapnya tertawa.


Dari luar mobil, Arah yang berlawanan terlhat David memperhatikan kedua sejoli itu yang tengah bercum'bu mesra dengan tawa saling menggoda.


David mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya.


Dengan kesal Ia memukul stir mobilnya.


"Kita lihat saja Zia, Bagaimana reaksi Papa mu saat mengetahui dirimu berpacaran dengan Pria dewasa yang lebih pantas menjadi Ayahmu."


Bersambung...


📌 YANG KOMEN BRYAN KAYA PEDOFIL, LEBIH BAIK STOP BACA, KARENA AUTHOR TIDAK AKAN MERUBAH JALAN CERITA ‼️


🍁🍁🍁


DAN BUAT YANG NUNGGUIN KAKAK SULUNG ZAYN SUDAH RILIS DI NOVEL BARU BERJUDUL "BERSAING CINTA DENGAN USTADZ" CUZ SUPORT KAK ZAYN MELEJIT KAYA PAPA FARAZ 🤗❤️