Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Scene 3Z


Semua orang kembali ke aktivitasnya masing-masing.


Hanya Zayn yang ada di kamar menyiapkan keperluan yang akan di bawa ke pesantren. Zayn bisa saja memberontak dan lari dari hukuman yang akan Papanya berikan. Namun entah kenapa hatinya tidak menginginkan hal itu.


"Zayn.." Alia mengetuk pintu dan masuk ke kamar Zayn.


Zayn hanya melihat sang Mama sekilas dan kembali mengemasi barang-barangnya.


"Zayn, Apa menurutmu Papa dan Mama berlaku tidak adil padamu?"


"Zayn tidak tau Ma, Tapi yang jelas Zayn tidak menyukai keputusan Papa, Apa lagi Papa menempatkan ku di kota kecil yang entah di mana letaknya."


"Terkadang kota kecil lebih membuat hati Kita lebih damai."


Zayn terdiam dan duduk di tepi ranjang, Ia menyangga kepalanya dengan kedua tangannya.


Alia duduk dan mengusap punggung sang Putra.


"Selama ini Papa dan Mama membebaskan mu untuk semua hal, Tapi Kamu tidak memegang kepercayaan Kami, Jadi sekarang Kamu harus menerima keputusan dari Papa."


Zayn meletakkan kepalanya di pangkuan Mamanya dengan sedih.


"Percayalah Zayn, Ini yang terbaik untuk mu, Suatu saat nanti Mama yakin Kamu akan berterimakasih pada Papa karena mengirim mu ke pesantren."


Zayn mengecup tangan Mamanya dan memejamkan mata.


•••


Zayd sampai di kantornya.


Tidak seperti biasanya yang menggebu-gebu saat melihat Alea, Kini Zayd bersikap biasa saat berpapasan dengannya.


Alea mengernyitkan keningnya melihat Bos mudanya yang kembali dingin padanya.


"Dia kembali menjadi kulkas berjalan." batin Alea yang kembali mengerjakan tugasnya.


Sementara Zia setelah pulang sekolah juga tidak menemui Om Bryan seperti biasanya, Ia memilih menerima ajakan teman-temannya jalan ke mall untuk menonton film. Namun tidak di sangka Zia malah melihat Om Bryan jalan bersama seorang Wanita. Seketika itu juga Zia merasa patah hati melihat pemandangan di depannya.


"Zia apa yang Kau lihat?" tanya Hani sahabat Zia.


"E-e, Tidak, Ayo Kita masuk." ucap Zia yang langsung menarik Hani masuk ke gedung bioskop dan di ikuti teman-teman yang lain.


Zia duduk di bangku penonton dan menahan kesedihannya mengingat Om Bryan dengan Wanita lain.


Namun kesedihannya berubah menjadi rasa terkejut ketika melihat seorang Pria yang baru datang duduk di samping kirinya menggandeng seorang Wanita bersamanya.


"Om Bryan." lirih Zia hingga suaranya tidak terdengar oleh Bryan yang tengah fokus mengobrol dengan Wanita yang duduk di sisi kirinya.


Kini Bryan duduk di tengah-tengah Zia dan Wanita yang datang bersamanya


Hingga lampu di matikan dan Film akan di mulai, Bryan tidak menyadari jika Zia duduk di sampingnya.


Sebuah film romantis pun terus berjalan hingga memperlihatkan ke-dua pemeran utama bercum'bu dengan penuh gai'rah hingga membuat Zia menelan salivanya dan tanpa Ia sadari mencengkeram lengan Bryan.


Bryan yang merasa lengannya di cengkraman dengan kuat menoleh ke sisi kanannya dan begitu terkejut melihat Zia duduk di sampingnya.


"Ziaaa..." lirih Bryan dengan wajah condong ke depan Zia.


"Om." sontak Zia melepaskan cengkeramannya dan merasa gugup.


Wanita itu menggandeng lengan Bryan dan bersandar manja di pundaknya.


Bryan terus menatap Zia yang juga terus menatapnya.


•••


Zayd yang baru keluar dari ruangannya menghentikan langkahnya melihat Alea yang sedang tertawa ceria bersama salah seorang karyawannya. Entah kenapa hatinya begitu cemburu melihat Alea dengan Pria lain, Dengan mengeratkan giginya, Zayd bergegas dan langsung menarik tangan Alea tanpa mengatakan apapun.


"Tuan Zayd..." Alea tertatih-tatih mengimbangi langkah Zayd yang begitu cepat.


Zayd menghentikan langkahnya begitu sampai di depan mobil.


Kemudian membuka pintu dan menyuruh Alea masuk.


"Masuk."


"Mau kemana Tuan."


"Jangan banyak bertanya."


Dengan menganggukkan kepala, Alea masuk ke mobil Bos mudanya tersebut.


Zayd mengendarai mobil dengan sikap dinginnya tanpa berbicara apapun, Hal ini membuat Alea bosan dan mempertanyakan kemana Bos nya akan membawanya.


"Bisa Tuan katakan kemana akan membawaku?"


"Kenapa, Kamu tidak suka jalan dengan ku?"


"Bukan begitu, Tapi Aku merasa bosan jika Anda terus saja diam."


Sssrrrrrtttttt...!!!


Zayd menghentikan mobilnya secara mendadak hingga membuat Alea terbentur. Namun Zayd hanya menatap dingin dan menarik lengan Alea agar menghadapnya.


"Katakan! Bagaimana caranya agar Kamu tidak merasa bosan dengan ku?"


Alea menatap lekat Zayd dan menggelengkan kepalanya.


"Apa Aku harus mencium mu agar Kamu tidak merasa bosan?"


"Hagh!" Alea tercengang mendengar pertanyaan Bos nya.


Tanpa bertanya lagi Zayd langsung menyambar bibir Alea.


Tidak seperti pertama kalinya, Kali ini Zayd berani memagut bibir Alea meskipun masih sangat kaku. Namun itu tidak berlangsung lama karena Zayd langsung mengingat apa yang Papanya katakan.


Dengan cepat Zayd melepaskan tautannya dan kembali ke tempat duduknya.


"Katakan di mana Kamu tinggal?" tanya Zayd dengan memakai seatbelt nya.


Alea menatap Zayd bingung karena sikapnya yang berubah-ubah.


Bersambung...



KENALIN NIH VISUAL 3Z BERSAUDARA 🥰 ♥️♥️♥️