Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Kembali ke Jakarta


Faraz dan Alia sudah tiba di Bandar Udara Internasional Yogyakarta,


Dengan mengenakan jas milik Faraz Alia di gandeng mesra olehnya.


Sambil menunggu keberangkatan Alia mencoba menghubungi Paman dan Bibinya.


Karena sejak Akad nikah Sahid, Mereka tidak kembali apa lagi berpamitan dengan mereka.


Tuttt... Tutttt....


"Hallo..." terdengar suara Bibi di ujung telepon.


"Hallo Bibi."


"Alia, Kenapa kalian pulang tidak memberitahu kami, dan barang-barang kalian juga tidak di bawa, Apa ada masalah?" tanya Bibi yang terdengar khawatir.


"Tidak Bibi, semua baik-baik saja, Hanya mendadak Faraz ada urusan, Jadi kami tidak sempat kembali ke rumah Bibi."


"Maafkan Kami Bibi, Lain kali Kami akan berkunjung lagi," ucap Faraz yang menyerobot pembicaraan mereka.


"Baiklah Handsome, Sampai jumpa,"


"Sampai jumpa Bibi," saut Faraz.


"Sampai jumpa Bibi, salam untuk Paman, Sahid dan Aneri," sambung Alia.


"Baiklah, Bye."


Panggilan pun berakhir.


Alia menatap Faraz.


Faraz mengernyitkan dahi melihat tatapan Alia.


"Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?"


"Karena mu Aku harus berbohong pada semua orang, bahkan Aku harus pergi begitu saja tanpa berpamitan,"


"Kenapa membahasnya lagi? Bukankah Kau juga menikmati malam kita," ucap Faraz merangkul pundak Alia.


"Ya, tapi kan Kau bisa melakukannya setelah kita pulang ke Jakarta,"


"Aku tidak bisa lagi menunggu, Aku benar-benar menginginkan mu," ucap Faraz mendekatkan wajahnya.


Baru saja Faraz memejamkan matanya, Keduanya di kagetkan oleh pengumuman keberangkatan.


"Hhufff..." Faraz menghelai nafas kasar dan bangun dari duduknya.


Alia menggenggam tangan Faraz dengan erat.


Ia merasa begitu tegang karena ini pertama kalinya menaiki pesawat.


Faraz menoleh ke Alia dan melihat ketegangan di wajahnya.


"Kau belum pernah naik pesawat?"


Alia menggelengkan kepalanya dengan pandangan lurus kedepan.


Faraz terseyum mendengarnya.


"Pantas saja kemarin Kau langsung merobek tiket pesawatnya, Aku fikir karena Kau hanya marah padaku, rupanya Kau belum pernah naik pesawat," ucap Faraz tertawa.


"Apa Kau mengejekku?" tanya Alia kesal.


"Tidak, Aku hanya bicara saja, Ayolah kita naik,"


Mereka pun menaiki tangga satu persatu dan mencari tempat duduknya.


"Tenang saja, Ini hanya akan terasa saat pesawat akan naik dan turun saja," ucap Faraz sambil memasangkan sabuk pengaman.


"Kau kan terbiasa naik bianglala di pasar malam, kira-kira seperti itu rasanya," ucap Faraz tertawa dan kembali duduk di kursinya.


Alia langsung menggenggam erat tangan Faraz,


Faraz yang melihat Alia terus memejamkan mata seperti membaca sesuatu hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


Alia kembali membuka mata saat pesawat telah mencapai ketinggian.


Alia melihat ke jendela untuk melihat keluar, selain awan putih yang mengelilingi pesawat, Alia juga dapat rumah-rumah dan pepohonan yang terlihat begitu kecil.


"Jangan sampai Aku memanggil mu Cupu lagi," ucap Faraz tertawa.


~~


Sekitar 1 jam 10 menit, Pesawat mendarat di Jakarta.


Faraz membangunkan Alia yang tertidur di pundaknya.


Dengan lembut Faraz membelai rambutnya.


"Kita sudah sampai," lirih Faraz.


Alia membuka matanya dan melihat ke luar jendela.


"Ayo." Faraz meraih tangan Alia dan turun dari pesawat.


Alia menghentikan langkahnya saat melewati tempat kerjanya dulu.


Faraz pun demikian, Ia mengingat saat menjatuhkan talak pada Kavita, Namun ingatannya langsung beralih kepada pertemuannya dengan Alia.


Faraz mengukir senyum ketika mengingat saat Ia mabuk di restoran tempat Alia bekerja hingga Alia membawanya pulang ke rumahnya.


Tanpa mengatakan apapun Faraz merangkul Alia ke sisinya.


Alia terkejut menatap Faraz.


Keduanya saling memandang dengan pikirannya masing-masing.


"Kau mengingat sesuatu?" tanya Alia.


"Ya, pertemuan Kita, Aku tidak pernah menyangka pertemuan Kita yang diawali pertengkaran akan berakhir seperti ini," ucap Faraz mempererat pelukannya.


"Faraz lepas, Ini di tempat umum," protes Alia sembari mendorong tubuh Faraz.


"Baiklah, Kita lanjutkan di rumah," ucap Faraz tertawa yang di balas cubitan dari Alia.


~~


Sekitar 30 menit, Mereka sampai di rumah.


Zeenat yang melihat kepulangan Mereka langsung berlari menyambutnya.


"Aliaaaaaa....." Zeenat membentangkan kedua tangannya dengan bahagia.


"Ibuuu..." Alia pun berlari memeluk Ibu mertuanya.


Faraz terseyum bahagia melihat kedua wanita yang Ia cintai saling melepas rindu setelah hampir satu bulan terpisah karena kesalahannya.


"Faraaaaz..." ucap Ayah mengagetkan Faraz.


"Ayah.." Faraz langsung memeluk Ayahnya.


"Apa semua baik-baik saja?" tanya Ayah.


"Seperti yang Ayah lihat, Semua hanya salah faham Ayah, Aku hanya terlalu cemburu." ucap Faraz sambil menatap Alia.


Alia tersenyum malu mendengarnya.


"Syukurlah jika semua baik-baik saja, Karena Ayah tidak ingin kejadian dulu terulang kembali." ucap Ayah lalu pergi meninggalkan mereka.


Bersambung...