
MASIH BANYAK YANG BELUM TAU JIKA KISAH ZAYD JUGA SUDAH ADA LAPAKNYA SENDIRI. BUAT YANG SELALU MENUNGGU-NUNGGU DI SINI, YUK MAIN KE NOVEL "MENGEJAR JANDA YANG TERLUKA"
CUPLIKAN BAB 👇
Belum juga hilang rasa terkejutnya melihat Ayah Zahia yang tiba-tiba datang, Zayd dan keluarganya kembali terkejut melihat kedatangan Alea beserta suami dan ibu mertuanya.
Zachary menoleh kebelakang sekilas melihat keluarganya yang telah berkumpul kemudian Zachary melangkah ke arah Zayd. Namun Zahia langsung beranjak dari duduknya dan menghentikan langkah Papahnya.
"Untuk apa Papah kemari, Apa Papah ingin menggagalkan pernikahan ini dan kembali mengusir ku?"
Belum juga Zachary membantah Zahia kembali mengungkapkan kekesalannya.
"Aku sudah meninggalkan rumah Papah sejak berbulan-bulan lalu, Dan sekarang Aku tidak sedang berada di rumah Papah, Jadi Papah tidak bisa menghentikan pernikahan ini apalagi mengusir ku dari rumah calon suami ku!"
"Sayang kamu salah Faham, Papah kemari tidak menggagalkan pernikahan mu, Justru Papah kemari ingin memberikan restu pada mu Sayang."
Zahia begitu terkejut mendengarnya. Tak terkecuali dengan Zayd dan seluruh keluarga besarnya.
"Ya, Papah kemari ingin melihat putri Papah menikah, Izinkan Papah menjadi wali nikah mu Sayang." Zachary mencoba bersimpuh namun Zahia langsung menghentikannya.
"Papah! Apa yang Papah lakukan?"
"Sayang maafkan Papah jika selama ini bersikap kurang adil pada mu, Jika kamu berkenan memaafkan Papah maka izinkan Papah menjadi wali mu."
Dengan tangis harunya Zahia mengangguk dan memeluk Papahnya. Begitupun Mamahnya yang tersenyum dan mengusap lembut rambut putrinya tersebut.
Zayd dan Faraz saling memandang lega, Akhirnya apa yang mereka Khawatirkan tidak terjadi.
Sementara Alea merasa begitu gusar melihat kemewahan pernikahan yang Zayd selenggarakan untuk bisa menikahi adik iparnya tersebut apa lagi melihat sikap Zayd yang begitu lembut kepada Zahia membuat ingatannya saat kebersamaannya dengan Zayd kembali mengganggu pikirannya.
"Bagaimana Om tau rumahku?" tanya Zayd.
"Siapa yang tidak tau keluarga Shaikh, Semua orang tidak asing lagi dengan kebesaran namanya, Jadi tidak sulit untuk ku mencari dimana rumah mu."
Zayd tersenyum lega dan berharap ini menjadi awal hubungan yang baik untuk Zahia yang sudah lama renggang dengan keluarganya.
"Terimakasih Om."
"Seharusnya Om yang berterima kasih pada mu, Terimakasih selama ini telah menjaga putriku, dan terimakasih telah menemukannya.
Dia akan sangat bahagia memiliki suami seperti mu."
Mendengar hal itu seketika Alea memalingkan wajahnya. Rasanya kata-kata itu begitu menyakiti hatinya mengingat bagaimana baiknya Zayd memperlakukan dirinya.
Faraz yang sejak tadi berdiri di samping Zayd masih terdiam memandang pria paruh baya itu. Faraz belum bisa melupakan bagaimana putranya membantu Alea menyakiti Zayd sementara dia hanya diam saja mendukungnya.
Melihat tatapan tajam Faraz, Zachary berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu padanya.
"Tuan Faraz Aku tau Aku salah, Tapi Aku tau hatimu juga sangat besar, Jika tidak kamu tidak akan merestui pernikahan putriku dengan putramu. Oleh sebab itu maafkan Aku dan keluarga atas semua kedalam kami."
Faraz masih diam tak memberikan jawabannya, Hatinya masih terasa sakit mengingat hari itu, Tapi melihat Zayd yang terlihat begitu mencintai Zahia akhirnya Faraz mengalah dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Tapi dengan satu syarat."
"Apa pun syaratnya Tuan."
"Tidak akan membuat masalah dalam pernikahan Zayd dan Zahia di kemudian hari."
"Ya, Akan ku pastikan, Aku tidak akan membiarkan dia menganggu maupun membuat masalah, Jika itu terjadi Aku sendiri yang akan menghukumnya."
"Bagus. Kalau begitu kita lakukan akad ini secepatnya."
"Ya tentu."
"Kamu dengar itu Alea, Jika kau berani macam-macam maka bukan Aku saja yang akan menghukum mu, Tapu Papah juga akan menghukum mu." lirih Zacky.
Alea semakin merasa tertekan dengan keadaannya saat ini. Ia benar-benar merasa sial, Pernikahan yang awalnya atas dasar cinta ternyata tak seindah dengan apa yang ia impikan.
Setelah acara sambutan dan khutbah nikah, Zachary menjabat tangan Zayd dan mengucapkan lafal ijab.
“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Zayd Attallah Faraz Shaikh bin Faraz Zhehzad Saikh dengan anak saya yang bernama Zahia Andira dengan maskawin berupa uang tunai sebesar USD.160.322 Tunai.”
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Zahia Andira binti Zachary Fathendra dengan maskawin tersebut, tunai.”
"Sah... Sah... Sah..." saut para saksi dan para tamu undangan yang hadir menandakan Zayd dan Zahia kini resmi menjadi suami istri.
Rangkaian acara pun di lanjutkan dengan pemasangan cincin kawin ke jari masing-masing dan di lanjutkan dengan penandatanganan buku nikah dan susunan prosesi lainnya.
Setelah menyelesaikan berbagai macam rangkaian acara pada siang hari. Malam harinya acara di lanjutkan dengan resepsi pernikahan yang berbarengan dengan resepsi pernikahan saudara kembarnya Zayn.
Kini kedua pasangan berdiri di pelaminan menyambut para tamu yang hadir memberikan ucapan selamat pada kedua pasang pengantin yang tengah berbahagia.
Faraz yang melihat kedua putra kembarnya berdiri bahagia di atas pelaminan bersama pasangan masing-masing begitu haru dan memeluk Alia yang meneteskan air mata haru karena ketiga anaknya kini telah menikah.
"Kamu merasa sedih?" tanya Faraz.
"Ini tangis bahagia," ucap Alia.
"Kenapa para wanita selalu menangis baik itu bahagia maupun sedih?"
"Karena sekuat apapun wanita, Hatinya begitu lembut dan mudah tersentuh." saut Oma Zeenat.
"Ibu..." Faraz menoleh ke belakang dan langsung memeluknya.
"Maafkan Aku ibu, Karena banyak kejadian sebelum pernikahan Aku jadi tidak begitu memperhatikan ibu."
"Tidak apa-apa, Yang terpenting sekarang semuanya sudah selesai dan tidak ada masalah apapun lagi."
"Do'akan agar anak-anak ku selalu bahagia ibu."
"Tentu saja Nak, Seperti ibu selalu mendoakan kebahagiaan mu, Ibu juga selalu mendoakan kebahagiaan untuk ketiga cucu Oma."
"Cucu Opa juga, Enak saja." protes Opa Zhehzad yang membuat semua tertawa.
Bersambung...
✔️ LANJUT KE "MENGEJAR JANDA YANG TERLUKA 👈