Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Again


Alia merapikan pakaiannya dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya.


Kemudian Alia menoleh ke arah Faraz dan melihat Faraz yang tersenyum menatapnya dengan tajam.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Alia yang merasa gugup dengan tatapan Faraz yang seakan belum puas dengan permainan singkat Mereka.


"Apa salahnya, Aku sedang menatap Istriku." ucapnya santai.


"Aku merasa tidak nyaman dengan diriku, Mas benar-benar gila melakukan ini di atas pesawat."


Faraz terkekeh dan berjalan mendekati Alia. Kemudian menarik pinggangnya merapat ke tubuhnya.


"Selama hampir tiga bulan ini Mas sudah begitu tersiksa, Mas tidak bisa menunggu lagi meskipun hanya dua tiga jam,"


Alia mencubit perut Faraz untuk menutupi rasa malunya.


Faraz tertawa dan menarik Alia kembali duduk.


Dalam hitungan menit akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di Ibu kota kalimantan tengah yaitu Palangkaraya.


Dan tidak perlu menunggu lama, Sebuah mobil putih mewah dan bongsor yang sangat populer baik di kalangan Selebritis, Pengusaha hingga politisi sudah siap mengantar Mereka kemanapun.


"Tuan Faraz." sapa Pak supir yang menjemput Mereka.


"Ya."


"Silahkan Tuan."


Faraz pun mempersilahkan Alia masuk terlebih dahulu.


Kemudian Faraz mendampinginya duduk di belakang Supir.


•••


Begitu Sampai hotel Faraz langsung menyergap Alia dan menjatuhkannya ke ranjang. Kemudian melempar jas dan kemejanya ke sembarang arah, Permainan singkat yang yang Mereka lakukan di atas pesawat membuat Faraz tidak puas sehingga ingin segera melanjutkannya.


Alia pun tidak bisa menolak dan hanya bisa melayani keinginan Faraz yang terlihat begitu sangat bernafsu kepadanya.


Faraz langsung menumpahkan kerinduannya pada tubuh Alia yang sudah lama tidak Ia nikmati, Setiap inci dari tubuhnya tidak terlepas dari sapuan bibir dan lidahnya. jila'tan dan esapan Faraz berikan hingga membuat Alia menggelinjang dengan hebatnya.


Faraz benar-benar menikmati momen Mereka seperti saat Mereka berbulan madu, Bahkan dengan kelahiran kedua putranya tidak mengurangi kenikmatannya saat merasakan miliknya menyatu.


Lenguhan panjang di barengi dengan semburan hangat ke tiga kalinya, Akhirnya Faraz menyudahi permainannya ketika mendengar Alarmnya yang menunjukan puku 04.00 pagi.


Faraz menatap Alia yang terlihat begitu kelelahan setelah habis-habisan di gempur olehnya.


Faraz memiringkan tubuhnya dan mengecup kening Alia dengan lembut.


"Maafin Mas ya." ucapnya lirih.


"Hmm," Hanya sautan itu yang keluar dari mulut Alia dengan mata yang sudah terpejam.


•••


Jam 07.00 Pagi, Faraz bersiap menghadiri pertemuan dengan klien yang memang menjadi tujuan utama perjalanannya ke Kalimantan.


Sebelum meninggalkan kamar, Faraz mengusap kepala Alia yang masih tertidur pulas di bawah selimut tebalnya.


Faraz terseyum bahagia dan mengecup kepalanya dengan penuh kasih sayang. Kemudian mengetik pesan dan mengirimkannya ke ponsel Alia.


Faraz pun meninggalkan hotel dan menuju tempat pertemuan.


Hanya membutuhkan waktu 25 menit Faraz sampai di sebuah resto yang telah mereka tentukan.


Tidak perlu menunggu, Begitu Faraz memasuki resto tersebut Tiga orang berdiri menyambutnya.


"Selamat pagi Tuan Faraz." sapa Pria berusia sekitar tiga puluh tahun dengan kulit kecoklatan khas kulit Indonesia.


"Selamat pagi Tuan Malvin Emanuel." saut Faraz dengan menyunggingkan senyum termanisnya.


"Dia adalah Tuan Handoko yang juga tertarik dengan kerjasama Kita, dan ini Silvi sekertaris Saya."


"Hay..." sapa Faraz menjabat tangan keduanya.


"Kalau begitu silahkan duduk, Kita mulai pembahasannya." ucap Malvin mempersilahkan Faraz duduk.


Mereka pun duduk bersama dan mulai membahas kerjasamanya.


Bersambung...


•••


TERIMAKASIH UNTUK SEMUA YANG TELAH MENGUCAPKAN SELAMAT, DO'A , HADIAH DAN TIPS NYA, SEMOGA KEBAIKAN DAN KEBAHAGIAAN MENYERTAI KALIAN JUGA, I LOVE U FULL MY READERS 😘♥️♥️♥️