Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Mandi Bersama


Karena merasa kelelahan, Hari ini Faraz dan Alia memutuskan untuk tidak mengunjungi tempat wisata lain,


Mereka hanya menghabiskan waktu dengan bersantai di hotel.


Seperti saat ini, Mereka juga sedang menikmati acara televisi bersama,


Alia menyandarkan tubuhnya di pangkuan Faraz yang memeluknya dari belakang, Sesekali Alia menyuapkan cemilan ke mulutnya.


"Apa Seharian Kita akan di kamar seperti ini?" tanya Faraz.


"Apa Kau ingin keluar?" Alia balik bertanya.


"Tidak, Aku malah ingin lagi," ucap Faraz tertawa.


"Gak ada puasnya," ucap Alia menjewer telinga Faraz.


Faraz hanya tertawa mengecup pipi Alia.


Drrtttt.... Drrtttt....


Mereka di kagetkan oleh getaran ponsel di atas meja.


Dengan tidak melepaskan pelukannya pada Alia, Faraz meraih ponselnya.


"Ibu," ucap Faraz yang melihat layar ponselnya.


"Tekan pengeras suaranya," ucap Alia.


Faraz menganggukkan kepalanya dan mengangkat ponselnya.


"Ibu..."


"Hallo Sayang, Bagaimana liburan kalian?"


"Sangat menyenangkan Ibu, Rasanya Aku tidak ingin kembali ke Jakarta," ucap Faraz sembari mencium Alia.


"O.. Ho... Senyaman itu kah di sana?"


"Ya tempatnya sangat nyaman, Suasananya sangat sepi dan sangat menenangkan hati, Apa lagi di tambah dengan..."


"Dengan?" Ibu menantikan Faraz melanjutkan ucapannya.


"Dengan kehadiran menantu Ibu di sisiku," ucap Faraz melanjutkan ucapannya.


Ibu tersenyum bahagia mendengarnya.


"Jadi sekarang Kau mengakui jika pilihan Ibu tepat?"


"Ya, Sangat tepat." ucap Faraz yang langsung mencumbu Alia tanpa mematikan ponselnya.


"Faraaaaz... Faraaazzz..." Ibu yang tidak mendengar lagi suara Faraz mencebikan bibirnya sembari mengangkat kedua bahunya, Lalu mengakhiri panggilannya.


~~


Menjelang Malam Faraz dan Alia mengunjungi Senja Lounge & Dine.


Bar ini terletak di kawasan Sheraton Hotel, Senggigi, Lombok.



Mereka duduk di meja pesanannya yang telah tertata apik menghadap pantai dan dilengkapi dengan cahaya lilin yang membuat suasana semakin Romantis,


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang, Mereka mencoba Ayam Taliwang dan kelapa muda segar sambil menikmati matahari terbenam.


"Ini indah sekali Faraz, Aku tidak akan pernah melupakan perjalanan indah Kita," ucap Alia menggengam tangan Faraz.


"Kita akan sering menghabiskan waktu bersama, Mengunjungi berbagai wisata lain di Indonesia bahkan bila perlu ke luar negeri," ucap Faraz membalas genggaman tangannya.


Alia terseyum mendengarnya, Ia benar-benar tidak menyangka Faraz yang dulu begitu membencinya kini begitu mencintainya.


Setelah menikmati makan malam dan hiburan berupa pertunjukan live Music yang di sajikan, Mereka kembali ke hotel.


Faraz menggendong tubuh Alia yang tertidur di mobil.


Ia membaringkan tubuhnya di ranjang, dengan penuh perhatian, Faraz membuka high heels nya dan menyelimuti tubuhnya.


Kemudian Faraz pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ia menengadahkan kepalanya ke atas menikmati guyuran air yang membasahi wajahnya, Ditengah-tengah segarnya Air yang mengalir ke seluruh tubuhnya seketika Faraz terkejut saat merasa ada tangan yang melingkar di perutnya.


Ia menoleh ke belakang dan melihat Alia sudah tidak mengenakan sehelai benang.


Dengan tatapan yang menggoda Alia mendorong tubuh Faraz hingga ke dinding.


Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Faraz hingga nafasnya membuat Faraz meremang.


"Happy Birthday," bisik Alia.


Faraz terkejut mendengarnya.


Alia mengalungkan kedua tangannya ke leher Faraz menunggu reaksi Faraz.


"Kau, Tau ulang tahun ku?" tanya Faraz yang seakan tak percaya.


"Aku istrimu, Bagaimana mungkin Aku tidak tau?"


"Ee.. Maksud ku, Aku saja tidak mengingatnya dan sejak tadi Kau seperti tidak mengingatnya."


"Ya, Karena Aku menunggu saat ini,"


"Hagh!" Faraz menatap Alia gugup, tatapan Alia kali ini terlihat berbeda, Ia tidak seperti biasanya yang malu-malu, Sekarang Ia terlihat seperti wanita penggoda.


"Sayang, Tadi Kamu tidak minum kan?" tanya Faraz.


"Apa Aku terlihat seperti orang mabuk?"


"Tidak, Tapi Kau..."


Alia membungkam mulut Faraz dengan pagutannya.


Faraz yang masih merasa aneh dengan sikap Alia hanya membiarkan Alia mengesap bibirnya dan memasukkan lidahnya tanpa membalasnya.


Alia yang tidak mendapat balasan dari Faraz melepas pagutannya dan menatap wajah Faraz.


"Aku tidak bisa memberikan apapun di hari ulang tahun mu, Jadi Aku akan membuat malam yang tak terlupakan untuk mu," ucap Alia yang kembali memagut bibir Faraz.


Faraz yang mendengarnya langsung bersemangat dan membalas pagutan Alia.


"Eummm.. Hhhhh..." erangannya bersautan.


Alia segera menurunkan ciumannya dan menyusuri tengkuknya.


Faraz menengadahkan kepalanya ke atas untuk mempermudah Alia menelusurinya.


Setelah meninggalkan banyak tanda merah di sana, Alia menurunkan kecupannya ke dada bidang Faraz.


"Ssshhh... Sayang..." Faraz menggenggam rambut Alia yang terus menurunkan kecupannya dan menggengam miliknya.


Alia mempermainkan dengan tangan lembutnya hingga Faraz mengerang tak karuan.


"Aaarrggghhh... Ssshhh... Sayang" racau Faraz yang langsung menarik kedua bahu Alia dan mendorongnya ke dinding.


Faraz mengangkat sebelah kaki Alia melingkar ke panggulnya.


"Sayaaang... Kau membuatku gila," racau Faraz sembari memasukkan miliknya.


"Ssshhh... Aaahhh..." Faraz memejamkan mata sejenak saat miliknya masuk sepenuhnya.


"Ssssttt... Hhh..." Alia menggigit bibir bawahnya ketika Faraz mulai menghentakkan miliknya.


Faraz menelusuri tengkuk Alia dengan tangan merem mas buah dada nya.


"Ssshhh..."


Alia meremas rambut Faraz ketika Ia mulai mengesap put ing nya.


"Faraaaaz... Ssshh... Aahhh..."


Faraz semakin mempercepat hentakannya hingga keduanya sama-sama menengadahkan kepalanya ke atas merasakan kenikmatan di bawah sana yang telah mencapai puncaknya.


"Ssshhh... Aaahhh..." Faraz menjatuhkan kepalanya di pundak Alia.


Alia mencium pundak Faraz dan mendorong tubuh Faraz berdiri di bawah Shower.


Mereka pun melanjutkan dengan mandi bersama dengan sangat romantis.


Bersambung...


Mandi Bersama (Suami-istri) di contohkan langsung oleh Baginda Rasulullah Saw, Sebagaimana diriwayatkan dalam Hadist Riwayat. Bukhari no. 316, Muslim no. 321. ‘Aisyah pernah berkata. “Aku dan Rasulullâh mandi bersama dalam suatu wadah yang sama sedangkan kami berdua dalam keadaan junub.”