Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Memanas-manasi Mantan


Faraz menatap dalam Alia yang menghindari tatapan matanya.


Hatinya merasa tidak terima mendapat penolakan darinya.


Bukan karena harga dirinya saja yang merasa di hina namun jauh dari itu, hatinya lebih terasa nyeri begitu Alia mengatakan tidak mau ikut dengannya.


Alia terkejut melihat tangan Faraz menggenggam lengannya.


"Jangan membuatku marah, Cepat Bersiap sekarang!"


"Kenapa Kau memaksaku?" Alia menyingkirkan tangan Faraz dengan kesal.


"Karena Kau biliang jika Kau adalah istri ku, Kau juga bilang jika Kau mencintaiku, jadi sekarang cepat bersiap dan ikut dengan ku,"


"Hanya Aku kan yang bilang? Kamu tidak?"


Faraz terdiam mendengarnya.


"Kau tidak mendengarkan ku saat Aku mengatakan itu, Kau juga tidak mendengar ku saat Aku melarang mu jangan pergi menemui nya, lalu kenapa sekarang Aku harus mendengar mu?"


"Cupu Kau...!!!" Faraz mengeraskan rahangnya sembari memenjarakan tubuh Alia dengan kedua tangannya.


Alia menoleh kebelakang karena menabrak meja rias hingga barang-barang yang ada di mejanya jatuh berantakan.


Kini Alia kembali menatap Faraz dengan berani, sedikitpun tak terlihat rasa takut dalam dirinya.


Faraz yang melihat tatapan Alia menurunkan pandangannya,


Ia mulai mengatur emosinya.


"Cupu..." Faraz melemahkan suaranya.


"Ikutlah dengan ku," rayu Faraz.


Alia memalingkan wajahnya.


"Tentu kamu tidak ingin membuat Ibu ku sedih kan?"


Alia yang mendengar rayuan Faraz mulai tersentuh hatinya dan menatap Faraz yang terlihat memelas.


"Bukan hanya Ibu ku, tentu kamu juga tidak ingin membuat Ibu mu sedih, membuat Ibu mu malu di depan sahabatnya, iya kan?" rayunya lagi.


"Bagaimana tanggapan Ibu mu, jika Kau menolak ikut dengan ku? Apa yang akan dikatakan Ibu mu pada Ibu ku?"


Meskipun tak menjawab apapun, tapi ucapan Faraz membuat Alia luluh, Alia pun langsung menepis tubuh Faraz dari hadapannya dan langsung mengemasi pakaiannya.


Faraz terseyum lega melihat Alia yang akhirnya mau ikut dengannya.


~~


Faraz dan Alia keluar kamar dan berpamitan pada Ibu.


"Ibu, Aku minta izin untuk membawa Putri Ibu kembali ke rumah ku, Maafkan Aku jika selama tinggal disini Aku menyusahkan Ibu,"


"Minta maaflah pada Alia, Karena kamu selalu menyakiti dan menyusahkannya," ucap Ibu sinis


Faras langsung terdiam menundukkan kepalanya.


"Ibu..." Alia memeluk ibu.


"Jangan diam saja jika Faraz menyakitimu," lirih Ibu


Alia mengangguk kecil.


Faraz dan Alia pun masuk ke mobil dan menoleh ke arah Ibu yang melambaikan tangannya padanya.


Baru beberapa meter perjalanan Faraz melihat Alia yang belum benar memakai sabuk pengamannya.


Ia segera menghentikan mobilnya sembari menggelengkan kepalanya.


keduanya hanya diam saat kedua mata mereka bertemu.


Dengan perasaan yang tak biasa Faraz kembali ke tempat duduknya dan menjalankan mobilnya.


~~


Dev dan Kavita sampai di rumahnya.


Langkah Kavita terhenti saat mobil Faraz tiba di depan Rumahnya


"Kavita Kenapa diam, Ayo cepat masuk," ucap Dev mendekati Kavita.


Kavita masih terdiam menunggu Faraz keluar dari mobilnya.


"Kavita apa yang kamu lihat...?" Dev melihat kearah yang Kavita lihat.


Dev pun melihat Faraz turun dari mobilnya.


Faraz melihat Kavita berdiri berdampingan depan Dev.


Wajah Faraz langsung berubah saat melihat mereka.


Kavita terus melihat Faraz.


Faraz berjalan dan membukakan pintu mobil untuk Alia.


Faraz pun membukakan sabuk pengamannya.


Saat Alia mulai menginjakan kaki ke tanah, Faraz langsung menggenggam tangan Alia.


Alia terperangah menatap Faraz yang tiba-tiba berubah menjadi begitu lembut padanya.


"Kenapa diam? Cepatlah!" ucap Faraz terseyum.


Aliapun mengangguk dan melangkah keluar.


Baru saja Alia melangkah, Faraz langsung menarik pinggang Alia ke pelukannya.


"Hagh!" Alia kembali terkejut dengan apa yang Faraz lakukan.


Faraz mempererat pelukannya hingga membuat wajah mereka menjadi sangat dekat.


Kavita yang melihat ini semua mengalihkan pandangannya dan terlihat cemburu.


Dev hanya memperhatikan gerak gerik Kavita saat melihat mantan suami dan istri barunya.


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan Aku." Alia berusaha melepaskan tangan Faraz dari pinggangnya.


"Kenapa? Bukankah Kau istriku?" Faraz langsung menggendong Alia dan melirik Kavita dengan sinis.


"Bucin.. Ibu akan melihat kita, turunkan Aku!" Alia terus memberontak namun Faraz tidak memperdulikannya dan terus menggendong Alia masuk ke rumahnya.


"Dulu Faraz sangat mencintai ku, tapi kini Faraz terlihat sangat mencintai istrinya." batin Kavita.


Kavita terus menatap Faraz hingga mereka hilang dari pandangannya.


"Apa kamu terpengaruh melihat Dia begitu mesra pada istrinya?"


tanya Dev mengagetkan Kavita.


"Ee... Tidak.... Tidak sama sekali," ucap Kavita menutupi perasaannya.


"Aku harap ini yang terakhir, setelah ini Aku tidak ingin melihat ekspresi wajah mu seperti itu saat melihatnya," ucap Dev Kesal.


Bersambung...