Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Siang Yang Syahdu


Setelah cukup lama menunggu Pemandu wisata muncul di permukaan dengan membopong tubuh Faraz.


"Faraaaaz...." Alia segera berlari ke arahnya.


Pemandu wisata membaringkan Faraz di kursi pantai yang tersedia.


Alia yang masih menangis duduk di tepi Faraz mencoba membangunkannya dengan menekan-nekan dadanya.


"Faraaaaz.... Bangun Faraz, Jangan lakukan ini padaku." tangis Alia yang terus menekan dada Faraz. Kemudian Alia mendekatkan telinganya untuk mendengar detak jantungnya, Namun ia tidak mendengarkannya.


"Anda bisa mencoba dengan memberi nafas buatan," ucap pemandu wisata yang berdiri di belakang Alia.


Alia yang mendengarnya segera mendekatkan bibirnya dan membuka mulut Faraz. Alia memberi nafas buatan pada Faraz namun Faraz masih tidak bereaksi.


"Faraz, Jangan tinggalkan Aku, Cinta Kita baru di mulai, Bagaimana Aku harus menjalani hidup tanpamu, hiks hiks hiks." tangis Alia yang kembali memberi nafas buatan.


Seketika Alia membelalakkan matanya saat tiba-tiba Faraz melu mat bibirnya.


Alia langsung melepaskan diri dari jeratan bibir Faraz, Ia begitu terperangah melihat Faraz yang tersenyum menaik turunkan alisnya kepadanya.


Tanpa mengatakan apapun, Alia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Faraz dengan kesal.


"Hey! Sayang... Aku hanya bermain-main," Faraz segera berlari mengejar Alia.


Sedangkan Pemandu wisata hanya menggelengkan kepalanya melihat apa yang dilakukan Faraz kepada istrinya.


"Aliaaa... Kenapa Kau tidak bisa di ajak bercanda?"


"Bisakah Kau bercanda dengan cara lain? Setengah mati Aku ketakutan, Tapi Kau...?" Alia kembali meninggalkan Faraz tanpa menyelesaikan ucapannya.


"Aliaaaa...." Faraz meraih tangan Alia dan menariknya ke pelukannya.


"Lepas Faraz!" Alia terus memberontak mencoba melepaskan genggaman tangan Faraz.


"Alia! Kenapa Kau begitu marah, seharusnya Kau bahagia karena Aku baik-baik saja, Apa kau ingin Aku tia..."


"FARAAAAZ!" Alia membungkam mulut Faraz.


Faraz menurunkan tangan Alia dari mulutnya dan menggenggamnya.


"Aku minta maaf, Aku hanya ingin melihat bagaimana reaksimu jika Aku dalam bahaya dan ternyata reaksimu seperti ini, Maafkan Aku."


Faraz memeluk Alia dengan erat.


"Jangan pernah lakukan ini lagi Faraz, Aku takut sekali." ucap Alia memukul dada Faraz.


"Apa Kau begitu mencintai Ku?"


Alia melepaskan pelukannya mendengar pertanyaan Faraz.


"Apa Kau meragukan ku?"


"Sebelumnya iya, Tapi sekarang tidak lagi." Faraz memegang tengkuk leher Alia dan mencium bibirnya dengan lembut.


"Hentikan Faraz, Akan ada banyak orang yang melihat Kita," ucap Alia menoleh kesana kemari.


"Apa salahnya, Semua orang datang kesini untuk tujuan romantis bersama pasangan,"


"Tidak semua Faraz, Ada juga yang yang menikmati liburan bersama keluarganya."


"Ya baiklah, Kita lanjutkan nanti." ucap Faraz mengedipkan matanya.


Alia tersipu malu mencubit perut Faraz.


"Sebelum Kita pulang, Bisakah Kita mengambil foto di ayunan itu?"


ucap Alia yang menunjuk Ayunan Ombak Sunset di tengah laut.



"Ya tentu," ucap Faraz menggandeng tangan Alia mendekati Ayunan itu.


Ayunan yang terbilang unik karena berada di laut dengan latar matahari terbenam, Membuat suasana Kian romantis.


Setelah selesai mengambil foto bersama, Mereka bermain Ayunan sambil menikmati keindahan sunset yang terlihat kian mempesona.


Faraz turun dan mengayun tubuh Alia dari belakang beberapa kali kemudian menghentikannya.


Alia mendongakkan kepalanya ke atas menatap Faraz.


~~


Setelah Dua malam menginap di kapal, Kini Faraz berpindah penginapan ke Hotel Tugu Lombok



Hotel Yang Terinspirasi dari spiritualisme sekaligus kemewahan era kerajaan Majapahit, Arsitektur dan dekorasi yang menyelimuti hotel ini akan langsung membawa Anda ke Zaman kejayaan masa lalu.


Setelah merefleksikan ketenangan dan ketentraman jiwa di Spa yang menyerupai pura, Faraz dan Alia melanjutkan dengan berendam bersama,



Alia memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya di tubuh Faraz yang memangkunya.


Beda dengan Alia, Faraz lebih menikmati dengan menelusuri setiap inci tubuh Alia dengan jari jemarinya.


Alia mulai menggeliat saat jemari Faraz merayapi tengkuknya.


"Sssayaaang..." lirih Alia dengan mata yang masih terpejam.


Faraz terseyum dan semakin ingin menggoda tubuhnya.


Ia menurunkan jari-jemari nya dan menghentikan di buah dada nya.


Faraz merem mas kedua buah dada itu yang terendam di dalam Air mawar yang begitu semerbak harumnya.


Desiran aneh mulai mengalir kedalam tubuh Alia.


Kini Faraz meraih tengkuk Alia dan melu mat bibirnya.


Lidahnya menerobos masuk ke rongga mulut Alia


Faraz terus mengesap lidah dan bibirnya secara bergantian,


"Aarrghhh..." keduanya mendesah menikmati pagutannya.


Setelah cukup lama Mereka menikmati permainan lidah mereka di dalam air, Kemudian Faraz membopong tubuh Alia ke ranjang kecil yang ada di sebelahnya.


Faraz mendudukkan Alia dan menatap buah dada Alia yang bergelayut indah, Yang membuatnya semakin bernafsu.


Faraz mencengkeram buah itu dan menjulurkan lidahnya, memutar-mutarkan lidahnya di ujung buah dada yang berwarna merah muda itu,


"Ssshh..." Alia mendesah lirih saat Faraz melu mat dan menghisap dan merem mas kedua buah dada nya secara bergantian.


"Arrrgghhhh..." desah Alia yang semakin membuat Faraz tak bisa menunda lagi untuk memasukkan miliknya,


Faraz menarik kedua paha Alia ke arahnya kemudian mengarahkan miliknya yang telah mengeras sempurna ke milik Alia.


Alia yang melihat Faraz cukup kesulitan, Membantu melesakkan ke dalam miliknya.


"Aaaaarrgghhh... Ssshhh..." Keduanya mengerang saat milik keduanya menyatu sempurna.


Setelah mendiamkan beberapa saat, Perlahan Faraz menggerakkan panggulnya, Meraih tengkuk Alia dan melu mat bibirnya, Kemudian menyelusuri lehernya dan kembali mengesap lidah dan bibir Alia secara bergantian,


"Eummm.. Hhh..." desa han keduanya saling bersautan.


Faraz yang terus menghentakkan miliknya dengan lebih cepat membuat Ia merasa tidak tahan dan melepaskan pagu tannya.


"Aaa... Aargh... Ssshh... Sayang..." Faraz menggila saat merasa jepitan milik Alia semakin membuat miliknya ingin meledak.


"Sayang... Aaarrggghhh..." Faraz terus menghentakkan miliknya membiarkan Alia mencapai puncak hasratnya. Namun denyutan milik Alia yang semakin menjepitnya membuat lututnya gemetar dan tak bisa lagi mempertahankan pelepasannya.


"Aaaahhhh..." Keduanya mengerang bersama saat Mereka mencapai puncak kenikmatannya.


"Hhhhh... Hhhhh..." Nafas keduanya menderu, Jantungnya berdebar kencang.


Faraz mengecup bibir Alia sesaat sebagai rasa terimakasih nya karena telah memberinya kenikmatan tiada tara. Kemudian menjatuhkan diri bersama ke atas ranjang Spa tersebut.


Bersambung...


DISINI MENDUNG TAPI KENAPA TERASA PANAS 🥵🔥


YUK AH MASIH PERLU BANYAK SUPORT DARI KALIAN,


SUDAH DUA HARI INI SUPORT MENURUN 🤗