Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Pertengkaran


Seketika Alia mematung melihat ada seseorang gadis di kamar Faraz.


"Sayang..."


"Aaaaaaaaaaaaaaa...." Alia menjerit sekeras-kerasnya melihat wanita lain di kamar suaminya.


"Sayang tenang dulu, Mas bisa jelasin."


Alia mendorong tubuh Faraz dan keluar dari kamar.


"Sayang jangan pergi." Faraz berlari mencegah Alia.


"Jangan sentuh! Mas benar-benar menjijikkan."


"Sayang ini tidak seperti yang Kamu lihat."


Alia tidak peduli dengan apa yang coba Faraz jelaskan.


"Sayang jangan lari di tangga, Ingat Kamu sedang mengandung dua bayi Kita." Faraz menarik kembali Alia yang hampir berlari di tangga.


"Mas menyuruhku mengingat bayi Kita, Tapi Mas sendiri tidak mengingat Aku tengah mengandung Saat Mas membawa wanita lain masuk ke kamar!" pekik Alia.


"Sayang dengarin penjelasan Mas dulu."


"Tidak ada yang perlu di jelaskan, Semua sudah jelas." Alia melepaskan tangan Faraz dan kembali menuruni anak tangga.


Alia keluar rumah dan terus menyusuri jalan dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


Faraz terus mengikuti Alia hanya mengenakan celana jeans tanpa mengenakan pakaiannya.


"Jangan ikuti Aku,"


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan keadaan mu yang seperti ini."


"Menjauhlah dariku atau Aku akan menabrakkan diri ke mobil." ancam Alia.


"Sayang jangan lakukan itu, Bayi Kita akan segera lahir, Apa Kamu tega menghabisinya sebelum Ia melihat dunia ini?"


"Aku tidak peduli, Aku akan membawanya mati bersama ku."


"Oke! Baiklah! Aku tidak akan mengikuti mu." dengan terpaksa Faraz melangkah mundur menjauhi Alia.


Sedangkan Alia terus melangkah meninggalkan Faraz dengan kekecewaan di hatinya.


"Kenapa jadi seperti ini." sesal Faraz.


"Tuan Faraz." ucap wanita yang tadi berada di kamar Faraz.


"Hey! Siapa Kamu kenapa Kamu berada di kamarku?"


"Maaf Tuan Faraz, Semalam Anda sedikit mabuk, Karena Mas Rendy takut terjadi sesuatu saat Anda menyetir, Jadi Mas Rendy memintaku untuk mengantarkan Anda pulang."


"Aku tidak pernah tau Rendy punya adik perempuan,"


"Saya tidak mengatakan Saya adik perempuan Mas Rendy, Yang benar adalah Saya sepupu Mas Rendy.


"Itu tidak benar Tuan, Kita pulang sudah hampir pukul 4 pagi, Dan Saya tidak ada kendaraan untuk pulang, Jadi Saya menginap di rumah Anda."


"Di kamarku?"


"Ya,"


"Apa!"


"Anda jangan salah faham, Saya hanya tidur di sofa,"


"Jadi semalam Kita tidak melakukan apapun kan?"


"Sama sekali tidak Tuan,"


"Sudah ku duga, Aku tidak begitu mabuk, Jadi Aku tidak mungkin melakukan itu," ucap Faraz lega.


Wanita itu tersenyum menganggukan kepalanya.


"Sekarang ikut Aku dan jelaskan kepada Istriku."


Faraz mengajak wanita itu dan mencari Alia di sepanjang jalan yang kemungkinan Alia lewati.


Terik matahari semakin terasa panasnya hingga butiran-butiran keringat membasahi tubuh Faraz yang tidak mengenakan pakaian. Orang-orang pun mulai memandangnya dengan aneh.


Faraz menghentikan langkahnya dan melihat dirinya yang hanya bertelanjang dada.


"Oh astaga," Faraz langsung menyilangkan sebelah tangannya di dadanya.


"Jadi Anda tidak sadar jika tidak mengenakan pakaian?"


"Ini semua gara-gara dirimu, Seharusnya Kamu langsung pulang, Di rumah ku kan Ada Supir, Ada pelayan, Kenapa Kau memilih tidur di kamar ku?" ucap Faraz kesal.


"Tuan, Saat Kita pulang hanya ada Pak satpam, Pak satpam juga yang membantu Anda ke kamar, Selain itu Saya tidak melihat siapapun dan lagi pula Saya hanya tidur tidak lebih dari 2 jam."


"Hanya 2 jam, Tapi Kamu membuat Istriku menangis," ucap Faraz kesal.


"Saya akan menjelaskannya Tuan."


Faraz terus melihat kesana-kemari mencari keberadaan Alia.


Ia sudah berjalan hampir satu jam, Namun tidak juga menemukannya.


"Jika terjadi sesuatu pada Istri dan bayiku, Aku tidak akan pernah memaafkan mu!" Baru saja Faraz selesai bicara sebuah klakson berbunyi dengan kerasnya.


Teeeeeeeetttttttt...!!!


Faraz segera mengalihkan pandangannya ke arah Suara.


Dan terlihat beberapa orang di sebrang sana bersama seorang wanita hamil.


"Aliaaaaaaa..." Faraz langsung berlari ke seberang jalan mendekati wanita hamil tersebut. Setelah Faraz memutar tubuh wanita itu benar saja, Wanita hamil itu adalah Alia.


Bersambung....