Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Hati Yang Ter Usik


Alia yang tengah termenung di kagetkan oleh suara dering ponselnya.


Ia segera meraih ponselnya dan melihat Ibu mertuanya yang menelfon.


"Hallo Alia, Apa Faraz ada di rumah mu?"


"Ya Ibu... Dia ada disini."


"Tadi Ibu pergi ke kamarnya untuk membangunkannya, tapi ternyata Dia tidak ada, Ibu tanya Mang Dayat, kata mang Dayat Faraz keluar sejak semalam,"


"Iya Ibu, Faraz kesini tengah malam, Ibu tidak perlu khawatir,"


"Alia... Ibu menemukan botol minuman dikamar Faraz, apa Faraz datang kerumah mu dengan mabuk? Apa Dia menyakiti mu?"


Alia terdiam mengingat kejadian semalam.


"Alia kenapa kamu diam? Apa Faraz melakukan sesuatu padamu? Katakan pada Ibu?"


Belum sempat Alia menjawab, Alia melihat Faraz sudah berdiri di pintu.


"Alia... Apa terjadi sesuatu?" tanya Ibu lagi.


"Ee... Ibuuu... Aku tutup dulu telfonnya, nanti Aku hubungi lagi," Alia mengakhiri telfonnya secara sepihak.


"Kenapa begitu Aku datang buru-buru mematikan telfonannya? Apa Kau mengadu pada Ibuku?"


"Apa yang perlu di adukan, bukankah tidak ada yang terjadi diantara Kita?" ucap Alia dingin.


Faraz terdiam mendengar jawaban Alia,


Tanpa sengaja Netranya tertuju pada lehernya.


Ia menjadi salah tingkah begitu melihat begitu banyak kiss marks di leher Alia.


Dengan kesal Alia mengambil handuknya dan keluar dari kamarnya.


Faraz menghelai nafas panjang melihat apa yang baru ia lihat.


Dia bisa menyangkalnya namun bukti menunjukan telah terjadi sesuatu di antara mereka.


°°°


Sesuai tradisi Kavita bersiap untuk mengunjungi Ibu nya setelah semalam menginap di rumah mertuanya.


Perlakuan yang kurang baik dari keluarga barunya membuat Kavita berencana akan tinggal beberapa hari di rumah Ibunya.


Ibu mertua nya pun tidak perduli, karena sebenarnya Ia juga tidak menginginkan Kavita menjadi menantunya.


"Aku pergi dulu ibu," ucap Kavita pada ibu mertuanya.


Ibu mertuanya menjabat tangan Kavita dengan sinis.


"Pergilah yang lama," ketus Divya.


"Kak Divya!" ucap Dev.


Kavita meninggalkan rumah dengan kesal.


"Kavita tunggu!" Dev mengejar Kavita.


"Kau lihat perlakuan Keluarga mu padaku? Mereka tidak menginginkan ku Dev!"


"Kavita, bersabarlah ini baru satu hari, Mereka hanya belum terbiasa dengan mu,"


"Aku rasa ini akan terus berlaku Dev," ucap Kavita sedih.


°°°


Faraz yang melihat Alia tak berkedip menatap nya.


Alia menjadi salah tingkah dan terus menggenggam kerah handuknya untuk menutupi bagian lehernya.


Faraz menyadari Alia merasa gugup karena nya,


Ia pun memalingkan pandangannya ke arah lain,


Alia yang melihat Faraz tak lagi menatapnya mengambil pakaiannya, Alia pun melepaskan handuknya, dan mengganti pakaian nya di balik pintu lemari.


Faraz kembali mencuri-curi pandang terhadap Alia.


Alia yang kesulitan menutup sleting belakangnya berfikir untuk mengganti pakaian yang lain,


Saat Alia mengambil pakaian yang lain, pakaian terjatuh dari tangannya, Reflek Alia membungkuk untuk mengambilnya,


Tanpa mengedipkan mata Faraz terus menatap punggung Alia yang semakin terlihat lebih lebar.


Alia kembali berdiri dan berusaha membuka pakaiannya.


Namun belum sempat Alia membukanya, Faraz menyentuh kedua bahu Alia.


Sontak Alia terkejut dan menoleh ke belakang.


Tanpa mengatakan apapun Faraz menutup resleting yang memang cukup panjang sehingga Alia kesulitan menutupnya.


Alia memejamkan mata ketika tanpa sengaja tangan Faraz mengenai kulitnya.


Alia kembali membuka matanya begitu Faraz selesai menutup resletingnya.


Tanpa mengatakan apapun Faraz kembali mengemasi pakaiannya.


Alia berjalan ke meja rias, dan mulai menyisir rambutnya.


Faraz yang sibuk mengemasi pakaiannya sesekali melirik ke arah Alia.


Alia melihat Faraz telah selesai mengemasi pakaiannya.


"Apa yang kamu lihat, Bersiaplah kita kembali ke rumah ku."


Alia hanya terdiam mendengar perintah Faraz.


"Kenapa kau masih berdiam diri, Cepat bersiaplah, Kita sudah tidak ada gunanya disini,


yang coba kamu tutupi sudah berhasil kamu tutupi, jadi sekarang kita kembali." tegas Faraz.


"Bagaimana jika Aku tidak mau?" tanya Alia dingin.


Faraz terkejut mendengarnya.


"Apa maksud mu tidak mau?" tanya Faraz mendekati Alia.


"Bukankah Kau tidak menginginkan ku? Bukankah Kau sangat membenci ku? Untuk apa Kau mengajak ku kembali ke rumah mu?" tanya Alia dengan mata yang berkaca-kaca.


Faraz terhenyak mendengar ucapan Alia,


Ucapan Alia memang benar, tapi mendengar Alia tidak mau ikut dengannya membuat hatinya terasa begitu nyeri.


Bersambung...