
Prolog 👇
Bagaimana jadinya jika sepasang kekasih yang telah menjalin cinta selama tiga tahun dan akan melangsungkan pernikahan mengetahui jika mereka adalah saudara sepersusuan?
Kisah sedih yang di hadapi oleh Kenzo Clarence Fabian dan kekasihnya yaitu Nasywa Wulandhany yang harus menerima kenyataan jika mereka adalah saudara sepersusuan di hari lamarannya membuat mereka harus menjalani hari-hari mereka dengan kesedihan karena takdir yang tidak bisa menyatukan. Lalu akankah ada kebahagiaan lain untuk mereka berdua?
Yang suka Novel Sad, Wajib banget ikuti jalan ceritanya. Karena kisah ini akan menguras emosi dan air mata Anda 🤗
❤️❤️❤️
BAB 1
Nasywa berlari riang setelah membaca pesan masuk dari sang kekasih yang mengatakan jika ia dan seluruh keluarganya telah tiba di depan rumahnya. Penantiannya selama tiga tahun akhirnya berakhir setelah sang kekasih menepati janjinya untuk datang melamarnya tepat di hari ulang tahunnya yang ke 19th.
"Ibu.. Ibu..." pekik Nasywa.
"Ada apa Nasywa, Kenapa berlarian?" tanya Hasna yang masih sibuk di dapur.
"Mereka sudah datang Bu, Mereka sudah datang," ucapnya dengan sangat bahagia.
"Apa! Ibu belum selesai menyajikan makanan untuk mereka."
"Biarkan saja, Yang penting temui mereka dulu."
"Baiklah, Kalau begitu Ibu ganti pakaian dulu."
"Ya, Ibu cepatlah, Biar Aku yang menyambut mereka."
Nasywa keluar dari dapur dengan setengah berlari hingga menabrak Bapak tirinya.
Sang Bapak menatap Nasywa dari ujung rambut hingga ujung kaki. Penampilannya yang tidak seperti biasanya membuat Herman begitu terpesona akan kecantikan dan keindahan tubuh putri tirinya yang kini sudah dewasa dan akan segera menikah.
Ting...
Notifikasi ponsel di tangan Nasywa kembali berbunyi.
"Lama banget sih Yank." begitulah bunyi pesan dari sang kekasih.
"E... Pak, Nasywa buka pintu dulu, Mereka sudah menunggu."
Tanpa menunggu Bapak tirinya mengangguk maupun menjawabnya, Nasywa melangkah melewatinya begitu saja, Sementara Herman langsung menoleh ke belakang dan menurunkan pandangannya pada pinggul Nasywa yang berguncang indah seiring langkah kakinya.
Ckleekkk...
Perkenalkan mereka terjadi saat Kenzo liburan ke malang dengan teman-temannya, Sementara Nasywa yang saat itu masih duduk di kelas dua SMA sepulang sekolah mengambil pekerjaan paruh waktu di salah satu kedai tempat wisata yang Kenzo kunjungi. Parasnya yang cantik dengan perawakan menarik melebihi gadis remaja seusianya membuat Kenzo jatuh cinta pada pandangan pertama. Bak gayung bersambut Nasywa juga jatuh hati dengan pembawaan Kenzo yang menyenangkan dan juga terlihat dewasa. Dan benar saja saat mereka berkenalan Kenzo memang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Singapura.
Dari perkenalan itu juga, Mereka saling bertukar nomor telpon dan terus berlanjut melalui panggilan telepon, Video maupun sekedar chat.
Tak membutuhkan waktu lama untuk mereka merasa sama-sama nyaman dan saling mengungkapkan perasaan satu sama lain.
Kenzo yang usianya lebih dewasa kurang dari 5th dan telah memiliki pekerjaan rela terbang sebulan sekali sekedar melepas rindu dengan Nasywa.
Kini hubungan mereka telah memasuki tahun ke tiga dan telah mantap melangkah ke jenjang pernikahan. Hubungan yang sebelumnya Nasywa sembunyikan dari sang ibu karena saat itu ia masih sekolah, Akhirnya ia bisa dengan bangga berterus terang pada sang ibu setelah setahun ia menamatkan sekolahnya.
Hari ini untuk pertama kalinya sang ibu akan menemui calon menantu dan besannya. Karena dari cerita Nasywa yang mengatakan jika Kenzo bukanlah orang biasa seperti mereka, Hasna begitu lama memilah milih pakaian yang akan ia kenakan.
Sementara Kenzo dan keluarganya yang telah menunggu di ruang tamu dengan di temani Herman, Membuat Kenzo tidak betah duduk karena sang kekasih kembali masuk ke dalam. Kenzo yang merasa sudah tidak tahan lagi meminta izin pada Herman untuk pergi ke kamar kecil.
Kamar kecil menjadi alasan Kenzo untuk menyusul sang kekasih yang meminta izin untuk membuatkan minum untuk mereka. Namun belum ada sepuluh menit ia menunggu, Kenzo begitu tidak sabar sehingga ia menyusul Nasywa dan mencari-cari dimana letak dapurnya.
Suara sendok dan gelas beradu menarik pendengaran Kenzo yang tak sengaja melewatkan ruang dapur. Ia berbalik badan dan kembali ke ruangan yang sebelumnya telah ia lewati. Senyumnya seketika kembali terukir saat melihat sang kekasih yang tengah sibuk menyiapkan minuman dan nakanan ringan untuk keluarganya.
Ia pun melangkahkan kakinya tanpa bersuara dan mendekap tubuh Nasywa dari belakang. Namun rasa terkejut Nasywa membuat gelas di tangannya terjatuh ke lantai.
"Hah!"
Prankkkkk...!!!
"Apa yang pecah?" terdengar suara sang ibu yang berteriak dari dalam kamarnya.
"E... Ge-gelas Bu, Akan Nasywa bersihkan."
Kenzo terdiam bingung melihat Nasywa yang terlihat begitu ketakutan.
Hal itu ia lihat dari wajah dan tangan Nasywa yang gemetar memunguti pecahan gelas yang ia jatuhkan.
"Kenapa kamu begitu takut? Ini hanya gelas," ucap Kenzo memegang tangan Nasywa.
"T-tidak, Aku hanya merasa kaget saja, Kenapa kamu datang diam-diam seperti itu" elak Nasywa melepaskan tangan Kenzo dengan lembut dan kembali memunguti pecahan gelas tersebut.
Bersambung....
Ikuti kelanjutannya hanya di di Novel "Cinta Yang Haram" 👈🙏
📌 Reuni Keluarga Besar Shaikh Insya Allah setelah "Mengejar Janda Yang Terluka" Tamat. Doain Author biar tetap sehat dan selalu di encerkan otaknya 🤣