
Alia masih terus berusaha menghubungi Faraz.
Namun sampai pukul 06.00 pagi, Faraz masih tidak bisa di hubungi.
"Kemana Mas Faraz, Kenapa tidak bisa di hubungi."
Alia terus berfikir kemana Ia harus mencari tau keberadaan Faraz.
Setelah lama berfikir akhirnya Alia mendownload aplikasi berlogo ungu untuk mencari jejak keberadaan Faraz.
Dengan mencoba-coba sesuai arahan, Akhirnya Alia berhasil membuat account, Ia pun memulai pencariannya dengan mengetik nama Faraz Shehzad Shaikh di kolom pencarian dan menemukan account tersebut yang telah centang biru.
Ia mulai mengeklik profil dan melihat postingan-nya.
Postingan terakhir 9 jam lalu, Dimana Ia memposting ucapan selamat atas pernikahan temannya.
Alia mulai merasa putus asa karena tidak menemukan petunjuk apapun. Di dalam keputus asaannya tanpa sengaja jaringan menekan story' milik Faraz dan membuat Alia kembali menatap layar ponselnya.
Alia membelalakkan matanya melihat Faraz yang terlihat setengah berbaring di sofa dengan gadis di sebelahnya tengah menyodorkan minuman ke mulutnya.
Dengan irama musik Dj dan lampu disco terlihat pria dan wanita berbaur menjadi satu.
Tanpa terasa buliran bening terjatuh di pipinya.
Dengan tangan gemetar Alia mencoba mengirim pesan ke teman Faraz yang tercantum di postingan terakhir Faraz.
Dengan rasa cemas, Khawatir dan curiga Alia menunggu account tersebut membalas pesannya. Namun lama Alia menunggu tidak juga mendapat balasan darinya.
Alia pun keluar dari kamarnya dan melihat Ibu yang tengah menyiapkan sarapan untuknya.
"Alia, Kamu sudah bangun?"
Alia hanya mengangguk dan mendekati Ibunya.
"Kenapa Kamu terlihat murung? Apa Faraz belum menjemputmu?"
Alia menggeleng pelan dan duduk di depan Ibunya.
"Sarapan dulu, Kasian si kembar, Nanti Dia kelaparan." ucap Ibu menyajikan makanan untuk Alia.
Alia masih termenung memikirkan apa yang Ia lihat di story' account Faraz.
"Alia..."
"E-e-ya," Alia mencoba memasukan nasi ke dalam mulutnya meskipun hati dan pikirannya benar-benar tidak tenang.
Klunting...
Alia langsung menghentikan makannya begitu mendengar Notifikasi ponselnya.
Dengan gemetar Ia membuka pesan di account nya.
"Setelah resepsi anak-anak melanjutkan pesta hingga dini hari, Tapi Faraz sudah pulang dari jam 3, Memang Anda siapa?" begitu bunyi balasan pesan yang Alia terima.
"Ada apa Alia?"
"Ibu sebentar." Alia segera menghubungi orang rumah untuk memastikan.
"Hallo Mbak, Apa Tuan Faraz sudah pulang?"
"Sudah Nyonya, Tapi sampai sekarang belum bangun."
Alia segera menutup ponselnya dan kembali masuk ke dalam mengambil tas kecilnya.
"Ada apa Alia, kenapa Kamu terlihat cemas?"
"Faraz sudah pulang Ibu, Aku akan segera pulang."
"Kenapa Faraz tidak kemari, Katanya Dia mau kemari."
"Mungkin Dia kelelahan Ibu, Jangan khawatir, Lain waktu Kami akan kemari lagi."
"Baiklah Sayang, Hati-hati ya, Lihat perutmu sudah begitu besar."
"Doain Alia dan Mas Faraz terus ya Bu." ucap Alia memeluk Ibunya.
"Pasti Sayang." Ibu memeluk Alia sejenak sebelum Alia masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya.
Ibu melambaikan tangannya seiring kepergian taksi yang di naiki oleh Alia.
•••
Alia yang sampai di rumah bergegas ke kamarnya.
Ia memegang gagang pintu kamar dan secara bersamaan gagang pintu juga di pegang dari dalam. Alia tercengang dan melesapkan gagang pintu, Kemudian menggedornya.
"Mas Faraz, Bhrukkk Bhrukkk Bhrukkk..."
"Apa yang sedang Mas lakukan, Kenapa kembali menutup pintunya?"
Dengan sedikit membuka pintu, Faraz mengeluarkan kepalanya.
"Sayang Mas belum pake baju,"
"Lalu apa masalahnya, Biasanya Mas juga tidak merasa malu."
"Iya tapi sekarang Mas belum mandi juga, Mas mandi dulu ya."
"Mas kalau mau mandi mandi saja, Tapi biarkan Aku masuk."
"Sayang.. Sayang... kamarnya berantakan." Faraz terus menahan pintu agar Alia tidak masuk.
"Kenapa Aku tidak boleh masuk, Sebenarnya apa yang Mas sembunyikan?"
"Bisa Aku pergi sekarang?"
Faraz dan Alia sama-sama tercengang mendengar suara wanita dari dalam kamar.
"Suara siapa itu?"
"Ee... Itu hanya..."
Tanpa menunggu Faraz menyelesaikan ucapannya Alia menerobos masuk hingga Faraz sedikit terpental.
"Sayang..."
Seketika Alia mematung melihat ada seseorang gadis di kamar Faraz.
Bersambung...