
Zia sampai di depan kamarnya, Ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke pintu kamar sebelahnya, Hatinya yang begitu tertarik dengan Pria itu menuntun dirinya melangkah ke kamar tersebut.
Ia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu. Namun belum sempat pintu itu di ketuk, Pintu itu terbuka.
"Cari siapa Nona, Penghuni kamar ini baru saja meninggalkan hotel." ucap petugas kebersihan yang baru selesai merapikan kamar.
"Baru saja?"
"Betul Nona."
Zia langsung berlari berharap masih bisa melihatnya di lantai bawah.
"Siapa yang berlari begitu cepat." gumam Faraz yang mendengar langkah kakinya dan melihat ke luar. Namun Ia sudah tidak lagi melihat siapapun.
Zia keluar dari Lift dan berlari ke lobby, Ia melihat kesana-kemari berharap masih bisa melihatnya dan menanyakan nomer ponsel atau setidaknya namanya. Namun harapannya tidak terpenuhi karena Ia tidak lagi melihat Pria yang begitu menarik hatinya.
"Zia..."
Zia menoleh ke arah suara dan melihat Zayn baru turun dari mobilnya.
"Kak Zayn."
"Sedang apa di sini?"
"Tidak, Aku baru kembali dari pantai."
"Ya udah masuk Yuk."
"Kak Zayd mana?"
"Lagi menjalankan tugas negara, ha-ha-ha," Zayn merangkul sang adik dan mengajaknya masuk ke hotel.
Sedangkan di tempat lain Zayd masih menemani kekasih kakaknya yang belum juga mau pulang, Padahal Zayd terus bersikap dingin padanya dan tidak mengajaknya bicara, Tapi Fiona tidak merasa bosan dan terus menolak untuk pulang.
Fiona beranjak dari duduknya dan duduk di pangkuan Zayd dengan gestur tubuh yang menggoda. Namun dengan cepat Zayd langsung mendorongnya.
"Kenapa Zayd?"
Zayd tercengang mendengarnya, Ia tidak menyangka Fiona akan mengetahui jika dirinya adalah Zayd bukannya Zayn.
"Aku benar kan?" Fiona terseyum smirk.
"Jangan kira Aku bodoh seperti para gadis yang sudah kalian tipu, Aku tau betul karakter kalian berdua. Meskipun Kamu sudah berpenampilan seperti Zayn tapi dari cara bicara dan sorot matamu menunjukan dirimu bukanlah Zayn. Zayn menyentuhku dengan penuh kelembutan, Menatapku dengan penuh keinginan dan gai'rah yang membara, Tapi Kamu..."
"Sudah hentikan! Kata-kata mu sangat menjijikkan!" Zayd beranjak dari duduknya.
"Zayd, Kamu harus belajar banyak dari Zayn bagaimana cara memikat hati wanita." pekiknya.
•••
Sesampainya di kamar hotel, Zayd membanting pintu hingga membuat Zayn terlonjak. Zayd melemparkan jaket dan sepatunya.
Zayn yang melihatnya turun dari ranjang dan mendekatinya.
"Zayd apa yang terjadi?"
"Berhenti menjadikanku stuntman mu, Aku sudah muak dengan kehidupanmu yang menjijikan itu."
"Apa yang Kau katakan, Kehidupan menjijikkan seperti apa yang Kau maksud?"
"Aku jijik dengan kekasihmu Zayn!"
PLAAKKKKK...!!!
Satu tamparan mendarat di pipi Zayd, Zayn merasa tidak terima dengan kata-kata Zayd yang mengatakan kekasihnya menjijikan.
Zayd hanya menunduk dingin tanpa membalas tamparan saudara kembarnya. Bahkan Ia terus meluapkan perasaan yang selama ini terpendam dalam hatinya.
"Tinggalkan wanita-wanita mu itu, Atau berhenti melibatkan ku, Aku tidak menginginkan kehidupan seperti itu, Aku benar-benar merasa jijik pada wanita-wanita seperti itu." Zayd terus meluapkan kemarahan di hatinya, Ia benar-benar sudah muak dengan kehidupan Zayn yang sangat jauh dari karakternya. Zayd yang belum pernah sama sekali tertarik dan jatuh cinta pada wanita, Harus sering menghadapi berbagai karakter wanita yang menggilai Zayn.
"Apa yang terjadi padamu?" Kenapa Kamu jadi seperti ini?" Zayn masih tak percaya, Zayd yang begitu menurut kepadanya tanpa banyak bertanya. Kini berani mengatakan kata-kata itu padanya.
Suara pintu yang di tutup keras oleh Zayd mengagetkan Alia yang berada di kamar sebelah. Samar-samar Alia mendengar keributan Anak-anaknya.
Alia yang setengah berbaring dengan merangkul punggung Faraz yang berada di pundaknya mulai merasa resah dan mendorong tubuh Faraz dari atas tubuhnya.
"Ada apa?" tanya Faraz.
"Apa Mas gak denger?"
Faraz terdiam dan mulai mendengarkan baik-baik seperti yang Alia lakukan.
"Itu kayaknya Anak-anak ribut deh," ucap Alia.
"Ya, Kamu benar."
"Ayo Kita lihat Mas."
Faraz dan Alia segera keluar dan masuk ke kamar ke-dua Putranya. Mereka terkejut melihat Zayn yang tengah menarik kerah kemeja Zayd dengan penuh kemarahan.
Bersambung...
📌 CURHAT DIKIT GUYS, DARI AWAL CERITA KAN HANYA DUA KELUARGA, DAN MEREKA BERTETANGGA, JADI GAK BISA DONG HILANGIN KELUARGA KAVITA BEGITU SAJA, MESKIPUN BEGITU, AUTHOR JUGA SUDAH SANGAT MENGURANGI SCENE MEREKA. DAN FOKUS KE KELUARGA FARAZ. JIKA SEKARANG AUTHOR MUNCULKAN DAVID ATAU KELUARGANYA NANTI ITU PASTI UNTUK PELENGKAP CERITA, JADI DARI PADA MEMUNCULKAN KARAKTER BARU UNTUK MELENGKAPI CERITA, YA LEBIH BAIK YANG SUDAH ADA SAJA AGAR TIDAK MELENCENG DARI CERITA. JADI JIKA KALIAN SUKA IKUTI, JIKA TIDAK, AUTHOR TIDAK BISA MEMAKSA 😌