
🍃 Pagi Hari 🌻
Seperti di rumah Kemang, Pagi ini Si Kembar juga tengah jalan-jalan pagi di komplek dengan di suapi pengasuh masing-masing.
Meskipun harus berlari-larian Nindi dan Ratna terus mengikuti Zayn dan Zayd lari asal tidak jauh-jauh dari rumah, Jika di rasa sudah jauh Pengasuh akan mengarahkan mereka kembali untuk bermain di sekitar rumah, Seperti saat ini Nindi mengarahkan Zayn kembali ke rumah ketika makannya sudah habis. Namun bukannya kembali ke rumah, Zayn malah ke rumah Kavita karena melihat Devita yang tengah bermain di teras rumahnya.
"Zayn... Ayo pulang." ajak Nindi. Namun Zayn tetap masuk mendekati Devita yang tengah bermain di kolam bola mini miliknya.
Zayd yang selalu mengikuti apa yang Zayn lakukan hanya mengikuti kemana Zayn pergi.
"Maaf Tuan." ucap Nindi mengikuti Zayn masuk.
"Gak papa, Namanya juga anak-anak," saut Dev ramah.
"Kemana Anak-anak?" tanya Alia sembari menggendong Zia.
"Lagi makan sambil jalan-jalan di luar," ucap Faraz sambil terus menatap layar ponselnya.
"Mas lihat gih, Suruh siap-siap ke rumah Mbah Uti."
"Baiklah Tuan Putri." Faraz bergegas keluar dan melihat di sebrang jalan melihat kedua Putranya serta pengasuhnya di teras rumah Kavita.
"Nindi, Ratna!" pekik Faraz menuju gerbang rumahnya. Disaat bersamaan Kavita juga keluar dengan membawa David di gendongannya.
Suasana canggung pun terjadi ketika Mereka saling berhadapan dari jarak yang cukup dekat.
Kavita melihat Zayn dan Zayd yang tengah bermain dengan Devita.
"Kembar?" batin Kavita yang menatap si kembar dengan takjub. Sejak penolakan Faraz mentah-mentah saat di kantornya dulu, Kemudian memutuskan memperbaiki pernikahannya dengan Dev, Kavita tidak lagi bermain medsos untuk mencari tau kehidupan Faraz, Sebab itu Dia baru tau jika Faraz memiliki Anak kembar yang begitu tampan dan menggemaskan.
"Bawa Mereka pulang" tegas Faraz yang mengagetkan Kavita.
Ratna langsung menggendong Zayd sementara Nindi mencoba menggendong Zayn. Namun Zayn memberontak tidak mau pulang.
"Kita pulang Zayn." tegas Faraz.
"Gak mau... Gak mau..." rengeknya.
Dengan sedikit kesal, Faraz menggendong paksa Zayn yang terus berusaha memberontak.
"Jangan memaksanya." celetuk Kavita.
Alia yang tidak mendapati suaminya tidak juga kembali, Keluar membawa Zia untuk melihat kemana Suaminya. Alia melihat Faraz yang terlihat tengah berdiri bertatap muka dengan Kavita, Sementara Dev di sisi kanan Mereka.
"Dia Putra ku, Aku berhak memaksanya untuk tidak melakukan kesalahan." seolah menyindir diri sendiri Faraz menatap Kavita penuh kenangan pahit yang masih membekas jika Ia menatap Kavita.
"Apa Kau masih memiliki dendam pada Kami?" tanya Dev membuyarkan tatapan mata Faraz pada istrinya.
"Oh, Tentu tidak, Tapi sesuatu yang pecah, Meskipun di satukan kembali sedemikian rupa, Pecahan itu akan tetap terlihat bekasnya."
"Itu artinya Kamu masih belum Move On dariku Faraz." batin Kavita.
"Mas." pekik Alia.
Faraz menoleh melihat Alia yang sudah menunggunya. Faraz pun memaksa Zayn dan terus menggendongnya pulang meskipun Zayn menangis.
Kavita menatap Faraz masuk ke dalam gerbangnya dan berdiri di depan Alia yang tengah menggendong Zia.
"Siapkan Mereka, bentar lagi Kita ke rumah Mbah Uti," ucap Faraz memberikan Zayn.
Setelah Nindi membawa Zayn masuk, Alia mulai mengintrogasi suaminya.
"Ngapain Mas disana?"
"Jemput Zayn, Kamu kan lihat sendiri."
"Tapi untuk apa lama-lama?"
"Zayn gak mau pulang Sayang, kamu kan lihat sendiri Mas paksa sampai nangis."
Alia terdiam mengerucutkan bibirnya.
"Ayolah Sayang jangan sampai Mas menyesap bibirmu di sini." ucap Faraz yang membuat Alia tersipu malu dan mencubit perut suaminya.
"Gitu dong." Faraz merangkul Alia masuk ke dalam rumahnya.
📌 SARAN DONG GUYS, KALAU MAU BIKIN Z3 DEWASA BAIKNYA DI TERUSIN DI SINI SAJA ATAU DI BIKININ NOVEL TERPISAH?"
YUK AKH KOMEN SEBERAPA ANTUSIAS KALIAN MENANTIKAN Z3 DEWASA 😍