Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Kegalauan Faraz


Malam Hari.


Seperti biasa Faraz berdiri di balkon kamarnya.


Faraz memikirkan tentang kehamilan Kavita dan pernikahan nya dengan Alia


"Kenapa hidup ku tidak pernah bahagia, kenapa semua yang terjadi kepada hidupku tidak pernah sesuai dengan keinginanku, kenapa... Kenapaaaaaaaaa...." triak Faraz


"Tidak papa Tuan, jangan hawatir, Aku hanya sedang merasa bosan," saut Mang Dayat yang mendengar teriakan Faraz dari bawah balkon.


"Siapa yang bicara padamu! Apa Kau fikir Aku peduli pada mu," ucap Faraz kesal dan langsung masuk ke kamarnya.


"Kenapa Tuan Muda marah, Tuan Muda kan Naya kenapa, Aku jawab kok malah marah-marah," ucap Mang Dayat bingung.


°°°


Kavita terus mencoba menghubungi Dev, tapi Dev tidak mengangkat telfon dari nya.


"Kemana Dev kenapa sejak pagi Dia tidak bisa dihubungi," ucap Kavita cemas.


"Seperti itu kah Pria yang kamu cintai?" tanya Ibu sinis.


Kavita hanya terdiam menatap Ibu nya.


"Seperti itukah pria yang membuatmu meninggalkan segalanya?


Kamu salah besar Kavita, Kamu menghancurkan hidupmu sendiri demi Pria yang tidak punya pendirian itu!"


"Sekarang tanggung lah akibat dari perbuatanmu sendiri." ucap Ibu meninggalkan Kavita.


"Apa? Apa yang sudah ku lakukan, Kenapa jadi seperti ini?" tangis Kavita.


Kavita mengusap air matanya dan keluar rumah, Ia terus bejalan dengan perasaan hampa di hatinya.


Langkahnya terhenti saat sampai di taman yang biasa Kavita datangi.


Kavita melangkah ke tempat duduk, namun Ia melihat ada seseorang yang duduk disana,


Kavita pun terus berjalan mendekati kursi itu.


Kavita mencoba melihat wajah orang itu,


Dan saat bersamaan orang itu pun menoleh ke arah Kavita.


"Faraaaaz..." ucap Kavita begitu melihat Faraz yang duduk di kursi taman itu.


"Kavitaaaaa...." ucap Faraz yang langsung menyembunyikan kesedihannya.


"Sedang apa disini?" tanya Kavita.


"Aku hanya tidak bisa tidur, jadi Aku kesini," ujar Faraz.


"Kalau kamu sendiri kenapa malam-malam begini kesini?" tanya Faraz.


"Ee... Aku... Aku..." Kavita kembali merasa sedih.


Faraz yang melihatnya menjadi iba padanya.


"Ada Kavita apa terjadi sesuatu?"


"Tidak ada, baiklah Aku pulang dulu." ucap kavita lalu memutar tubuhnya dan meninggalkan Faraz.


Baru berapa melangkah Kavita terlihat lemah dan hampir terjatuh.


"Kavitaaaaa...." Faraz langsung berlari menangkap tubuh Kavita.


"Kavita.... Kavita..." Faraz terus nenepuk-nepuk pipi Kavita.


Perlahan Kavita membuka matanya.


"Dia meninggalkanku Faraz... Dia meninggalkan ku...." tangis Kavita.


"Siapa? Apa maksudmu?" Faraz mencoba memahami apa yang Kavita bicarakan.


Kavita kembali tak sadarkan diri.


"Apa yang harus ku lakukan?" ucap Faraz bingung.


Faraz pun menggendong tubuh Kavita dan mengantar kerumahnya.


"Faraz..." ucap Bu Risma yang terkejut melihat Faraz menggendong kavita.


"Apa yang terjadi dengan Kavita, dan bagaimana kalian bisa bersama?"


"Bibi... Biarkan Aku masuk dulu," ucap Faraz.


"Oh ya masuklah, baringkan Dia disini," ucap Ibu.


Faraz pun membaringkannya di sofa.


"Aku tidak tau bibi tiba-tiba Kavita jatuh pingsan."


"Baiklah Ibu akan menelfon Dokter." ucap Bu Risma lalu pergi mengambil ponselnya.


Faraz berjongkok di samping Kavita, Ia terus menatap Kavita dengan lekat.


"Bahkan setelah Aku mengetahui semua ini, Aku masih tidak bisa membencimu." batin Faraz.


Faraz bangun dan berniat meninggalkannya.


Namun langkah nya terhenti ketika tiba-tiba Kavita memegang tangannya.


Faraz kembali menoleh ke arah Kavita dan melihat tangan Kavita yang menggenggam tangannya.


"Jangan tinggalkan Aku," ucap Kavita lemah.


Faraz kembali berjongkok dan menggenggam balik tangan Kavita.


Kavita beranjak duduk dan langsung memeluk Faraz.


"Maafkan Aku Faraz... Maafkan Aku... Aku menyesal telah meninggalkan mu,


Aku memang sangat bodoh karena telah menyia-nyiakan ketulusan cintamu pada ku,"


ucap Kavita yang terus menangis dan memoererat pelukannya.


Perasaan Faraz campur aduk tak menentu, di satu sisi Faraz bahagia mendengar pengakuan Kavita, tapi di sisi lain Faraz memikirkan tentang kehamilan Kavita dan pernikahan nya dengan Alia.


Faraz menghelai nafas panjang dan melepaskan pelukan Kavita.


"Tenanglah semua akan baik-baik saja," ucap Faraz mengusap air mata Kavita.


Bu Risma datang dan tersenyum melihat kedekatan mereka.


Faraz yang melihat kedatangan Bu Risma langsung berdiri dan menundukkan kepalanya.


"Tidak lama lagi Dokter akan segera datang," ucap Bu Risma.


"Baiklah jika begitu Aku pulang dulu bibi," ucap Faraz yang langsung keluar dari rumah Kavita.


Kavita masih terus menatap Faraz, Faraz menghentikan langkahnya dan menoleh ke Kavita, Faraz tersenyum kecil dan menghilang dari pandangan Kavita.


"Kamu lihat itu Kavita, setelah apa yang sudah kamu lakukan padanya, setelah apa yang terjadi selama ini, Dia masih tetap peduli padamu," ucap Bu Risma senang.


"Tapi Faraz akan nenikah Ibu, dan lagi pula Aku sudah mengandung anak orang lain, jika Dia tau Dia tidak akan mungkin mau menerima anak ini," ucap Kavita sedih.


°°°


Faraz sampai dirumah dan melihat Ibu dan Ayahnya bersama seorang ulama yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kemarilah Faraz," ucap Ayah begitu melihat Faraz datang.


"Duduklah nak..." ambung Ibu.


Faraz pun duduk bersama mereka.


"Kami sedang membicarakan hari pernikahan mu nak," ucap Ibu bahagia.


"Dan kamu tau.. hari yang tepat untuk mu menikah ya itu hari Jum'at ini," sambung Ayah.


"Apa! Jum'at? Jadi tiga hari lagi," ucap Faraz terkejut.


"Ya itu benar Faraz karena Pak imam bilang "setelah hari kelahiran mu dan kelahiran Alia di cocokan yang paling bagus adalah hari Jum'at." ucap Ibu.


"Tapi kan masih banyak Jum'at yang akan datang Ibu." tawar Faraz.


"Tapi bulan besok tidak baik untuk mengadakan pernikahan, dan bulan berikutnya Ibu tidak mau, karena tidak ingin menunggu waktu yang lebih lama lagi, jadi Ibu putuskan kamu menikah Jum'at besok." tegas Ibu.


"Ibu.. tapi bagaimana kita mempersiapkan pernikahan dalam waktu tiga hari?" ucap Faraz beralasan.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu, Ibu yang akan mengurus semuanya, kamu cukup persiapkan diri untuk menikah dengan Alia,"


Faraz merasa sangat bingung karena tidak menyangka akan menikah dalam waktu tiga hari lagi.


"Aku akan ke kamarku dulu," ucap Faraz meninggalkan mereka.


Faraz membanting pintu kamarnya.


"Apa lagi ini!" ucap Faraz meremas rambutnya dengan kesal.


"Setelah kavita menyadari kesalahannya dan meminta maaf padaku sekarang Aku yang harus menikah dengan orang lain," ucap Faraz kesal.


"Kenapa ENGKAU terus saja mempermainkan hidup ku? Kenapa..?!" triak Faraz menengadahkan kepalanya keatas lalu membanting semua barang-barang yang ada di dekatnya.


Bersambung....