
Dev yang mendapat usapan lembut tangan Kavita mengangkat kepalanya, Ia menatap Kavita dan meraih tangannya Kemudian mengecupnya.
"Maafkan Aku," ucap Dev.
"Dev bisakah Kita tinggal berdua jauh dari Keluarga mu?"
"Apa maksud mu? Kau memintaku menjauhi keluarga ku?"
"Bukan seperti itu Dev, Tapi Kita tidak akan selalu bertengkar jika Ibu dan Kakak mu terus mencampuri rumah tangga Kita,"
"Kavita, Mereka adalah keluarga ku, Tentu saja mereka ingin terus mengetahui kehidupan Ku dimana pun Aku berada,"
"Ya Aku tau Dev, Tapi Ibumu tidak menyukai ku, Dia juga tidak terlihat bahagia untuk menyambut kelahiran Cucunya,"
"Berusahalah Kavita, Berusahalah bagaimana caranya agar Ibu ku menyukaimu,"
Kavita yang mendengar jawaban Dev beranjak dari duduknya dengan kesal hingga Dev jatuh terduduk di lantai.
Ia melangkah meninggalkan Dev. Namun Dev kembali menarik tangannya.
"Kavita Kita belum selesai bicara,"
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, Kau tetap lah Dev yang tidak pernah berubah," Kavita menjeda ucapanya.
"Kenapa harus selalu Aku yang berusaha? Kenapa tidak Kamu? Sekarang katakan, Apa yang sudah Kau lakukan untukku Dev?
Tidak ada, Sebelum Kita menikah hingga sampai detik ini, Aku yang selalu berjuang Aku yang selalu rela mengorbankan segalanya untuk mu, Tapi Kamu...?" Kavita menggantung kata-katanya.
Dev terdiam dan merenggangkan genggaman tangannya.
Kavita menghempas tangan Dev dengan kasar dan masuk ke dalam dengan membanting pintunya dengan kuat.
"Kavita..." Dev mengetuk-ngetuk pintu dan mencoba melihat kedalam dari celah jendela.
Kavita menoleh ke belakang dan melihat Ibu telah berdiri di depannya.
"Ada apa lagi?" tanya Ibu.
"Sudahlah Ibu, Aku tidak ingin membicarakannya," ucap Kavita yang pergi ke kamarnya.
Ibu hanya bisa menghelai nafas dan menggelengkan kepalanya.
~~
Pagi Harinya.
Faraz dan Alia berpamitan pada Ayah dan Ibunya.
Ibu begitu bahagia melihat Faraz yang kali ini benar-benar terlihat sangat bahagia, Begitu pun dengan Ayah, Akhirnya Putra satu-satunya harapan untuk menjadi penerusnya bisa menjalani hidupnya dengan teratur dan penuh semangat.
Ayah memeluk Faraz dan nenepuk punggungnya.
"Selamat Bersenang-senang," ucap Ayah.
"Terimakasih Ayah,"
"Tetaplah bahagia Sayang," ucap Ibu meneluk Alia, kemudian mencubit pipi Faraz dengan gemas.
"Aww Sakiiitttt Ibu," ringis Faraz memegangi pipinya.
Semua orang tertawa melihatnya.
"Cepatlah, Jangan sampai terlambat," ucap Ibu mengantar mereka hingga ke depan rumah.
"Baiklah, Sampai jumpa Ayah-Ibu," ucap Faraz masuk ke mobilnya.
"Sampai jumpa Sayang, Jangan lupa bawakan cucu untuk Kami," pekik Ibu sembari melambaikan tangannya melepas kepergian Faraz dan Alia.
Shehzad tertawa merangkul Zeenat dan kembali masuk kedalam
Kavita yang sejak tadi memperhatikan mereka merasakan ada kecemburuan dan penyesalan yang mendalam dalam hatinya mengingat rumah tangga kini yang jauh dari kata bahagia.
"Mereka terlihat sangat bahagia," ucap Bu Risma yang entah sejak kapan berdiri di belakang Kavita.
Kavita tau pasti Ibunya Akan membandingkan rumah tangga Faraz dan rumah tangganya yang ujung-ujungnya akan mengingatkan kembali penghianatannya pada Faraz.
~~
Pesawat Mendarat dengan lancar di Bandar udara International Lombok.
Alia yang sebelumnya begitu merasa tegang saat naik pesawat untuk pertama kalinya, Kini terlihat lebih enjoy menikmati perjalanan.
Mereka meninggalkan bandara dan masuk ke mobil yang sudah di siapkan lengkap dengan supir beserta pemandu wisata untuk menemani perjalanan Mereka selama berada di Lombok.
Lombok yang juga di sebut Kota Seribu Masjid menawarkan Pariwisata dengan Pulau-pulau kecil yang mengelilingi Pulau Lombok menyimpan pesona keindahan yang sungguh luar biasa.
Sepanjang perjalanan menuju ke penginapan Faraz dan Alia menikmati keindahan Pulau yang pernah memperoleh penghargaan sebagai The Worlds Best Halal dan The Worlds Best Halal Honeymoon 2015 di Dubai, Uni Emirat Arab karena Perpaduan pariwisata dan agama yang harmonis.
"Kau bahagia?" tanya Faraz yang melihat Alia terus menatap ke luar dengan senyum mengembang.
Alia menoleh ke Faraz dan langsung memeluknya.
"Sangat," ucap Alia yang tidak pernah menyangka akan bisa mengunjungi pulau itu.
"Bahkan Kita belum memulai perjalanan Kita, Bagaimana reaksimu jika Kita mengunjungi semua tempat yang ada di pulau ini?"
Alia melepaskan pelukannya dan terseyum menggelengkan kepalanya.
"Entah lah Faraz, Aku benar-benar sangat bahagia, Aku sampai kehabisan kata-kata untuk mengungkapkannya,"
"Simpan dulu kebahagiaan mu, Karena Aku akan memberi banyak kebahagiaan lebih dari sebelumnya," ucap Faraz mendekatkan bibirnya.
Belum juga bibir mereka menyatu, Mereka di kagetkan oleh mobil yang mendadak berhenti.
"Sudah Sampai Tuan," ucap Pak Supir.
"Oh ya Ampun Dia tidak memberiku waktu 5 detik pun," gerutu Faraz yang di iringi suara Alia yang terkekeh.
"Baiklah," ucap Faraz sembari turun dari mobilnya.
Faraz dan Alia terperangah melihat penginapan yang ada di depan mereka.
"Apa-apaan ini?!" tanya Faraz yang begitu terkejut melihat penginapan yang akan Ia tempati selama di Lombok.
"Ini sesuai permintaan Nyonya Zeenat Tuan, Nyonya Zeenat tidak memesan kamar hotel berbintang lima, Melainkan Penginapan unik berbentuk kapal ini," ucap pemandu wisata.
Faraz terdiam menatap kapal itu yang terlihat seperti kapal nelayan baginya.
"Kapal ini bernama Al Isra Pirate Boat yang terinspirasi dari kapal tradisional Bugis yang terkenal yaitu Pinisi, Terbuat dari kayu jati yang kokoh, kapal tradisional ini terdiri dari 4 buah kabin dengan total lima buah ranjang dengan berbagai ukuran yang berkapasitas 12 orang.
Tentu kapal ini cukup luas jika hanya di huni oleh Anda berdua," jelasnya lagi.
"Aah Sudah lah, Aku tidak peduli hal itu," ucap Faraz yang merasa kecewa karena sebelumnya Ia mengira akan menginap di hotel bintang lima seperti biasa Ia lakukan saat berkunjung kemanapun.
"Faraaaaz," lirih Alia agar meredam emosinya.
"Ini memang tidak seperti kapal pesiar, Tapi Saya Pastikan Anda akan merasakan sensasi menginap yang tidak biasa,"
Faraz terdiam dan mulai berfikir jauh tentang bulan madunya.
"Selain menginap, Kalian juga akan diajak berkeliling laut, Singgah dari satu Pulau ke Pulau lain, Berenang, Snorkeling, Hingga diving."
"Menarik," batin Faraz.
"Kamar yang tersedia di kapal ini pun didesain dengan apik sehingga Anda dan pasangan akan betah berlama-lama menginap di kapal ini," ucap pemandu wisata terseyum.
Faraz yang tadinya merasa kesal mengukir senyum tipisnya dan menggengam tangan Alia.
Bersambung....
Maaf Lama Up, Author sibuk urus segala sesuatu keperluan FaLia selama di Lombok wkwkwk 🤣