Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Bucinnya Faraz


Faraz dan Alia Naik ke dalam pesawat dengan nafas yang terengah-engah,


Keduanya berlarian karena hampir saja ketinggalan pesawat.


"Silahkan duduk Tuan, Nyonya, Pesawat akan segera lepas landas," ucap pramugari dengan suara lembutnya.


Alia dan Faraz saling memandang dan menahan tawanya.


kemudian duduk di kursinya.


"Ini semua gara-gara Kamu Faraz," lirih Alia.


"Kamu juga mau," ucap Faraz tertawa sembari memasangkan sabuk pengaman untuk Alia.


Alia menepis wajah Faraz yang terus memandangnya.


"Hhufff... Lima menit saja Kita telat, Pasti sudah ketinggalan pesawat," ucap Alia menyandarkan tubuhnya.


"Jika Kita ketinggalan pesawat, Kita bisa memperpanjang bulan madu Kita," ucap Faraz tertawa.


"Iihh... Maunya." ucap Alia merona.


Faraz menggengam tangan Alia dan mengecup lembut punggung tangannya.


Alia terseyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Faraz.


~~


Setelah hampir dua jam perjalanan Akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.


Mereka bergegas meninggalkan Bandara dan langsung pulang ke rumah.


Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit akhirnya Mereka sampai di rumah.


Mereka di sambut oleh beberapa pelayanannya.


Karena tidak ada sambutan dari Ayah dan Ibunya Mereka langsung masuk lift untuk naik ke kamarnya.


"Mungkin Ayah dan Ibu sudah tidur," ucap Faraz.


"Ya, Ini sudah larut malam, Kita temui Mereka besok," saut Alia.


Alia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Sementara Faraz membaringkan tubuhnya yang terasa begitu lelah karena sejak menjelajahi air rerjun Ia hanya beristirahat sejenak di dalam pesawat.


Sekitar dua puluh menit kemudian, Alia keluar dan melihat Faraz sudah tertidur pulas.


Alia terseyum dan mendekatinya.


"Faraz... Pergilah mandi," lirih Alia sembari mengusap lembut pipinya.


"Hhmmm..." saut Faraz tanpa membuka matanya.


Alia terseyum menggelengkan kepalanya dan membiarkannya tidur tanpa membersihkan diri.


~~


Pagi Hari.


Dalam tidurnya Alia merasa ada tangan yang melingkar di perutnya.


Alia yang merasa terusik perlahan membuka matanya dan melihat tangan Faraz melingkar di perutnya.


Alia pun menoleh kebelakang dan langsung di sambut oleh kecupan mesra Faraz.


"Good Morning gorgeous," bisik Faraz dengan hembusan nafas yang terasa menyapu lehernya.


"Selamat pagi Sayang," ucap Alia kembali memejamkan mata dan memegang tangan Faraz yang ada di perutnya.


"Kau masih ngantuk?"


"Hhmmm...."


"Aku akan membuatmu tidak mengantuk lagi," Faraz kembali menciumi pipi Alia dan menyusuri leher belakangnya.


"Faraaazzz..." Alia menggelinjang kegelian.


Faraz tidak peduli dan terus mendengkuskan hidungnya ke tengkuk belakang Alia.


"Ssshhh... Highhh..." Alia yang tak tahan dengan gelinya berbalik badan menatap Faraz.


Faraz terseyum dan mendekatkan bibirnya, Dengan cepat Alia menempelkan jarinya ke bibir Faraz.


Alia terdiam melihat Faraz yang hanya bertelanjang dada dan terlihat sangat segar.


"Kau sudah mandi?" tanya Alia.


"Tidak, Dari sini sudah tercium aroma tubuh mu yang membuat ngantuk ku hilang," ucap Alia terseyum.


"Kau sudah pandai merayu," ucap Faraz.


Alia hanya tersenyum dan bangkit dari duduknya.


"Mau kemana?" Faraz kembali menarik tangan Alia kesisinya.


"Aku mau mandi." Alia mencoba menyingkirkan Faraz yang kembali menelusuri lehernya.


"Mandinya Nanti sekalian," ucap Faraz tertawa.


"Apa Kau tidak merasa lelah? Ayolah, Jangan sampai Ibu datang Kita belum beranjak dari tempat tidur." ucap Alia yang kembali bangkit.


Faraz kembali menarik tangan Alia dan menjatuhkannya ke ranjang.


"Faraz... Kau benar-benar..."


"Cup..." Faraz langsung mengecup bibir Alia dan menindih tubuhnya.


"Faraz menjauhlah, Aku belum sikat gigi,"


"Tidak masalah," Faraz kembali melu mat bibir Alia sembari mengangkat tengkuknya.


"Eummmuaaach... eummmuaaach..." Faraz terus memperdalam ciumannya dan mengesap lidah Alia hingga menimbulkan suara khasnya.


Alia memejamkan mata dan mulai menikmati permainan Faraz.


"Ssshhh... Akhhh..." desa h Keduanya.


Tok... Tok...


Keduanya membelalakkan matanya mendengar pintu kamarnya di ketuk.


"Faraaaaz..." terdengar dari luar pintu suara Ibu memanggilnya.


Faraz segera melepas pagutannya dan bangun dari atas tubuh Alia.


"Tuh kan, Apa ku bilang," lirih Alia.


Faraz menggaruk-garuk kepalanya karena merasa bingung.


"Faraz apa lagi yang Kau tunggu, Pakai bajumu dan temui Ibu."


"Faraz... Apa kalian belum bangun?" pekik Ibu.


"Ee... Sudah Ibu, Tunggu sebentar." pekik Faraz.


"Katakan pada Ibu Aku sedang mandi." ucap Alia yang langsung berlari ke kamar mandi.


Faraz memakai bajunya dan membukakan pintu.


"Faraz, Apa Ibu menganggu mu?"


"Ee-tidak,"


"Tadi pelayan bilang kalian pulang tengah malam, Jadi ibu tidak sabar menemui Kalian, Dimana Alia?"


"Alia sedang mandi,"


"Oh ya sudah, Ceritakan pada Ibu, Bagaimana bulan madu kalian?"


"Ibu kenapa bertanya seperti itu, Hal seperti itu tidak perlu di ceritakan," ucap Faraz yang merasa malu.


"Maksud Ibu, Apakah bulan madunya menyenangkan, Kau menikmati perjalanan mu?"


"Sangat Ibu, Terimakasih banyak, Aku sangat-sangat bahagia." Faraz memeluk Ibunya dengan erat.


"Tetaplah bahagia Sayang,"


Faraz menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukannya.


"Kalau Alia sudah selesai, Kalian turun kebawah, Ayah juga merindukan kalian."


"Baiklah Ibu."


Ibu tersenyum dan meninggalkan kamar Faraz.


Faraz menghelai nafas panjang Dan merasa sangat bersyukur Istri pilihan Ibunya benar-benar bisa membuat hatinya melupakan masa lalunya yang begitu menyakitkan.


Bersambung...


BUTUH PEMBAKAR SEMANGAT NIH, BIAR UP NYA MAKIN RAJIN 🤗