
Dengan di bantu Alia menyiapkan semua keperluannya Faraz bersiap untuk memulai pekerjaan pertamanya.
dengan stelan jas hitam dengan kemeja berwarna putih Faraz siap memasang dasinya.
"Bisa Kau bantu memasangkan dasi ini?" tanya Faraz.
"Aku tidak bisa melakukannya," ucap Alia.
"Kalau begitu akan ku ajari," Faraz meraih tangan Alia dan mengarahkannya ke lehernya.
Ia menuntun jari-jemari Alia untuk memasang dasinya.
"Kau harus belajar, Karena ini akan terlihat lebih romantis,"
Alia terseyum mendengarnya.
Setelah selesai bersiap Dan menyelesaikan sarapan dengan Ayah dan Ibunya.
Faraz beranjak dari duduknya dan berpamitan untuk berangkat.
Alia pun mengantar suaminya sampai teras.
"Aku berangkat dulu ya," ucap Faraz mengecup kening Alia.
"Aku akan merasa bosan Faraz,"
"Ya Aku juga, Tapi hidup harus berjalan bukan?" ucap Faraz tertawa.
"Ya baiklah, Selamat bekerja."
"Bye..."
Alia menghelai nafas panjang dan kembali masuk ke dalam.
~~
SEBULAN KEMUDIAN.
Setelah memasuki sembilan bulan dan merasa sudah tidak tahan dengan keadaannya yang setiap harinya harus melihat kemesraan Faraz dan Alia, Kavita menurunkan egonya demi status anak yang akan segera di lahirkan.
Kavita menyambut baik permintaan Dev yang berniat ingin memperbaiki hubungan Mereka,
Mereka pun telah membuat janji di tempat biasa mereka bertemu.
Sudah cukup lama Kavita menunggu, Namun Dev tidak juga datang menemuinya.
"Berhenti Nona, Anda tidak bisa masuk begitu saja, Anda harus membuat janji terlebih dahulu," ucap salah seorang sekertaris yang menghentikan gadis muda menerobos masuk ke ruangan Dev.
Deh yang tengah menerima klien begitu terkejut melihat gadis itu.
"Maafkan Saya Tuan Dev, Saya sudah mencoba menghentikannya tapi Dia terus memaksa masuk,"
"Pergilah!" tegas Dev pada sekertarisnya.
Dev mengeraskan rahangnya melihat gadis itu dan beranjak dari duduknya.
"Maaf Tuan Handry, Saya tinggal sebentar." ucap Dev yang langsung menyeret gadis itu keluar.
Dev menghempaskan tangan gadis itu dengan kasar hingga tubuhnya menabrak dinding.
Kemudian kembali mencengkeram lengannya dengan kuat.
"Berrraninya Kau datang ke perusahaan ku!" bentak Dev dengan mata yang membulat sempurna.
"Kita baru saja bertemu kemarin, Apa yang membuatmu tidak sabar, sehingga menemuiku di kantor, Bukankah sebelumnya Aku pernah mengatakan, jangan pernah dekati rumah apa lagi kantor ku!" bentak Dev.
"Tapi Aku hamil."
"Apa!"
"Ya, Aku sudah telat dua Minggu dan Aku sudah respect ternyata hasilnya positif, Ini buktinya." gadis itu mengeluarkan respect dari dalam tasnya.
"Simpan kembali benda menjijikkan itu!" ucap Dev yang terlihat semakin kesal.
Ia tersenyum smirk dan melepaskan cengkramannya.
Gadis itu bingung melihat sikap Dev yang demikian.
"Kau tidak percaya?"
Dev kembali meradang dan mendorong gadis itu ke dinding.
"Dengar! Kau adalah pelac"ur dan Kau berhubungan dengan banyak Pria, Atas dasar apa Kau mengatakan kehamilan mu kepadaku?!"
"Hamil?"
Dev begitu terkejut mendengar suara Kavita. Ia segera melepaskan gadis itu dan menoleh ke belakang.
"Kavita Kau kesini?" Dev melangkah mendekati Kavita.
"Gadis itu hamil?" tanya Kavita memastikan.
"Kavita jangan mempercayainya Dia hanya Wanita murahan."
"Aku memang Wanita malam tapi Aku mengandung Anak mu Dev."
"Diam Kau gadis ******." ucap Dev menunjuk wajah gadis itu.
"DEV! Aku fikir Kau telah berubah, Aku fikir niatmu untuk memperbaiki hubungan Kita tulus, Tapi apa yang Kau lakukan ini Dev?" tangis Kavita.
"Kavita jangan mempercayainya, Dia hanya gadis penghibur yang rela melakukan apapun demi uang,"
"Tapi tetap saja Kau menjadi salah satu Pria yang sudah tidur dengannya, Siapa yang bisa menjamin itu bukan Anakmu?" triak Kavita.
"Kavita, Husssttt!" Dev langsung membungkam mulut Kavita karena suaranya begitu menggema di ruangan tersebut.
"Kita bicara di tempat lain."
"Tidak!!! Aku sudah menunggumu berjam-jam tapi Kau tidak datang Dan ternyata Kau...." Kavita menggantung ucapannya dan bergehas meninggalkan Dev.
"Kavitaaaa..."
"Deeeevvvv..." pekik gadis itu menarik tangan Dev.
"Maya Kau!" Dev menyeret lengan gadis yang bernama Maya tersebut dan menghempasnya dengan kasar di lobby hingga Maya tersungkur di tanah.
"Jangan berani menunjukan wajahmu di hadapanku, Jika tidak, Kau Akan menerima akibatnya!"
Bersambung...
BUAT YANG TIDAK SUKA ADEGAN ++ EPISODE SEBELUMNYA SKIP AJA, GAK MUNGKIN KAN AUTHOR BISA MEMENUHI SEMUA KEMAUAN SEMUA PEMBACA,
KARENA SETIAP NOVEL YANG KITA BACA TIDAK MUNGKIN SEMUA SESUAI KEINGINAN PEMBACA, KALAU SESUAI KEINGINAN PEMBACA, YA BIKIN SENDIRI DAN BACA SENDIRI,
JADI SESUAI KEINGINAN KALIAN 😄