
Seperti memahami apa yang Kavita tengah rasakan Dev hanya membiarkan Kavita menumpahkan perasaannya di dadanya.
"Apa Kamu tertekan hidup bersama ku?"
Pertanyaan Dev mengagetkan Kavita.
"Sejak Kamu datang kemari, Aku perhatikan Kamu tidak bahagia dengan ku."
Kavita mengusap air matanya mendengar ucapan Dev.
"Aku tau selama ini Aku belum bisa membahagiakan mu, Saat sehat Aku menghianatimu dan sekarang Aku tidak berdaya untuk melakukan tugasku sebagai seorang suami, Jadi jika Kamu merasa tidak tahan lagi bersama ku, Aku membebaskan mu dari hubungan ini."
Kavita tercengang mendengarnya, Di ikuti tangis Devita yang mengiringinya.
"Apa maksudmu mengatakan ini Dev?"
"Kavita, Kamu masih muda, Cantik, Jika kamu tidak bahagia dengan ku, Aku akan melepaskan mu."
"Kamu ingin membuang ku?" tanya Kavita meninggikan suaranya.
"Bukan begitu, Tapi Aku tidak ingin membuatmu tertekan dengan hubungan ini, Aku ingin kamu dan Devita bahagia sekalipun Kalian tidak bersamaku."
Dengan perasaan yang tak karuan Kavita langsung berlari ke kamar mandi.
•••
Alia tengah berdiri di depan cermin di kamarnya.
Sambil melenggok ke kanan ke kiri, Alia mengusap-usap perutnya yang terlihat lebih cepat membesar.
Ia juga memegang payu dara nya yang terasa lebih penuh dari sebelumnya.
Linea nigra (garis hitam yang membentang juga muncul di perutnya)
Stretch mark terlihat semakin jelas, Kakinya mulai membengkak.
Alia mencebikan bibirnya sembari mengelus perutnya dengan gerakan memutar.
Sedangkan Faraz yang sejak tadi memperhatikan istrinya di depan pintu terseyum dan mendekatinya.
"Kamu terlihat semakin seksi," lirih Faraz di telinga Alia.
"Mas udah pulang?" tanya Alia terkejut melihat tangan Faraz sudah melingkar di perutnya.
Faraz terseyum menganggukkan kepalanya. Kemudian Faraz membopong tubuh Alia ke ranjang.
Seperti biasa sebelum dan sesudah kerja Faraz selalu mengusap perut Alia dan menciumnya.
"Mas lihat ini, Line Nigra, Stretch Mark, Mulai terlihat jelas di kulitku,"
"Lalu apa masalahnya, Yang penting Kamu dan bayi-bayi Kita sehat, dan di mudahkan saat lahiran nanti."
"Mas gak masalah jika Aku jadi gendut, Nggak mulus dan tidak cantik lagi?"
"Emang sejak kapan Kamu cantik?" ucap Faraz tertawa.
"Iiii... Nyebelin banget sih." Alia melemparkan bantal pada Faraz dengan kesal.
•••
Kavita termenung memikirkan kata-kata Dev.
Ia mengingat bagaimana perjuangannya untuk bisa bersama Dev.
Segalanya telah Ia lakukan sampai cara yang menjijikkan Ia lakukan demi bisa lepas dari Faraz dan kembali bersama Dev.
Kini Ia telah bersama Dev tanpa halangan siapapun lagi. Dev juga telah berubah menjadi lebih baik, sedangkan Faraz tidak lagi mencintainya.
Lalu apa lagi yang membuat hatinya tidak menerima keadaannya saat ini? Bukankah Dev masih ada harapan untuk bisa berjalan tanpa tongkatnya?
Setelah memikirkan semua itu Kavita berlari ke kamarnya dan melihat Dev yang tengah memberikan susu formula untuk putri kecilnya yang hampir tertidur.
Dev melihat Kavita yang terlihat gelisah.
perlahan Dev melepaskan botol susu dari mulut Devita.
Kavita yang melihat Putri kecilnya sudah tidur, Berlari ke arah Dev dan langsung memeluknya.
"Maafkan Aku Dev, Maafkan Aku jika sejak Kamu sakit Aku selalu mengabaikan mu, hiks hiks hiks."
"Tidak Kavita, Jangan menangis." Dev melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya.
"Kita lupakan semuanya, Mulai besok Kita buka lembaran baru dengan merayakan satu tahun pernikahan Kita.
Kavita menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk Dev.
•••
Kini usia kandungan Alia telah menginjak usia 7 bulan.
Mereka baru saja menyelesaikan selamatan tujuh bulan dengan mengundang para tetangga dan anak yatim.
Dengan acara Do'a bersama, Melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, santunan dan Acara adat lainnya telah di laksanakan dengan lancar.
Kini Faraz dan Alia siap beristirahat setelah menjalani hari yang cukup melelahkan.
Faraz memijat kaki Alia yang terlihat semakin membengkak.
Sedangkan Alia yang sudah merasa begitu lelah langsung terlelap dalam tidurnya.
Faraz terseyum dan menghentikan pijitannya.
kemudian mengusap perut Alia yang terlihat semakin membuncit.
"Good Night Baby twins," ucap Faraz mengecup perut Alia.
"Good Night Sayang," Faraz mencium kening Alia kemudian menyelimutinya.
Bersambung...
KAYAKNYA GAK LAMA LAGI TAMAT DEH 😀