
Setelah berhasil melewati malam itu Alia tidak lagi merasa takut akan bayangan Malvin yang selalu datang tiba-tiba.
Alia juga telah berdamai dengan dirinya dan melupakan jika Malvin pernah menyentuhnya. Dengan itu Alia tidak lagi merasa jijik kepada tubuhnya. Dan yang paling membuat Alia kembali percaya diri adalah Sang Suami yang selalu meyakinkan jika tubuhnya itu istimewa dan selalu membuatnya candu.
Tak terasa kini usia si kembar telah menginjak usia 11 bulan.
Zayd sudah bisa berjalan dengan bantuan Seseorang, Dinding atau benda-benda di sekitarnya. Sedangkan Zayn sudah bisa berdiri tanpa bantuan dan dua tiga tiga kali melangkah dengan mandiri. Zayn memang lebih aktif dan tidak bisa diam di bandingkan Zayd, Sehingga perkembangan Zayn juga sedikit lebih cepat di bandingkan Zayn.
Bu Fareeda yang sudah beberapa bulan tidak mengunjungi cucunya karena pulang ke Jogja kini tengah berjuang ke rumah Mereka.
Setelah puas bermain dengan kedua cucunya Bu Fareeda menemui Alia yang tengah sibuk di dapur.
"Bagaimana kabar mu Sayang? Kamu dari tadi sibuk terus sampai Ibu gak nanyain kabar mu?"
"Seperti yang Ibu lihat, Aku sehat Ibu."
"Kamu jadi gemukan ya, Ibu seneng liatnya."
"Iya Bu, Sejak menyu'sui jadi banyak makan," ucap Alia tertawa.
"Tapi kalau ibu lihat-lihat kamu gemuknya kaya lagi hamil deh."
"Hamil? Ya nggak lah Bu, Sejak melahirkan saja Aku belum haid."
"Banyak juga yang belum haid, Langsung hamil lagi." ucap Ibu kemudian berlalu pergi.
Alia yang mendengar ucapan Ibu memegang perutnya yang memang terlihat membuncit. Kemudian Alia pergi ke kamar Si Kembar dengan maksud menyuruh Nindi atau Ratna untuk membelikannya Testpack untuk Nya.
"Bisa salah satu kalian tolong Saya?"
"Tentu Nyonya." saut keduanya.
"Belikan Saya Testpack, Semua merek deh kamu beli satu satu."
"Biar Saya saja." ucap Nindi mengambil uang di tangan Alia dan keluar dari kamar Si Kembar.
•••
Sore harinya Alia yang sudah mendapatkan Testpack langsung ke kamar mandi untuk memeriksakannya.
Alia memasukan 6 Merek alat test kehamilan ke dalam air seni yang sudah ia masukan dalam wadah kecil. setelah menunggu beberapa menit, Alia mengambil satu Testpack yang langsung membuat kedua matanya membulat sempurna. Masih belum percaya dengan apa yang sudah Ia lihat, Alia kembali mengambil semua benda kecil tersebut dan menunjukan hasil yang sama.
"Sayang..."
"Hagh!" Alia yang merasa kaget dengan kedatangan Faraz yang tiba-tiba langsung menjatuhkan semuat Testpack di tangannya.
"Sedang apa Sayang, Dari tadi Mas panggil-panggil gak denger dan....
Apa ini?" Faraz membungkuk dan mengambil satu Testpack yang terjatuh di lantai.
Faraz membelalakkan matanya melihat dua garis merah terpampang di benda kecil itu.
"Sayang ini?"
Dengan rasa yang masih tidak percaya Alia menganggukkan kepalanya.
"Kamu hamil lagi?" Faraz terseyum bahagia dan memeluk Alia yang terlihat masih shock.
"Apa maksudmu Sayang?" Kita melakukannya kenapa tidak bisa?"
"Bukan begitu, Orang bilang menyu'sui adalah KB alami tapi kenapa Aku bisa hamil."
"Sayang itu kan teori manusia, Jangankan Kamu yang gak KB, Istri teman Mas aja yang KB bisa hamil. Jika Allah sudah ber kehendak tidak ada siapapun yang bisa mencegahnya, Hem?"
"Tapi kasian Zayn dan Zayd masih terlalu kecil, Bahkan mereka belum genap satu tahun, Masa udah mau punya adik?"
"Itu makanya Mas tidak membiarkan Nindi berhenti, Biar bisa tetep jaga Zayn, Supaya Kamu tidak kecapean."
Beda dengan Faraz yang menerimanya dengan suka cita, Alia terlihat shock karena benar-benar tidak menduga akan di anugerahi bayi kembali dalam waktu yang begitu singkat.
"Tidak perlu ada yang Kamu khawatirkan, Lebih baik Kita periksakan kandungan mu, Biar kita tau sudah berada bulan usia kandungan mu." Faraz mengusap perut Alia dan mengecup sesaat.
Malam itu juga, Faraz membawa Alia menemui Dokter untuk memeriksakan kandungannya.
Setelah melalui proses tanya jawab Alia langsung menjalani USG
Faraz dan Alia tercengang melihat bayinya yang sudah terlihat jelas di dalam USG 4 Dimensi tersebut.
"Bayi Kita sudah besar banget Sayang," ucap Faraz yang seakan tak percaya.
"Ya, Karena usia kehamilannya telah memasuki Minggu ke 33
berbobot sekitar 1,9 kg dengan panjang 43,7 cm dan berjenis kelamin perempuan."
"Sayang bagaimana Kamu tidak merasakan ada Bayi sebesar itu dalam perutmu?"
Dokter tertawa mendengar pertanyaan Faraz.
"Tidak perlu khawatir Tuan, Alasan pertama janin jarang terasa bergerak adalah posisinya dalam rahim. Ada beberapa posisi yang membuat Ibu sulit merasakan gerakan janin.Biasanya, Ibu sulit merasakan gerakan si kecil bila posisi janin berada dekat tulang belakang. Jadi, Bisa saja sebenarnya janin bergerak, Terapi gerakan yang janin buat tidak sampai ke perut Ibu. Kedua janin tidur. Janin yang tidur juga bisa menjadi penyebab Ia tidak bergerak saat di dalam kandungan, Durasi bayi tidur dalam kandungan berlangsung selama 20-40 menit atau lebih. Akan tetapi, tidak lebih dari 90 menit. Saat janin tidur, Tentu janin tidak bergerak. Jadi, Ibu tidak perlu khawatir jika selama waktu ini tidak dapat merasakan pergerakan janin. Ketiga Ibu stres, Saat Ibu stres, tubuh melepaskan hormon stres yang bisa memengaruhi jumlah pergerakan janin. Kondisi ini bisa menjadi penyebab janin tidak atau malas bergerak saat dalam kandungan.
Selain itu, Dehidrasi, Puasa atau Ibu membatasi asupan makanan juga dapat menjadi penyebab pergerakan janin menjadi menurun.
Hal ini karena bila ibu hanya makan sedikit makanan, energi yang tersalurkan pada bayi menjadi berkurang." ucap Dokter mengakhiri penjelasan.
"Pantas saja Alia tidak merasa dirinya hamil, Mungkin akibat stres karena trauma yang dialami olehnya membuat Ia tidak begitu merasakan pergerakan Bayi dalam kandungannya." batin Faraz.
"Mas..." Alia meraih tangan Faraz yang terlihat diam setelah mendengar penjelasan Dokter.
"Ya Sayang." Faraz mendekatkan wajahnya ke wajah Alia.
"Bayi perempuan?" tanya Alia sembari mengusap perutnya.
"Ya." Faraz mengecup lembut kening Alia.
"Terimakasih karena kembali memberiku keturunan."
Alia memeluk Faraz dan mengecup pundaknya.
"Ini akan melengkapi keluarga kecil Kita bukan?" tanya Alia.
"Tentu, Dia akan menjadi Putri kesayangan, Seperti Mas menyayangimu."
Bersambung...