
Faraz dan Alia keluar untuk makan bersama keluarganya.
Sementara Zia yang masih tidur di tungguin oleh Ratna.
Sedangkan si kembar ikut duduk bersama Mereka di meja makan, Miskipun tak bisa diam dan terus mengacak-acak makanan karena keinginannya makan sendiri, Alia dengan penuh kesabaran makan sembari menyuapi kedua Putranya.
"Sayang biarkan Nindi yang menyuapi Mereka," ucap Faraz.
"Gak papa, Aku juga sudah kenyang."
Zhehzad dan Zeenat terseyum bahagia bisa melihat cucu dan menantunya yang melengkapi kebahagiaan putranya yang sempat terpuruk karena pernikahan pertamanya.
"Baiklah Aku juga sudah selesai." ucap Faraz bangkit dari duduknya.
Kemudian Faraz pergi ke teras untuk mencari udara di luar rumahnya. Ia merenggangkan kedua tangannya, Kemudian menggerakkan panggulnya ke kanan dan ke kiri karena terasa begitu pegal.
Tak lama kemudian Faraz melihat mobil berhenti di sebrang jalan.
Ia meligat Dev turun dari mobil, Kemudian menggrndong Putri kecilnya dan membukakan pintu untuk Kavita, Faraz melihat Kavita turun dengan menggendong bayi kecil di tangannya.
"Apakah Kavita juga telah melahirkan anak kedua?" batin Faraz.
Kavita terdiam menatap Faraz yang tengah melihat kearahnya. Begitu pun dengan Dev yang tanpa sengaja melihat Faraz di teras rumahnya.
Tanpa mengatakan apapun, Dev mengalihkan pandangannya dan mengajak istri dan anaknya masuk ke dalam.
"Apa yang Mas lihat?" tanya Alia yang tiba-tiba mengagetkannya dari belakang.
"E-e, Bukan apa-apa."
Alia melihat ke seberang jalan dan hanya melihat mobil terparkir di depan rumah Kavita.
"Apa Mantan istri mu pulang?"
"Sayang, Jangan menyebutnya mantan Istri." ucap Faraz yang langsung masuk ke dalam.
"Memang kenyataannya mantan Istri kan?" Alia mengejar Faraz sampai ke kamarnya.
"Itu tidak enak di dengar, Sebut namanya saja."
"Gimana perasaan Mas setelah sekian lama akhirnya melihat mantan Istri lagi."
"Alia, Kenapa Kamu terus membahasnya, Apa Kamu cemburu?"
Alia hanya mengerucutkan bibirnya.
"Besok-besok nggak usah kesini kalau begitu aja cemburu, Lagian sejak kapan kamu cemburuan begitu sama Kavita, Bukankah dulu kamu baik padanya." Faraz naik ke ranjangnya bersiap untuk tidur.
"Sejak Mas nungguin Dia lahiran"
"Ayolah Sayang, Jangan bahas itu lagi, Mas melakukannya atas dasar kemanusiaan, Tidak lebih dari itu."
"Mau kemana?" Faraz kembali beranjak meraih tangan Alia.
"Kamar mandi." saut Alia dengan jutek.
Faraz menoleh ke arah Zia yang masih tertidur pulas.
"Mas ikut," ucap Faraz dengan tatapan nakalnya.
"Mau ngapain ke kamar mandi ikut," Alia menghempaskan tangan Faraz dari tangannya.
"Ayolah, Kita sudah lama tidak mandi bersama." tanpa menunggu persetujuan dari Alia, Faraz langsung menggendong tubuh Alia ke kamar mandi.
Kemudian Faraz menurunkan Alia di tepi Bathub dan langsung berusaha membuka pakaian Alia.
"Aku bukan mau mandi, Aku mau buang air."
"Hagh! Buang Air?"
Alia menganggukkan kepala sembari menahan tawanya.
"Apa Mas mau liat Aku buang air?"
"Biar Mas cinta sama Kamu, Tetep aja jorok liat kamu buang air, Bau tau." dengan mencubit hidung Alia Faraz meninggalkan kamar mandi.
Alia tertawa menggelengkan kepalanya.
•••
Bu Risma begitu bahagia kerinduan yang baru kemarin Ia keluhkan Akhirnya terobati dengan kepulangan Kavita dengan membawa ke-dua cucunya yang semakin melengkapi rumah tangga Kavita yang dulu hampir karam.
Kavita langsung ke kamarnya dengan bayinya, Sementara Dev bermain dengan Devita di ruang tengah.
Ibu mengamati cucu keduanya karena selama kelahirannya, Kavita belum pernah membawanya pulang.
"Sudah berapa bulan udah kelihatan gede banget?"
"Minggu depan tiga bulan."
"Padahal rasanya baru kemarin kamu ngabarin mau lahiran."
Kavita terseyum sembari menyu'sui bayinya.
"Ibu senang, Akhirnya Kamu hidup bahagia, Meskipun sekarang Dev sedikit pincang, Tapi..." Ibu menghentikan ucapannya melihat Dev yang sudah berada di pintu.
📌 BACA JUGA "PESONA MAJIKAN'KU" YANG BARU SAJA TAMAT.
DAN BACA JUGA KARYA TERBARU "SUAMI YANG KU BELI"
TERIMAKASIH UNTUK YANG SELALU SETIA BACA DAN NGIKUTI SEMUA KARYA AUTOR 😘♥️♥️♥️