Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
PERJALANAN CINTA 3Z


"Apa rencana kalian hari ini?" tanya Faraz pada ke-dua Putranya.


"Aku ada janji sama temen." saut Zayn.


"Dan Kamu Zayd?"


"Tidak ad..."


"Zayd juga akan ikut denganku." ucap Zayn memotong ucapan Zayd.


Zayd mengernyitkan keningnya menatap saudara kembarnya dengan penuh tanda tanya.


"Kamu harus menyelesaikan masalahku." bisik Zayn sembari merangkul pundak Zayd.


"Ck." Zayd berdecak dan menyingkirkan tangan Zayn.


"Ada masalah?" tanya Faraz.


"E-e tidak ada." ucap Zayn dengan cepat.


"Baiklah."


•••


Setelah selesai sarapan Zayn mengajak Zayd ke Pantai untuk menemui kekasihnya karena Zayn ingin menemui Gadis lain yang baru Ia kenal dua hari yang lalu, Seperti biasa Zayn selalu meminta saudara kembarnya menggantikan posisinya di saat Ia di haruskan berada di dalam dua tempat di waktu yang sama.


"Zayn! Ini terakhir kalinya, Setelah ini jika Kamu masih terus mempermainkan para gadis, Aku tidak akan lagi membantumu!" tegas Zayd.


"Ya tenang saja." jawab Zayn santai.


"Sekarang pake jaketku." ucap Zayn melemparkan jaketnya, kemudian mengacak-acak rambut Zayd yang tersisir rapi.


"Jangan sentuh rambutku." protes Zayd.


"Sedikit saja, Jangan terlalu rapi seperti itu, Dia akan curiga."


Dengan kesal Zayd menuruti keinginan sang Kakak. Berpenampilan persis seperti Zayn dengan pembawaan sepertinya bisa Zayd pelajari. Namun yang sulit baginya adalah meniriru bagaimana caranya merayu seorang gadis.


"Baiklah, Lakukan tugasmu dengan baik, Ingat Kamu hanya perlu menemaninya, Tidak boleh sampai Dia meminta putus."


Zayd hanya menatap Zayn cemberut dan pergi ke tempat Zayn dan kekasihnya janjian.


Di sebuah pantai, Tepatnya Nusa Dua Bali, Zayd bertingkah layaknya Zayn. Dengan pakaian kasual dengan memadukan banyak warna, Jauh dari dirinya yang sebenarnya yang hanya memakai satu warna untuk style hari-hari maupun aktivitas kerjanya.


Kini Zayn juga telah sampai di pantai lain, Ya itu Pantai Sanur untuk menemui gadis kenalannya. Seoalah ingin menemukan cinta sejatinya, Zayn terus saja bertualang dengan para gadis yang menggilainya.


Sedangkan di kamar hotel, Zia menemani sang Mama karena sang Papa ada urusan di luar, Alia yang dulu pernah mengalami trauma,Tidak berani lagi tinggal sendirian di dalam kamar hotel saat menemani suaminya kerja di luar kota, Sebab itu Faraz meminta Zia untuk menemaninya.


"Apa mama merasa bosan?"


"Tidak, Apa kamu bosan?"


"Sedikit, Tapi tidak Papa, Barusan Papa bilang bentar lagi datang."


Ceklekkk...


"Nah tu Papa, Baru juga di omongin."


"Baiklah kalau begitu, Karena Papa dah pulang, Aku jalan ya," ucap Zia beranjak dari ranjangnya.


"Mau kemana kok Papa Dateng langsung pergi?"


"Mau ke pantai liat sunset." saut Zia yang langsung keluar.


"Hati-hati Sayang," pekik Alia yang sudah tidak di dengar lagi oleh Zia.


"Tinggal Kita berdua nih," ucap Faraz mengedipkan matanya.


Kemudian Faraz memutar tubuhnya dan dengan sangat pengertian Alia membuka kancing kemejanya satu persatu.


Faraz terseyum menatap Alia, Karena meskipun sudah lebih dari 20th Mereka menikah, Mereka masih bisa mempertahankan kemesraan Mereka.


"Celananya gak sekalian?" goda Faraz.


"Iih dasar." dengan pipi merona bak remaja jatuh cinta Alia mencubit perut Faraz.


"Ayolah, Mumpung Anak-anak gak ada." Faraz menarik kedua tangan Alia melingkar ke tubuhnya.


"Iih Mas lengket banget tau." protes Alia.


"Tau, Makanya sekalian mandiin dong."


"Masss... Masih saja." Alia kembali tersipu mendengarnya.


Faraz terseyum dan langsung menggendong tubuh Alia ke kamar mandi.


•••


Zia duduk di bibir pantai dan menunggu matahari terbenam.


Zia memejamkan mata sejenak menikmati semilirnya angin pantai yang sangat menenangkan hati dan pikirannya.


"Sendirian aja?" tanya seorang Pria mengagetkan Zia.


Zia menoleh ke sisi kanan atas melihat Pria tinggi sekitar 170cm sedang tersenyum menatapnya.


Kemudian Pria itu ikut duduk di sebelah Zia.


"Hey! Kamu disini juga? tanya Zia.


"Iya, Baru hari kemarin."


"Sama siapa?"


"Sama Mama Papa, Kak Devita juga."


Ya Pria itu adalah David, Putra dari Kavita dan Dev.


David dan Zia hanya sebatas tau satu sama lain karena Nenek Mereka yang bertetangga, Jadi ketika hari libur dan perayaan Mereka akan pulang ke rumah Nenek. Dan di situlah Mereka saling mengenal sebatas tetangga depan rumah dan hanya tau Kavita mantan istri Papanya tanpa tau cerita sebenarnya.


Setelah berbincang-bincang dan membuat Zia tertawa, Zia menggelengkan kepala sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain dan tanpa sengaja, Zia kembali melihat Pria yang menginap di sebelah kamarnya. Zia semakin terpesona melihat Pria itu yang hanya mengenakan celana pantai dan membiarkan dada atletisnya terekspos sempurna. Pria itu terlihat begitu karismatik dan begitu menarik hatinya sehingga Zia tidak pernah mau melepaskan pandangannya.


"Zia."


"Hah!" Zia kembali menoleh ke arah David.


"Apa yang kamu lihat?"


"E-e..." Zia kembali menoleh ke arah Pria itu. Namun Zia tidak lagi menemukannya.


"Siapa yang Kamu cari?" David ikut melihat-lihat apa yang Zia lihat namun hanya wisatawan yang berlalu lalang tanpa tau yang mana yang membuat Zia terus menatapnya.


"Bukan siapa-siapa, E-e kalau begitu Aku pulang dulu ya, Takut kemaleman."


"Kamu nginep di hotel mana?"


"Deket sini saja kok, Udah dulu ya, Bye.." Zia langsung berlari meninggalkan David dan berharap bisa kembali melihat Pria itu lagi.


Bersambung...


📌 BACA JUGA "SUAMI YANG KU BELI" "PESONA MAJIKAN'KU" DAN NOVEL AUTHOR LAINNYA 🤗


TERIMAKASIH UNTUK YANG SELALU SETIA MEMBACA KARYA YANG PENUH BULIAN DAN CACI MAKI INI, KALIAN BENAR-BENAR MENGHAYATI, HA-HA-HA 😂