
Faraz melihat Semua orang sibuk mempersiapkan pernikahan dari balkon kamarnya,
Ingatannya kembali pada tiga tahun silam saat ia akan menikah dengan Kavita.
Hari yang begitu ia tunggu selama enam tahun lamanya, hingga Ia tidak sabar dan membawa Kavita masuk ke rumahnya.
Faraz tersenyum menertawakan diri sendiri.
"Dulu Aku sangat bahagia begitu melihat persiapan pernikahan saat akan menikah dengan Kavita, tapi sekarang, Perasaan ku sangat jauh berbeda," gumam Faraz dalam hatinya.
Kavita berdiri di depan gerbang rumah Faraz melihat persiapan pernikahan Faraz.
Kavita mengingat saat persiapan pernikahannya dengan Faraz, Kavita juga mengingat bagaimana Faraz membawanya menyusup ke kamarnya di malam pernikahan nya hingga mereka hampir ketahuan Bu Zeenat.
Kavita tersenyum dalam tangisnya melihat kenyataan yang saat ini terjadi pada hidupnya.
Tangis kavita terhenti saat melihat Faraz melihatnya dari atas balkon kamarnya.
Kavita segera mengusap Air matanya dan mengalihkan pandangannya.
Faraz hanya diam menatap Kavita dengan perasaan yang tidak bisa di artikan.
"Kavitaaaaa...." lirih Faraz.
"Faraz...." panggil Ibu yabg datang ke balkon mendekati Faraz
"Ibuuu..."Faraz segera menghentikan langkah ibunya.
"Ada apa, apa yang sedang kamu lihat?" Ibu mencoba melihat apa yang sedang Faraz lihat.
"Eee... Tidak ada ibu... Tidak ada apapun," Faraz terus berusaha menghentikan Ibu agar ibu tidak melihat kavita.
"Jika tidak ada apapun kenapa Ibu tidak boleh melihat ke bawah?" ucap Ibu penasaran.
"Ibu kenapa Ibu selalu curiga kepada ku? Aku hanya sedang melihat persiapan pernikahan ku, dan sekarang katakan pada ku, untuk Apa Ibu datang kemari?" tanya Faraz mengalihkan perhatian Ibu.
"Oh iya Ibu sampai lupa, Ibu kesini mau mengatakan turun kebawah karna desainer sudah datang, kamu harus fitting baju pernikahan mu," ucap Ibu tersenyum.
"Ya baiklah.. Ibu turunlah nanti Aku menyusul,"
"Baiklah... Tapi jangan lama-lama," ucap Ibu berlalu pergi.
Faraz mengangguk dan kembali melihat Kavita, namun Kavita sudah tidak ada disana.
°°°
Alia sedang mencoba gaun pernikahan nya bersama Desainer yang di utus oleh Nyonya Zeenat.
Fareeda tersenyum bahagia melihat Putri nya yang terlihat sangat cantik memakai gaun pernikahan nya.
"Putri Ibu terlihat sangat cantik," puji Ibu.
"Ibuuuu...." Alia langsung memeluk ibunya.
"Kenapa kamu merasa sedih, seharusnya kamu berbahagia?" ucap Ibu sambil membelai rambut Alia.
"Ibu... Aku tidak menyangka akan menikah secepat ini, bahkan Aku belum sempat memikirkan soal pernikahan," ucap Alia.
"Itulah yang di namakan jodoh, Jika sudah waktunya tiba, tidak perlu mencari, pasti akan datang sendiri," ucap ibu tersenyum.
Alia pun tersenyum tipis.
"Tetaplah bahagia," ucap Ibu memegang dagu Alia.
°°°
Malam Hari.
Faraz berbaring di sofa dan melihat ke balkon
Faraz mengingat saat ia membawa Kavita masuk ke kamarnya dan menghabiskan malam bersama Kavita di balkon kamarnya.
"Ini malam pernikahan ku... Dan malam ini Sangat jauh berbeda dengan malam pernikahan ku yang sebelumnya, sebelumnya Aku begitu tidak sabar menantikan hari pernikahan ku, tapi sekarang Aku ingin malam ini berhenti agar Aku tidak perlu menikah dengan gadis cupu itu," batin Faraz.
"Faraz...." panggil Ibu.
Ibu langsung masuk memeriksa kamar Faraz.
"Ibu apa yang Ibu cari?" tanya Faraz bingung melihat Ibu nya yang memeriksa semua kolong lemari, tempat tidur dan semua sudut kamar Faraz.
"Diamlah.. Ibu sedang memastikan apa kamu masih menyembunyikan minuman atau tidak."
"Ibu kenapa Ibu bersikap seperti polisi pada anak ibu sendiri?"
"Karena Ibu tidak ingin malam ini kamu mabuk dan merusak pernikahan mu," tegas Ibu.
"Ibu kenapa tidak percaya padaku?"
Ibu berhenti mencari dan berdiri menatap Faraz.
"Baiklah kali ini Ibu percaya padamu, sekarang kamu tidurlah karena Ibu tidak ingin kamu bangun kesiangan dan terlambat ke pernikahan mu sendiri," tegas Ibu.
"Ya nanti Aku akan tidur Ibu,"
"Tidak ada nanti-nanti cepat tidur sekarang juga," Ibu mendorong Faraz sampai terduduk di ranjangnya, Ibu pun menaikan kaki Faraz dan menyelimuti Faraz seperti anak kecil.
"Baiklah sekarang pejamkan matamu dan bangunlah lebih awal," ucap ibu lalu meninggalkan kamar Faraz.
"Aahh... Ibu apa-apaan sih, memangnya Aku anak kecil." Faraz pun kembali ke balkon
°°°
"Kavita sekarang bagaimana nasibmu?" tanya Ibu yang melihat kavita sedang berdiri di jendela kamarnya.
Kavita tersadar dari lamunannya dan menoleh ke Ibu.
"Besok Faraz akan menikah sedangkan Pria yang membuatmu jadi seperti ini tidak ada kabar beritanya, sekarang apa yang akan kamu lakukan kavita?" tanya Ibu dengan kesal.
"Aku tidak tau ibu... Aku tidak tau," tangis Kavita.
"Apa menangis bisa menyelesaikan masalahmu? Kenapa kamu tidak mendatangi rumah Dev dan mencari tau keberadaan nya?"
"Aku tidak bisa mendengar penghinaan dari keluarga Dev Ibu,
Mereka pasti akan semakin menghinaku setelah mereka mengetahui kehamilanku,"
"Lalu kamu akan diam saja seperti ini sampai bayimu lahir tanpa memiliki seorang Ayah?"
"Ibu berhentilah memarahiku, Aku sudah cukup menderita dengan keadaanku sekarang!"
"Ibu tidak tau Harus kasihan padamu atau harus tertawa untukmu,
Hidupmu seperti ini karena perbuatanmu sendiri Kavita,
Coba jika kamu tidak menghianati Faraz pasti sekarang hidupmu sudah enak, sudah menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini, Kamu pasti akan....."
"Cukup Ibu... Cukup....." Kavita menutup telinganya dan berlari keluar.
Kavita terus berlari dengan tangisnya hingga menabrak seseorang.
"Hati Hati..." orang itu menahan tubuh Kavita yang hampir terjatuh.
Kavita melihat wajah orang itu.
"Faraaaaz...." ucap Kavita yang ternyata menabrak Faraz.
"Kavitaaaaa..." Faraz juga terkejut ternyata yang menabraknya adalah Kavita.
"Faraaaaz....." Kavita langsung memeluk Faraz dan menumpahkan tangisannya di dada Faraz.
Faraz merasa bingung apa yg harus ia lakukan.
"Faraz ini hukuman untuk ku atas semua dosa-dosa ku ke padamu," tangis Kavita.
Faraz yang mendengarnya mengangkat kedua tangannya seperti akan membalas pelukan Kavita, namun Ia mengurungkan niatnya.
"Dulu Aku menghianati mu, mengabaikan cintamu bahkan selalu menyakitimu tapi kamu selalu tulus mencintaiku, jika cintamu masih ada untuk ku... Kembalilah padaku Faraz... Sekarang Aku sadar hanya dirimu yang benar-benar tulus mencintaiku, Ku mohon kembalilah Faraz, jangan menikah," Kavita terus menangis dan memohon kepada Faraz.
Bersambung ...