
Dengan nafas terengah-engah, Akhirnya Faraz berhasil menaiki tangga setinggi 40 meter tersebut.
Ia menurunkan Alia dan mengatur pernafasannya.
"Minumlah," ucap Alia memberikan botol minum yang Ia bawa di dalam ransel nya.
Faraz segera menenggak air tersebut hingga menghabiskan setengah botol.
"Sekarang Kau lihat Aku bukan hanya kuat di atas ranjang?" ucap Faraz tertawa.
"Faraaaaz... Dasar mesum," umpat Alia.
"Dasar gadis penggoda," saut Faraz menarik Alia ke sisinya.
"Faraz..." Alia mencoba melepaskan tangan Faraz dari pinggangnya.
"Kau ingin mandi di bawah air terjun itu?"
Alia melihat Air terjun yang begitu jernih dan mempesona.
"Sepertinya jika Kita mandi bersama di bawah guyuran air terjun itu akan terasa sangat romantis,"
"Tapi Faraz."
"Ayolah Sayang, Jangan buat pengorbanan ku menjadi sia-sia," Faraz langsung menarik tangan Alia dan mulai mendekati air terjun tersebut.
"Kau bisa membuka bajumu," ucap Faraz.
"Apa Kau gila?" tanya Alia melotot.
"Tidak, Aku hanya bercanda, Maksudku, Kau bisa meletakkan ransel dan jaket mu di sana," Faraz menunjuk batu besar yang tidak terkena air.
Alia pun mengangguk dan meletakkan bawaannya.
"Sekarang kemarilah," Faraz meraih tangan Alia dan menuntunnya ke bawah air terjun.
"Faraz Aku takut," Alia memeluk Faraz saat Air mulai jatuh ke atas kepalanya.
Faraz terseyum dan memeluk Alia.
Ia memejamkan mata merasakan sensasi unik ketika air jatuh di atas kepalanya.
awalnya memang terasa agak sakit. Tetapi lama-lama Faraz merasa seperti mendapatkan pijat refleksi setelah melakukan perjalanan yang melelahkan.
"Alia Kau harus membasuh wajahmu, Karena menurut masyarakat setempat, Orang yang membasuh wajahnya di air terjun ini akan terlihat lebih muda dari usia yang sebenarnya,"
"Apa menurutmu Aku sudah tua?" Alia melepaskan pelukannya sembari mengerucutkan bibirnya.
"Bukan begitu, Maksudnya biar Kamu suatu saat tetap terlihat awet muda,"
"Apa jika Aku tau, Kau tidak akan mencintai ku lagi?"
"Bukan begitu juga Sayaaang... Ahh sudahlah lupakan itu," Faraz kembali menarik Alia ke pelukannya.
Alia mulai terpejam menikmati degupan jantung Faraz yang terdengar seperti irama musik dengan di barengi derasnya air terjun membasahi seluruh tubuhnya.
"Kau kedinginan?" tanya Faraz yang merasa Alia semakin mempererat pelukannya.
Alia menganggukkan kepalanya tanpa mengangkat wajahnya dari dada Faraz.
Faraz mendorong perlahan kedua bahu Alia agar melepaskan pelukannya.
Kemudian menangkup wajah Alia dan melu mat bibirnya.
Keduanya memejamkan mata merasakan sensasi pagutan di bawah air terjun yang terus mengalir hingga Mereka dapat merasakan segarnya air terjun menerobos masuk di sela-sela ciuman Mereka.
Seketika Alia tersentak saat Faraz mencengkeram dadanya.
Ia segera melepaskan pagutannya dan menoleh kesana-kemari.
"Ada apa?" tanya Faraz.
"Faraz ini tempat umum,"
"Lalu?"
"Faraz bagaimana jika ada yang melihat Kita?"
"Apa salahnya Kau kan istriku,"
"Tetap saja Faraz..."
Faraz melihat kesana-kemari dan memang tidak terlihat ada wisata lain, Pemandu wisata pun yang izin ke warung kopi di sekitar, Tidak kunjung kembali.
"Tidak ada siapapun, Tempat ini masih sepi," ucap Faraz.
"Tapi Kau harus menyimpan tenagamu untuk turun dari sini," ucap Alia tertawa.
Alia tertawa menggelengkan kepalanya.
~~
Setelah puas bermain Air, Faraz dan Alia kembali ke hotel.
"Akhirnya... Sampai juga," ucap Faraz yang langsung menjatuhkan diri ke ranjangnya.
"Faraz bajumu masih basah," protes Alia menarik tubuh Faraz agar bangun dari ranjangnya.
"Biarkan saja, Nanti malam Kita juga pulang,"
"Tetap saja, Kasian kan petugas kebersihan,"
"Hhufff... Baiklah." Faraz langsung membuka pakaiannya di depan Alia. Di lanjutkan dengan membuka celananya.
"Faraz! Pergilah ke kamar mandi," ucap Alia memalingkan wajahnya dan menutup dengan sebelah tangannya.
"Kenapa Kau berlebihan, Kau sudah sering melihatnya," ucap Faraz tertawa.
Baru saja Alia ingin menoleh ke belakang Faraz sudah berdiri tepat di depannya.
"Ff-Fa-Faraz Kau,"
"Masih ada Tiga jam lagi," ucap Faraz sembari menyelipkan rambut ke belakang telinga Alia.
"Faraz... Hapttt..." Faraz langsung membungkam mulut Alia dengan pagutannya.
tangannya langsung aktif membuka pakain Alia yang melekat di tubuhnya.
"Eummm... Eummm..." Mereka saling menikmati pagutannya,
secara bergantian mereka saling memasukan lidahnya.
Setelah puas Faraz menelusuri leher Alia dan sesekali mengesapnya.
sedangkan tangan kirinya meraba yang ada di bawah sana.
"Ssshhh... Aahhh..." des ah Alia yang merasa miliknya di permainkan oleh jari jemari Faraz.
Faraz pun mengarahkan tangan Alia ke miliknya.
Alia menyambutnya dengan sentuhan lembut jari-jemarinya.
"Aaahhh..." Faraz menengadahkan kepalanya ke atas ketika jari-jemari Alia mulai bergerak cepat.
Dengan erangan yang semakin menggila Faraz mencengkeram buah dada Alia yang terlihat semakin menegang.
Dengan gerakan mundur ke belakang, Alia menjatuhkan Faraz ke ranjangnya.
Alia menduduki Faraz dan menuntun milik Faraz masuk kedalam miliknya.
"Ssshhh... Aghhh..." Keduanya terpejam sesaat menikmati penyatuannya.
Kini tangan Faraz menjalari bokong Alia dan menghentakkan miliknya dengan kuat.
Buah dada berguncang indah seiring hentakkan yang Faraz berikan.
"Ssshhh... Aahhh..." Alia merasa lututnya semakin lemah hingga tak bisa menggerakkan panggulnya,
Faraz yang merasa hampir sampai, Segera membalikkan keadaan dengan membaringkan tubuh Alia di bawah tubuhnya.
Ia bertumpu pada kedua sikunya dan kembali menghentakan miliknya.
"Aaarrggghhh... Ahhh... Ahhh..." erangan kenikmatan saling bersautan dari keduanya.
Faraz terus menghentakkan miliknya dengan kuat, hingga Faraz memegang dan menyemburkan cairan hangat miliknya di rahim Alia.
"Aaarrggghhh... Aliaaa..." Faraz mengerang di ceruk leher Alia.
"Hhhhh...." Alia mencengkeram punggung Faraz dan menggigit bahunya.
"Awwhhh..." ringis Faraz.
Faraz mengangkat wajahnya dan memegang ceruk leher Alia.
Ia menciumi seluruh wajah Alia dengan penuh cinta.
"Aku tidak akan pernah melupakan perjalanan indah Kita," ucap Faraz yang menyelesaikan bulan madu terakhir mereka dengan penuh kebahagiaan.
Bersambung...
Udah Cukup Ya Hotties nya,
Sampai ketemu kembali di Jakarta 😂