Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Kesedihan Faraz.


Alia masih terduduk di jalan menangisi kepergian Faraz.


Hatinya benar-benar merasa hancur melihat suaminya yang dengan tega meninggalkannya demi mengejar mantan istrinya.


Ibu yang baru pulang dari pasar langsung melepaskan kantung belanjaannya dan berlari mendekati Alia, para tetangga pun mulai berdatangan melihat apa yang terjadi pada Alia.


"Alia... Apa yang terjadi?" tanya Ibu yang langsung memeluk Alia.


Alia mengusap air matanya dan melihat beberapa tetangga yang tengah memasang mata dan telinganya.


Ibu pun melepaskan pelukannya dan melihat sekelilingnya.


"Kita masuk dulu," ucap Ibu.


Alia mengangguk dan masuk ke rumahnya.


"Sekarang katakan pada Ibu, apa yang terjadi pada mu? Dan dimana Faraz?" tanya Ibu melihay kesana-kemari.


"Faraz pergi ibu," ucap Alia sedih.


"Apa maksud mu pergi?"


"Ee... Bukan apa-apa Ibu, Faraz hanya salah faham padaku, Dia akan segera kembali setelah menenangkan diri," ucap Alia menutupi kebenarannya.


"Jika memang hanya salah faham kenapa kamu sampai menangis seperti ini?"


"Ibu tau sendiri Kan jika Faraz begitu pemarah? Tapi Ibu jangan khawatir setelah kemarahannya reda pasti Dia kembali lagi,"


"Alia jawaban mu tidak sinkron, Apa Kau sedang menutupi sesuatu dari Ibu?"


"Tidak Ibu, percayalah padaku, Faraz akan segera kembali," ucap Alia yang di dalam hati kecilnya juga tidak merasa yakin jika Faraz akan kembali padanya.


"Sejak pertama Dia datang kerumah ini, selalu saja membuat Ibu kesal, Jika saja Dia bukan Putranya Zeenat, Ibu tidak dudi menerima dia menjadi suami mu," ucap Ibu meninggalkan Alia dengan kesal.


Alia terdiam sedih mengingat saat Ia mengatakan cintanya dan di abaikan oleh Faraz.


°°°


Mobil Faraz tiba di depan rumah Kavita,


Faraz langsung menyusup diantara banyak nya tamu yang hadir.


Begitu Faraz dapat melihat Kavita, Dev baru saja menyelesaikan ijab Kabul nya.


"Sah... Sah... Sah..." seru beberapa orang yang menyaksikan ijab Kabul mereka.


"Alhamdulillah.... Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri, silahkan salaman dulu," ucap Penghulu terseyum lebar.


Kavita pun pun menjabat tangan Dev dan menciumnya.


Faraz hampir kehilangan keseimbangannya begitu melihat Kavita dan Dev menandatangani buku pernikahannya.


Faraz mengepalkan tangannya dan melangkah mundur.


Kavita yang merasakan kehadiran Faraz menoleh ke sekelilingnya, Namun ia tak melihat Faraz hadir di rumahnya.


Faraz kembali kerumah dengan kesedihan di hatinya.


Sebanyak apapun Kavita menyakitinya, dan sekeras apapun Faraz mencoba melupakannya namun Faraz masih terpengaruh deng pernikahan Kavita.


"Faraz ko kamu pulang sendirian? Dimana Alia?" tanya Ibu yang melihat kedatangan Faraz.


"Kenapa Ibu membohongi ku?" tanya Faraz kesal.


"Membohongi apa maksudmu?"


"Sudahlah Ibu... Ibu tidak perlu berpura-pura lagi, Ibu sengaja meminta ku kerumah gadis cupu itu agar Aku tidak menghentikan pernikahan Kavita kan?!"


"Ya!!! Ibu memang sengaja melakukan ini karena Ibu tidak ingin melihatmu seperti ini,


Lihatlah dirimu sekarang Faraz, ini yang Ibu kehawatirkan," Ibu menjeda ucapanya.


"Faraz kenapa kamu masih saja terpengaruh dengan Kavita?


Dia sudah berkali kali menyakitimu, ingatlah penghianatan yang pernah dilakukan jauh lebih besar dari pada cintanya kepada mu!"


Faraz terdiam menahan air matanya yang hampir tumpah.


"Faraz Ibu hanya ingin yang terbaik untuk mu, Ibu tidak ingin Kamu terus-terusan di sakiti olehnya, Ibu mohon lupakan Kavita dan buka hati mu untuk Alia,


Faraz tidak menjawab apapun dan langsung pergi ke kamarnya.


Seperti biasa Faraz membanting pintu kamarnya dan terduduk di balik pintu, Ia merasa kesal pada diri sendiri, meskipun Ia ingin sekali melupakan Kavita, namun untuk kesekian kalinya Ia kembali terpengaruh olehnya.


Beberapa saat kemudian Faraz beranjak dari duduknya begitu mendengar kencangnya suara pembawa acara yang mengatakan Kavita akan segera di boyong ke rumah suaminya.


Faraz langsung berlari ke balkon, Ia melihat Kavita masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumahnya.


°°°°°


Alia sedang menangis sedih di kamarnya, Ia mengingat bagaimana Faraz meninggalkan dirinya tanpa memperdulikannya sedikit pun.


"Bahkan Dia tidak peduli saat Aku mengatakan Aku mencintainya," tangis Alia.


"Cupuuu.... Cupuuuu.... Cupuuu...."


Alia langsung terdiam mendengar suara Faraz.


Ia segera mengusap air matanya dan berlari ke jendela kamarnya.


Alia membuka tirainya dan melihat Faraz melambaikan tangan kepadanya.


"Bucin?" Alia berbalik badan menutup kembali tirainya.


"Tidak.... Ini pasti hanya khayalanku," ucap Alia menepuk-nepuk pipinya.


"Cupuuu.... Kenapa kamu menutup kembali tirainya?"


"Hagh! Suara Itu lagi?" Alia kembali membuka tirainya dan melihat Faraz masih berdiri di luar kamarnya.


"Jadi benar ini bukan hanya khayalanku saja?" ucap Alia yang langsung berlari keluar.


"Cupuuu... Kenapa kamu lama sekali?" ucap Faraz yang berjalan sempoyongan.


"Buciiin..." Alia menahan tubuh Faraz yang hampir terjatuh.


"Bucin, apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti ini?" tanya Alia sembari meletakkan tangan Faraz di pundaknya.


"Kenapa... Kenapa.....?" ucap Faraz sedih.


"Tenanglah... Kita masuk dulu," ucap Alia memapah Faraz ke kamarnya.


Alia yang membaringkan tubuh Faraz ikut terjatuh keatas tubuh Faraz.


Faraz memegang tangan Alia ketika Alia bangun dari Atas tubuhnya.


Alia menatap tangannya kemudian menatap Faraz yang kembali duduk.


Faraz langsung meletakkan kepalanya di pangkuan Alia.


"Kenapa sulit sekali melupakannya?" tangis Faraz.


"Aku sudah berusaha keras melupakannya tapi kenapa Aku masih terpengaruh mendengar Dia menikah? Kenapa Cupuuu... Kenapa...?"


"Tenanglah Faraz, Suatu saat pasti Kamu bisa melupakannya,"


Faraz bangun dari pangkuan Alia dan menatap sendu dirinya.


"Bagaimana caranya?" tanya Faraz.


"Ee... Aa...." Alia menjadi gugup karena Faraz menatapnya dengan tajam.


"Hagh? Katakan bagaimana caranya?" tanya Faraz lagi.


Alia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan gugup.


Faraz menggenggam rambut bagian belakang Alia dan langsung mencium bibirnya.


Bersambung...


Banyak yang komen cowok seperti Faraz hanya ada di Novel,


padahal Author nulis dari pengalaman terdekat,


"Cowok itu tetap bersedia menerima istrinya kembali, setelah mengetahui istrinya Berz*na dengan selingkuhannya" 😂