Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Gai'rah Cinta


Bryan menghentikan usahanya dan kembali ke kamarnya.


Rencananya untuk memberitahu hubungannya dengan Zia secara perlahan gagal karena Anita telah memberitahukannya yang mungkin dengan cerita yang berbeda sehingga membuat Bella marah padanya.


Bryan masuk ke kamar mandi dan merendam tubuhnya di air hangat untuk menenangkan pikirannya. Namun bukannya tenang, Wajah Zia terlintas saat Ia memejamkan matanya.


Pikirannya melayang jauh membayangkan betapa nikmatnya berendam bersama dengan kekasih kecilnya tersebut.


"Arrrgghhhh apa yang ku pikirkan." ucapnya kesal pada pikiran kotornya.


•••


Zayd berencana memperkenalkan Alea pada kedua orang tuanya agar mengenali pribadi Alea terlebih dahulu sebelum mengatakan jika Alea adalah putri dari Barry Hawley Harjanto.


"Tapi bagaimana jika Orang tua mu menanyakan tentang orang tuaku?" tanya Alea cemas.


"Ya, Kamu benar juga, Papa pasti akan bertanya siapa orang tua mu."


Keduanya terdiam bingung.


"Zayd, Hubungan Kita akan sulit."


Zayd menatap Alea dan merangkum wajahnya dengan jari jemarinya.


"Sesulit apapun, Aku akan memperjuangkannya." Zayd kembali mendaratkan ciumannya.


"Euhhh..." lenguh Alea menikmati esapan kuat bibir Zayd pada lidahnya.


Mendengar lenguhan mengg'airahkan membuat Zayd terseyum bangga karena ciu'man nya kali ini membuat Alea menikmatinya tidak seperti sebelumnya.


"Kau menikmatinya?"


"Ini lebih baik dari sebelumnya." ucap Alea tertawa.


"Baiklah, Ajari Aku bagaimana berciu'man dengan benar?" Zayd memutar tubuhnya dan membuat posisi Alea berada di atasnya.


"Ayolah Alea..."


Alea menaikan sedikit badannya mensejajarkan wajah Mereka.


Kemudian mendaratkan bibirnya pada bibir Zayd yang sejak tadi menunggunya.


Zayd memejamkan mata membiarkan Alea memainkan bibir dan lidahnya.


Alea melu'mat lembut dan memberi gigitan-gigitan kecil dengan sedikit gerakan menarik membuat Zayd terasa melayang-layang merasakan sensasi yang belum pernah Ia rasakan. Apalagi saat Alea memainkan lidah di rongga mulutnya dan mengesap lidahnya dengan kuat, Membuat Zayd menggelinjang hebat seakan tak bisa lagi menahan diri untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.


Alea terseyum puas menatap Bos mudanya yang begitu menikmati permainannya.


"Aku tidak tahan lagi Alea," dengan nafas terengah-engah susah payah Zayd menelan salivanya.


"Anda harus menahannya." Alea menarik kedua tangan Zayd hingga terduduk di tepi ranjang.


"Pulanglanglah, Sebelum Anda melewati batas," ucap Alea tertawa.


"Kamu mengusirku dari apartemen ku sendiri?"


"Aku hanya mengingatkan Anda agar tidak melewati batas sesuai kesepakatan Kita."


Zayd berdiri dan melangkah mendekati Alea. Kemudian menarik pinggangnya merapat padanya.


"Darimana Kamu belajar, Apa kamu sudah terbiasa melakukannya?"


"Tidak, Tapi Aku suka nonton film barat dan mengingat bagaimana cara mereka melakukannya."


"Maksud mu film biru?"


"Tidak, Film biasa aja."


"Ayo mengaku saja."


Alea melepaskan diri dan berlari menghindari Zayd yang terus mengejarnya.


•••


Keesokan harinya.


Dengan langkah penuh semangat Zia berlari masuk memeluk Om Bryan yang sudah berdiri menyambutnya.


"Zia kangen Om."


"Om juga Sayang." Bryan memberi kecupan sesat di kepala Zia.


Mereka membiarkan pelukannya satu sama lain, Saling merasakan debaran jantung yang terasa begitu cepat Mereka rasakan.


Rasa cinta di hati keduanya yang tengah tumbuh subur membuat keduanya terus ingin bersama dan mengekspresikan perasaannya satu sama lain.


"Bagaimana, Om sudah mengatakan pada putri Om tentang hubungan kita?"


Om Bryan menarik nafas dalam-dalam dan mengurangi pelukannya.


"Sabar ya sayang, Om belum berhasil menjelaskan, Tapi Om janji akan terus meyakinkannya agar Dia mau menerimamu sebagai Ibu sekaligus sahabat untuknya."


"Lucu nggak sih Om Aku jadi Ibu dari Anak yang usianya lebih tua dari ku?"


"Lucu nggak sih, Gadis kecil yang pantas jadi Anak Om, Mencintai Om? Hemmm." dengan gemas Om Bryan mencubit pipinya.


"Hehehe, Abis Om ganteng banget."


"Jadi karena ganteng doang?"


"Tidak juga, Saat bersama Om, Zia merasa sangat aman dan nyaman, Selama ini Zia selalu memimpikan memiliki kekasih dan suami yang lebih dewasa yang setia dan bucin kaya Papa." ucap Zia tertawa.


"Oh ya, Jadi Papa Faraz Bucin?" Bryan mempopong tubuh Zia dan membuatnya duduk di mejanya.


"Sangat, Bahkan sampai sekarang Papa masih terus bersikap mesra dan romantis pada Mama."


"Benarkah? Kasih tau Om bagaimana Papa Faraz bersikap mesra? Apakah seperti ini?" Bryan mengecup bibir Zia sekilas.


"Apakah seperti ini? Seperti ini, Seperti ini?" Bryan terus memberikan kecupan bertubi-tubi di sela-sela pertanyaannya.


"Om... Hhhh..." dengan nafas memburu Keduanya terus beradu bibir hingga Zia di kagetkan oleh bunyi ponselnya.


Om Bryan melepaskan pagutannya dan membiarkan Zia mengangkat ponselnya.


"Zia kamu dimana? Papa dah pulang nih."


"Bentar lagi Zia pulang Om, Eh Pa." Zia memukul keningnya sendiri karena salah sebut.


"Om? Kok bisa-bisanya Kamu panggil Papa Om?"


"Hanya salah bicara saja Pa, Jangan di bahas, Sekarang katakan Zia rengking berapa?"


"Selamat sayang kali ini Kamu bergasil meraih rengking pertama."


"Hah! benarkah Pa?" Zia yang seakan tak percaya menggenggam tangan Om Bryan yang berdiri menatapnya.


"Benar sayang, Selamat ya, Papa bangga padamu."


"Terimakasih Pa." Zia pun mengakhiri panggilannya dan memeluk Om Bryan dengan bahagia.


"Aku dapat rengking satu Om." ucapnya bahagia


"Benarkah?"


Zia mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Selamat untuk mu sayang."


"Om bisa liat kan, Meskipun Zia selalu datang menemui Om, Tapi Zia bisa mengimbangi dengan pelajaran, Bahkan bisa rengking satu."


"Iya, Om ikut bahagia, Karena kehadiran Om tidak menggangu sekolahmu."


"Om adalah penyemangat dan kebahagiaan ku, Aku ingin segera selesai sekolah dan bisa terus bersama Om." Zia mengalungkan kedua tangannya ke leher Om Bryan dan kembali menautkan bibirnya.


Bersambung...


📌 INGET INI HANYA NOVEL, JADI BERKOMENTARLAH YANG BIJAK, KALAU MAU MENGAITKAN DENGAN DUNIA DAN AGAMA, JANGAN LAKUKAN HAL SEPERTI DI ATAS SEBELUM MENIKAH ‼️