Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Konflik


Kavita yang baru pulang melihat kepergian Alia dari rumah Faraz,


Hatinya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan rumah tangga Faraz sehingga malam-malam begini istrinya pergi dari rumahnya.


Ia pun menatap kamar Faraz yang sudah terlihat gelap dan sepi.


"Kavita dari mana saja?" tanya Bu Risma mengagetkan Kavita


"Ee.. Aku habis memeriksakan kandungan," ucap Kavita sedikit gugup.


"Sampai malam begini?" tanya Ibu yang terlihat tak percaya.


"Di sana antri Bu! memangnya Aku mau berlama-lama di sana!" ucap Kavita yang menjadi kesal.


"Kavitaa..." triak Ibu yang merasa kesal mendengar Kavita meninggikan suaranya.


Kavita mengabaikan Ibunya dan membanting pintu kamarnya.


"Bisa nggak sih, sehariii... Saja tidak marah padaku, tidak mengintrogasi ku!" ucap Kavita kesal.


"Ini juga si Dev, sejak kemarin gak bisa di hubungi, Aarrghhh!!! Kenapa hidupku jadi seperti ini!" triak Kavita menggenggam rambutnya dengan kasar.


°°°


Alia sampai di rumahnya.


Ia langsung menangis di pelukan Ibunya begitu Ibu membukakan pintu untuknya.


"Ada apa Sayang?" tanya Ibu Terkejut melihat Alia membawa tas pakaiannya.


"Faraz Ibu.... Faraz...." Alia terus menangis.


"Apa yang Dia lakukan? Apa dia mengusirmu?"


"Tidak Ibu, Aku pergi dengan kemauanku sendiri, Aku sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya," ucap Alia di tengah tangisnya.


"Tenanglah Sayang, ini sudah tengah malam, Kita bicarakan lagi, Sekarang kamu beristirahat ya," ucap Ibu menenangkan Alia


Alia pun mengangguk dan masuk ke kamarnya.


Ia melempar tas pakaiannya dan menjatuhkan diri ke ranjangnya.


Ia terus menangis mengingat kata-kata Faraz yang begitu menyakiti hatinya.


°°°


Setelah Shehzad pulang, Zeenat bersikap tenang seperti biasanya,


Ia menyiapkan makan malam dan menemaninya sampai selesai,


Setelah Shehzad selesai mandi dan di rasa lelahnya hilang, Zeenat menceritakan semua yang telah terjadi antara Faraz dan Alia.


"Jadi Alia meninggalkan rumah ini?" tanya Shehzad yang terlihat cukup tenang.


"Ya," lirih Zeenat.


"Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Putra kita jika istrinya kembali menghianatinya,"


"Apa yang Kau katakan? Alia tidak mungkin melakukan itu," ucap Zeenat yakin.


"Bukan seperti itu, Maksudku kita belum mengetahui yang sebenarnya, Mungkin saja ini hanya salah faham, bahkan Faraz belum bertanya pada Alia siapa Pria itu?"


"Apa jika Faraz bertanya, Alia akan mengakuinya jika Pria itu selingkuhannya?"


"Shehzad, Kau tidak boleh langsung menilai dari satu pihak, kita juga harus mendengar penjelasan Alia terlebih dahulu,"


"Aku hanya menghawatirkan Putra ku, Aku tidak ingin Faraz kembali terpuruk seperti dulu lagi," ucap Shehzad sedih.


"Aku akan membicarakan ini pada Fareeda."


"Lakukan apapun untuk menyelesaikan masalah ini." tegas Shehzad.


°°°


Pagi Hari.


Dengan mengendap-endap Pria yang semalam bersama Alia menyelinap masuk ke kamarnya, Ia mendekati Alia yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Selamat pagi Alu," sapa Pria itu di telinga Alia.


Alia membuka matanya dan duduk dengan mata sembabnya.


"Kenapa Kau masih disini? Kau bilang..."


"Aku sedang bertanya padamu, kenapa Kau balik bertanya?"


"Aku juga sedang bertanya padamu kenapa Kau masih disini bukankah Kau bilang..."


"Aluuu... Jawab dulu pertanyaan ku," ucap Pria itu yang terus memotong ucapan Alia.


"Aku sedang tidak ingin membicarakannya." ucap Alia kembali memeluk gulingnya.


"Tapi Aku tidak bisa melihatmu seperti ini, Katakan padaku, Apa suamimu mengetahui pertemuan kita?"


Alia menarik nafas panjang dan kembali duduk menatap Pria itu.


"Entahlah... Tapi dari kemarahannya sepertinya Dia mengetahuinya." ucap Alia mengingat kemarahan Faraz.


Pria itu beranjak bangun dari duduknya.


"Mau kemana?" tanya Alia memegang tangan Pria itu.


"Aku akan memberinya pelajaran karena telah berani membuatmu menangis."


"Tidak! Aku tidak ingin terjadi sesuatu," ucap Alia.


"Alu...." Pria itu kembali duduk dan mengusap air mata Alia.


Alia pun menangis di pelukan Pria itu.


Bersambung.....


Masih Harus bersabar dengan rasa penasarannya ya Bun 😄


Ikuti terus Aah "Perjalanan Cinta Mas Faraz 😄