Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Malam Yang Terlupakan


Alia membelalakkan matanya ketika mendapat ciu'man tiba-tiba dari Faraz. Setelah cukup lama, Faraz melepas cium'annya dan menatap Alia dengan sendu.


"Bucin Kau..."


"Hap..." Faraz kembali membungkam mulut Alia dengan pagu'tannya.


Alia yang sebelumnya tidak pernah melakukan ciu'man tak mampu mengimbangi permainan panas Faraz yang semakin agresif.


Faraz tidak perduli meskipun Alia tidak mengimbangi permainannya dan terus melu'mat bibir Alia dengan memberikan gigitan kecil hingga membuat Alia mende'sah kecil.


"Akhhhhh..."


"Eummm..." Keduanya terpejam menikmati lidah mereka yang saling bertaut. Setelah merasa kehabisan oksigen Faraz melepaskan pagutan nya dan kembali menatap Alia.


Kini Keduanya saling menatap sembari mengatur nafasnya.


Setelah nafasnya mulai stabil Faraz menangkup wajah Alia dan kembali melu'mat bibirnya. Kemudian membaringkan tubuhnya tanpa melepaskan luma'tannya sedetikpun.


Alia menggeliat geli Ketika Faraz mulai menurunkan kecupan nya ke area lehernya.


"Faraz... Sssttt..."


Faraz menekan kedua tangan Alia agar tidak menganggu aktivitas nya.


Ia terus mengesap leher Alia hingga membuat Alia merasakan desiran aneh dalam dirinya.


Faraz menelan salivanya dan membuka kancing piama yang Alia kenakan. Dengan penuh nafsu Faraz langsung melahap bukit kenyal yang menyembul indah di depan matanya.


"Eummhhh..."


"Akhhhhh..." Alia mende'sah saat kedua bukit kenyalnya di permainkan dengan lidah dan jari jemari Faraz.


Setelah Faraz merasa puas bermain di kedua bukit kenyalnya, Faraz menurunkan kecupannya ke perut rata Alia dan menghentikan di pangkal pahanya.


Alia merasa tegang ketika Faraz bersiap melakukan kewajibannya sebagai seorang suami yang selama ini tidak Ia penuhi.


Dengan gai'rah yang memuncak Faraz menembus pertahanan Alia dengan sedikit memaksa hingga membuat Alia meringis kesakitan.


"Aaarrggghhh..." erangan nikmat yang keluar dari bibir Faraz di barengi dengan ringisan kecil dan tetesan air mata Alia menahan sakit yang teramat sangat.


Tidak memperdulikan rasa sakit yang Alia rasakan, Faraz kembali melu'mat bibir Alia yang mengeluarkan suara tangisan kecil menahan sakitnya.


Luma'tan dan esapan yang Faraz berikan membuat Alia perlahan menikmati permainan Faraz yang terbilang kasar.


Kemudian Faraz kembali menekan miliknya dan terus memaju mundurkan pinggulnya. Hentakan demi Hentakan Faraz lakukan dengan penuh tenaga.


"Aahhhh... Sakiiitttt..." jerit Alia yang merasakan sakit dan nikmat secara bersamaan.


Faraz yang mendengar ******* Alia semakin bersemangat, Ia terus mempercepat tempo permainannya, Semakin lama semakin cepat hingga akhirnya Faraz tumbang di atas tubuh Alia dengan keringat bercucuran.


Nafas keduanya naik turun hingga keduanya terlelap dalam tidurnya.


°°°


Kavita tiba di rumah Mertuanya.


Ibu Mertuanya langsung menghentikan Kavita masuk ke kamar Putranya.


"Bukan di situ, tapi di kamar tamu." tagasnya.


Kavita tercengang mendengarnya.


"Apa yang Ibu katakan?" protes Dev.


"Apa Dev, Apa Kau lupa kesepakatan kita? Pernikahan Kalian hanya formalitas untuk menutupi kehamilannya dari Masyarakat? Jika Kavita tidak hamil, Ibu tidak akan mau merestui pernikahan ini."


°°°


Pagi Hari.


Ibu Zeenat mengetuk kamar Faraz berkali-kali namun tidak juga mendapat jawaban dari Faraz.


Ibu pun membuka pintunya yang ternyata tidak terkunci.


"Faraaaaz... Faraaaaz.... Kemana Anak itu?" Zeenat menerobos masuk dan tersadung botol minuman yang tergeletak di lantai.


"Faraaaaz... Kenapa kamu selalu saja lari ke minuman haram ini," ucap Zeenat kesal.


"Daan... Sekarang kemana Anak itu?" Zeenat mencari ke semua sudut kamarnya hingga ke kamar mandi, namun tidak juga menemukan Faraz.


Setelah tidak menemukan Putranya, Zeenat kembali keluar mencari Mang Dayat.


"Mang Dayat, Apa kamu melihat Faraz?"


"Ya Nyonya, Semalam Tuan muda keluar dalam keadaan tidak baik, Aku sudah melarangnya tapi Tuan Muda tidak mau mendengarkan ku," jelas Mang Dayat.


"Kemana Dia dalam keadaan mabuk?" ucap Ibu khawatir.


°°°


Perlahan Faraz membuka matanya,


Samar-samar Faraz melihat Alia yang masih tidur di dadanya.


Faraz mulai tersadar jika di balik selimutnya, Ia tidak mengenakan sehelai benang pun.


"Apa-apaan nih!!!" triak Faraz mengagetkan Alia.


Alia langsung bangun dari tubuh Faraz dan menatapnya dengan bingung.


"Apa yang sudah Kau lakukan?" pekik Faraz.


"Apa maksudmu? Semalama Kita...." Alia yang merasa malu menghentikan ucapannya.


"Semalam Kita apa?" Faraz merasa bingung dengan keadaan polosnya. Ia melihat sekitarnya dan melihat pakaiannya dan pakaian Alia berserakan di lantai.


"Menyingkirlan, Aku tidak ingat apapun!" dengan sedikit mendorong Alia, Faraz meraih celana pendek nya dan keluar dari kamarnya.


"Faraaaaaz..." pekik Alia.


Faraz masuk ke kamar mandi dan menyandarkan tubuhnya di balik pintu. Ia meremad rambutnya dengan kasar membayangkan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Alia.


Faraz mengingat saat ia melihat kepergian Kavita dan kembali masuk ke kamar, lalu mengambil botol minumannya, setelah minum cukup banyak, Faraz kembali kerumah Alia.


"Apa yang terjadi setelah itu?" Faraz kembali mengingat-ingat


Faraz kembali mengingat saat Alia mambawanya masuk ke kamarnya, setelah itu Dia menangis di pangkuan Alia.


"Setelah itu?" Faraz mengingat saat Dia mencium bibir Alia.


"Oh Astagaaa.... Apa setelah itu Aku melakukan hal lebih kepadanya?" ucap Faraz yang tak bisa mengingatnya lagi.


Alia mengusap air matanya.


Bibirnya tersenyum menertawakan diri sendiri.


"Aku memang bodoh, Aku terlalu berharap Faraz bisa mencintaiku sampai Aku tidak bisa mencium bau minuman di mulutnya, Faraz sangat mencintai mantan istrinya tidak mungkin mendadak Dia mencintaiku," batin Alia.


Bersambung.....