
Ayah dan ibu kaget mendengar Faraz yang ingin membatalkan pernikahannya.
"Apa yang kamu katakan Faraz? Apa kamu sudah kehilangan akal?" ucap ibu kesal.
"Faraz... Berhentilah bertindak bodoh, Kamu ini laki-laki Putra dari Shehzad Shaikh jangan menjadi lemah, apa lagi demi wanita seperti itu," sambung Ayah kesal.
"Aku tidak bisa melakukan ini Ayah.. Ibu... Mengertilah..." ucap Faraz memohon.
"Kamu yang harus mengerti kami! Kami tidak akan memberikan mu mempermalukan nama baik kami, apa lagi mempermalukan Alia dan Ibunya!" ucap Ibu.
"Dulu kami membiarkan mu memilih jodohmu sendiri dan kamu liat apa yg terjadi dengan pernikahan mu? Apa kamu bahagia? Yang ada kehidupan mu hancur Faraz! bahkan hingga detik ini kehidupan mu masih berantakan!" sambung Ayah.
"Sekarang kamu harus mendengarkan kami dan menikahlah dengan pilihan kami," lanjut Ibu.
"Tapi Aku tidak mencintainya Ibu, kumohon jangan paksa Aku,"
"Apa dulu cintamu pada Kavita membuatmu bahagia?" tanya Ibu.
Faraz pun terdiam menundukkan kepalanya.
"Menikah berdasarkan cinta tidak akan menjamin kamu bahagia Faraz, jadi berhentilah mengikuti rasa cinta buta mu itu." marah Ibu lagi.
"Tidak! Kavita telah menyadari semua kesalahannya, dan Dia sendiri yang meminta ku kembali padanya, pasti kali ini kami akan bahagia." ucap Faraz lalu membuka pintu mobilnya.
"Faraz!" Ibu menjadi panik melihat Faraz keluar dari mobil.
"Faraz berhenti!" Ayah ikut turun dari mobil mengejar Faraz.
Saat Faraz akan berlari ke rumah Kavita sebuah mobil berhenti tepat di depannya.
Faraz memundurkan langkahnya karena hampir tertabrak oleh mobil itu.
Faraz melihat seorang Pria turun dari mobil dan langsung berlari memeluk Kavita.
Faraz hanya bisa melihat Kavita dalam pelukan Pria lain dari sebrang jalan.
Sedangkan Ayah dan ibu yang berdiri di belakang Faraz ikut menyaksikan bagaimana Pria itu memeluk Kavita.
"Deeevvv...." ucap Kavita yang terkejut dengan kedatangan Dev yang tiba-tiba.
Kavita yang kini dalam pelukan Dev terus menatap Faraz dan menyambut dingin kedatangan Dev dan keluarganya.
"Ooooh ya ampun siapa Pria itu, Dia begitu tampan dan wajahnya seperti tidak asing," ucap Divya yang melihat Faraz.
"Divya, jaga sikap mu," ucap Ayah.
"Biarkan saja Ayah, Divya kan hanya bertanya," saut Ibunya.
Faraz yang melihat seluruh keluarga Dev langsung berjalan mundur dan kembali kemobilnya dengan lesu.
Begitu pun Ayah dan Ibu yang mengikuti Faraz ke mobilnya.
°°°
Semua tamu undangan bahkan penghulu sudah hadir di rumah Alia.
Hanya tinggal menunggu kedatangan pengantin prianya saja.
Alia pun terlihat sangat cemas dibuatnya, Ia terus melihat ke ujung jalan menantikan kedatangan Faraz dan keluarganya.
Ibu yang melihatnya berusaha menenangkan Alia meskipun di hatinya juga merasa khawatir jika Faraz akan membatalkan pernikahannya.
"Tenanglah Alia... Nyonya Zeenat tidak akan mungkin mempermalukan kita,"
"Faraz tidak begitu menginginkan pernikahan ini ibu., Aku takut jika mereka berubah fikiran,"
"Faraz boleh saja berubah fikiran, tapi Ibu yakin dengan Nyonya Zeenat tidak akan membiarkan putranya mempermalukan mu, karna Ibu mengenalnya dengan sangat baik,"
"Ya.. semoga saja keyakinan Ibu benar," ucap Alia mencoba tenang.
Sedangkan Keluarga Faraz masih berada di perjalanan.
Mereka benar-benar kesal dengan sikap Faraz yang begitu keras kepala.
"Kamu lihat itu Faraz, belum juga kamu kembali padanya Dia sudah berada di pelukan Pria lain," ucap Ibu.
"Masih baik kamu melihat ini semua Faraz, bagaimana jika kamu melihat ini setelah kamu kembali padanya," sambung Ayah.
Faraz hanya terdiam dan membayangkan bagaimana Dev memeluk Kavita.
"Percayalah pada Ibu Nak, Alia adalah gadis yang terbaik untuk mu," ucap Ibu meyakinkan Faraz.
Faraz pun menumpahkan air matanya di pundak ibu.
"Ibu melakukan ini demi kebaikan mu, percaya lah pada Ibu, Ibu tidak ingin hidup mu seperti ini terus," ucap ibu mengusap-usap bahu Faraz.
°°°
"Kavita maafkan Aku, beberapa hari ini Aku tidak memberi kabar padamu,"
"Aku sangat tertekan dengan keadaan ini," jelas Dev.
"Kenapa jadi kamu yang tertekan?" tanya kavita kesal.
"Seharusnya Aku yang tertekan Dev, Aku yang hamil, Aku yang menanggung kemarahan Ibu ku, Aku yang menanggung hinaan keluarga mu, dan belum lagi Kamu menghilang dalam beberapa hari ini, Apa itu sebanding dengan tekanan yang kamu hadapi?" triak Kavita.
Dev hanya diam menggelengkan kepalanya.
Dengan kesal Kavita masuk kerumahnya.
"Kavita.... Kavitaaaaa...." Dev berusaha mengejar Kavita.
Kavita membanting pintunya dengan kasar.
"Kavita... Kavitaaaaa...." Dev terus menggedor-gedor pintunya tapi Kavita tidak mau membukanya.
"Kamu lihat itu Dev, Kita sudah berniat baik mau datang kesini tapi apa yang gadis itu lakukan, dengan sombongnya Dia bersikap seperti itu pada mu," ucap Ibu.
"Ini bukan salah nya Ibu..." ucap Dev yang merasa tubuhnya kembali lemah.
Bersambung...